Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 89


__ADS_3

" Me_nik_ah." Ucap Wiyah terbata bata karena masih tidak percaya mendengar ucapan dari Fazar." Apa maksudnya anda tuan." Tanya Wiyah ingin memastikan nya kalau yang dia dengar itu bukan hanya sebuah kata saja yang keluar. Melainkan sebuah candaan dan Wiyah tidak mau kata itu serius karena Wiyah tidak menginginkan itu.


" Iya. Aku hanya ingin kamu mau menikah dengan ku." Jawab Fazar.


Wiyah terdiam." Maaf tuan, saya tidak bisa menikah dengan anda." Tolak Wiyah membuat Fazar menatap Wiyah dengan tatapan tajamnya.


" Kenapa, kamu menolaknya. Bukannya ini yang kamu inginkan." Ucap Fazar dengan suara yang mulai meninggi dan hal itu yang membuat Wiyah semakin Takut." Bukannya Wanita ******* seperti kamu membutuhkan seorang yang bisa menikahi mu, Karena bisa ajakan kamu tidak bisa menikah dengan orang lain karena pria lain tahu kalau kamu adalah wanita ******. Maka dari situ aku meminta mu untuk menikah dengan ku." Ucap Fazar seperti biasa yaitu menghina dan menghina.


Wiyah berusaha menahan amarahnya, karena hinaan yang Fazar lontarkan. Apalagi Rasanya sangat sakit saat hinaan itu keluar saja, Terasa begitu sangat sakit saat pria itu lontarkan untuknya." Maaf tuan saya tidak bisa menerima permintaan anda untuk menikah." Jawab Wiyah tanpa menjawab ucapan buruk yang Fazar lontarkan barusan.


" Sekali lagi maaf tuan, saya harus pergi. Permisi." Ucap Wiyah yang berdiri dari duduknya, karena dari tadi Wiyah menahan amarahnya itu untuk tidak marah Karena Wiyah masih sadar untuk melakukan hal itu. Wiyah tidak mau satu ruangan dengan orang yang terus menghinanya setiap saat, hanya karena kesalahpahaman. Wiyah juga bingung Kenapa harus berurusan dengan pria yang berada di hadapannya itu.


Tapi sebelum Wiyah benar benar melangkah keluar, Suara dari belakang membuatnya menghentikan langkahnya.


" Jika Kamu berani untuk keluar dari ruangan ini maka keluarga mu, hari ini juga akan hancur." Ancam Fazar sambil menatap kearah Wiyah.


Wiyah yang mendengar ancaman dari Fazar membuatnya terdiam di tempat, Wiyah mencoba membalikkan tubuhnya menghadap kearah Fazar yang sedang duduk melihat kearahnya dan Wiyah bisa melihat senyum sinis yang Fazar keluarkan.


" Apa maksud anda tuan. Bukannya anda yang menginginkan saya untuk pergi." Tanya Wiyah memberikan dirinya untuk menatap Kearah Fazar karena dari tadi menahan amarahnya karena Wiyah Bingung apa yang di inginkan Fazar. Bukannya Dirinya sudah menolak menikah dengan dirinya, Lalu kenapa sekarang Fazar menghentikan langkahnya dengan sebuah ancaman dan ancaman itu membuat Wiyah begitu sangat Takut.


Mendengar pertanyaan dari gadis itu membuat Fazar berdiri dari duduknya lalu melangkah ke arah Wiyah dengan senyuman yang sulit di artikan." Saya tidak menginginkan kamu pergi Wisyah Hanifah Putri. Saya hanya ingin kamu menjawab tanpa penolakan kalau kamu mau menikah denganku. Aku hanya mau mendengar Jawaban itu tanpa penolakan." Jelas Fadil sambil melangkah mendekati Wiyah. Sedangkan Wiyah yang melihat Fazar melangkah kearahnya membuat Wiyah memundurkan langkahnya. Tapi semakin Wiyah mundur, semakin Fazar melangkah kearahnya dan itu semakin dekat.


Sampai Wiyah tidak bisa memundurkan langkahnya lagi karena sudah montok di tembok, Sampai akhirnya Fazar membuat Wiyah tidak bisa keluar kembali, Karena Fazar berada di depannya dan itu dengan jarak yang begitu sangat dekat.


Tatapan kedua saling bertemu dan itu adalah tatapan yang membuat Wiyah seketika menjadi Takut." Kamu harus mau menikah dengan ku jika tidak keluargamu yang akan hancur di tangan ku." Bisik Fazar tepat di kuping Wiyah yang tertutup oleh Hijabnya.


Wiyah yang merasakan kalau ini tidak benar karena terlalu dekat dengan Pria itu mencoba untuk melepaskan dirinya tapi sayang itu tidak bisa karena jalan di depan sudah di tutup oleh Fazar.


" Siapkan dirimu karena sebentar malam aku akan datang ke rumahmu untuk menemui keluarga mu Dan kamu harus menjawab iya jika tidak aku akan menghancurkan keluarga mu dengan begitu sangat mudahnya." Ancam Fazar untuk kedua kalinya.


Flashback oFF


Wiyah masih mengingat ancaman dari Fazar sampai sekarang, Seakan-akan ancaman itu yang membuat nya merasakan ketakutan.


" Apakah aku harus menolak." Gumam Wiyah melihat kearah bintang, meminta bintang itu untuk memberikannya jawaban." Tapi jika Aku menolak maka keluargaku akan hancur." Gumam Wiyah kembali.


Wiyah bisa saja menolak Permintaan Fazar untuk menikahi nya tapi mengingat ancaman dari Fazar membuat Wiyah takut kalau sampai terjadi sesuatu kepada keluarganya. Apalagi keluarganya selama ini begitu sangat menyayangi nya walaupun mereka tahu kalau Wiyah bukanlah anak dari pamannya. Tapi mereka masih mau menerima dan menjaganya memberikannya kasih sayang.


" Ingat demi keluarga mu Wiyah kamu menerima permintaannya untuk menikahi mu Wiyah." Gumam Wiyah kembali.


Saat Wiyah terdiam di balkon, Windi datang menghampiri Wiyah.


" Wiyah." Panggil Windi membuat Wiyah melihat ke arah Windi.

__ADS_1


" Iya kak," Jawab Wiyah." Ada apa kak." Tanya Wiyah.


" Itu Wiyah ada orang yang ingin menemui mu." Jawab Windi.


" Siapa kak."


" Kakak ngga tau siapa orangnya dik, tapi mas mengenalnya. Dia datang kesini karena mencarimu." Jawab Windi.


Mendengar Jawaban dari Windi, seketika membuat Wiyah terdiam." Apa mungkin Tuan Fazar." Gumam Wiyah masih bisa di dengar oleh Windi.


" Siapa dik." Tanya Windi yang mendengar Gumaman Dari Wiyah.


" Ngga Ada apa apa kak." Jawab Wiyah sambil menggeleng." Kalau gitu ayo kak, kita lihat siapa yang datang."


🍁🍁🍁🍁🍁🍁


Wiyah dan Windi membawa beberapa makanan kecil untuk di untuk menyambut tamu.


Wiyah membawa dua gelas teh, Sedangkan Windi membawa kue yang Wiyah buat tadi siang dan untungnya kue itu masih ada.


Dari jarak yang hampir mendekati ruangan tamu, Wiyah bisa melihat bawah tamu yang datang kerumahnya itu adalah Fazar. Dan itu sesuai seperti apa yang di katakan oleh Fazar tadi kalau Fazar akan datang kerumahnya.


Wiyah melangkah mendekati sofa di ruang tamu. Lalu menaruh beberapa makanan ringan dan dua cangkir teh.


" Duduklah Wiyah tuan Fazar ingin membicarakan hal yang penting." Suruh Haidar melihat ke arah adiknya itu.


Tapi Kenapa Bosnya itu datang untuk menemui Wiyah, Padahal Wiyah tidak akan mengenal bosnya itu karena bosnya itu baru saja datang dari luar negeri. Apa mungkin bosnya itu ingin membahas hubungan antara Fadil dan Wiyah.


Haidar bingung jika memikirkan itu. Baru saja satu Minggu yang lalu Haidar di kejutkan dengan kedatangan bos nya Fadil, Tapi hari ini dia harus di kejutkan kembali dengan kedatangan bos nya Fazar, dan yang paling Anehnya itu ketika bosnya, itu datang malah menanyakan soal Wiyah karena hal itu sama seperti yang dilakukan seperti Fadil satu Minggu yang lalu.


Rasanya Haidar ingin menanyakan kenapa adiknya itu selalu mendapatkan tamu seperti ini. Tamu yang membuatnya sedikit takut jika membahas soal yang penting.


Sedangkan Wiyah yang mendengar suruhan Haidar untuk duduk, Hanya bisa mengikuti suruhan dari Haidar. Sama halnya seperti Wiyah, Windi melakukan hal yang sama seperti Wiyah untuk duduk di sebelah Wiyah.


" Maaf tuan, ada yang kami bisa bentu, Karena Tuan sudah menyempatkan waktu untuk berkunjung di rumah kami." Tanya Haidar sopan dan hati-hati, apalagi sekarang Haidar mendadak kaku berhadapan dengan Fazar beda halnya dengan Fadil.


" Aku ingin menyampaikan sesuatu yang penting kepada anda Pak Haidar. Mungkin anda belum tahu maksud saya." Jawab Fazar." Kedatangan Saya kesini ingin membahas soal Kedatangan Fadil soal satu Minggu yang lalu, pasti anda sendiri tahu apa maksud kedatangannya waktu itu." Jelas Fazar membuat Haidar mulai mengerti arah perbincangan itu.


" Kedatangan saya kesini untuk membahas hal itu.Tapi dengan sedikit perubahan." Ucap Fazar kembali membuat Haidar mengerutkan keningnya bingung.


" Maaf tuan, perubahan apa ya." Tanya Haidar hati hati saat mendengar ucapan Dari Fazar.


" Fadil membatalkan pertunangannya karena." Jawab Fazar yang mulai menceritakan kenapa Fadil tidak jadi menjalin hubungan serius ke Wiyah karena penyakit yang sekarang dia derita.

__ADS_1


Windi dan Haidar yang mendengar itu membuat mereka kaget dan merasa sedih terhadap Fadil yang harus mendapatkan penyakit yang sangat mematikan itu." Kami ikut prihatin dengan penyakit yang Fadil derita, kami disini hanya biss membantu dengan doa agar tuan Fadil lekas sembuh. dan masalah lamaran Fadil yang kemarin di batalkan kami tidak mempermasalahkan itu tuan Fazar, karena jodoh hanya Allah yang ngatur." Jelas Haidar tanpa merasakan marah atau apapun itu karena Haidar ikhlas mendengar itu semua, karena Haidar yakin kalau Fadil bukalah jodoh untuk adiknya, maka lamaran pria itu tidak jadi, mungkin akan ada jodoh yang terbaik untuk adiknya.


" Dan saya menginginkan, Sebelum adik saya pergi berobat saya ingin menikahi Wiyah." Mendengar ucapan dari Fazar membuatnya Haidar terdiam karena begitu sangat terkejut dengan ucapan dari Fazar barusan.


" Apa maksudnya anda tuan." Bukan Haidar yang bertanya melainkan Windi.


" Iya saya akan menikah dengan Wiyah, mungkin bukan karena cinta, Tapi saya menginginkan pernikahan ini, karena saya tidak tahu apakah adik saya masih bisa melihat saya untuk menikah atau tidak. Maka dari itu saya menginginkan Wiyah menikah dengan saya." Jawab Fazar yang masih dalam keadaan tenang nya.


Windi dan Haidar terdiam mendengar Ucapan dari Fazar, Rasanya mereka ingin menolak karena belum tahu seperti apa Fazar.


Mereka berdua memikirkan untuk menolak permintaan Fazar untuk menikahi adiknya karena mereka berfikir pernikahan bukanlah pemainan, melainkan hal yang sakral dan mereka akan menjalaninya untuk seumur hidupnya, karena hal itu membuat Haidar takut kalau Fazar hanya menginginkan pernikahan dengan adik nya itu hanya karena ingin mengabulkan permintaan dari adiknya yang terkena penyakit yang bisa saja pergi setiap saatnya.


" Maaf tuan kami tidak bisa menerima permintaan anda untuk menikahi adik kami. Tapi kami juga tidak bisa menolak hal itu karena itu bukan kehendak kami sebagai seorang Kakak maka dari itu aku menyerahkan anda untuk membicarakannya kepada kepada adik saya, apakah dia mau menikah dengan anda tuan atau tidak." Jelas Haidar memberitahukan maksudnya.


Wiyah yang mendengar ucapan dari kakaknya itu seketika terdiam, karena dirinya sendiri tidak menginginkan pernikahan itu, apalagi dengan pria yang selalu membenci nya hanya karena kesalahpahaman mereka yang tidak jelas.


Wiyah juga masih mengingat ancaman Fazar Tadi, yang membuat Wiyah tidak bisa menolak permintaan dari Fazar sekarang. Walaupun keluarganya mengatakan tidak.


Fazar menatap kearah Wiyah, menunggu jawaban dari gadis yang berada dihadapannya itu." Awas saja kalau sampai menolak." Batin Fazar yang menatap ke arah Wiyah.


Sedangkan Wiyah sekilas bisa melihat tatapan dari Fazar." Ayolah Wiyah bismillah, kamu pasti bisa." Batin Wiyah." Ya Allah jika ini yang terbaik maka aku akan siap." Batin Wiyah kembali. walaupun ragu-ragu tapi Wiyah mulai mengeluarkan suaranya.


Tapi pertama Tama Wiyah melihat kearah Haidar dan juga Windi setelah itu Melihat ke arah Fazar.


" Bismillah... Aku mau menikah dengan anda tuan." Ya kata itu berhasil Wiyah ucapakan walaupun di dalam hatinya sangat menolak.


Apalagi harus menikah tanpa adanya cinta dan itu hanya karena ancaman orang yang sekarang berada di hadapannya yang mungkin sebentar lagi akan menjadi suaminya.


Mendengar jawaban dari Wiyah membuat Windi maupun Haidar hanya bisa mengikuti apa kemauan adiknya, walaupun Haidar tahu seperti apa sifat bos nya itu yang terkenal dingin.


" Mau juga ternyata kamu." Gumam Fazar dengan tersenyum sinis.


" Aku sudah mendengar Jawaban dari Wiyah, maka lusa kita akan menikah." Ucap Fazar langsung ke intinya untuk memberitahukan niatnya itu.


" Tapi kenapa secepat itu tuan."


" Karena adik saya akan berobat ke kota J dan itu membuat aku memutuskan untuk menikah dengan Wiyah di jangkauan waktu dekat. dan hal itu membuatku menikahinya lusa." Jawab Fazar kembali.


" Tapi kami belum mengur_." Ucapan Haidar dihentikan oleh Fazar." Aku yang akan mengurus semua itu dan lusa kami akan menikah." Sambung Fazar kembali." Persiapkan diri kalian karena pernikahan Tinggal dua hari lagi."


Mau tidak mau Haidar dan Windi hanya menyetujui nya karena itu keputusan Fazar.


Sedangkan Wiyah hanya menundukkan kepalanya karena mengambil keputusan yang menurutnya salah, Tapi mau bagaimana lagi itu sudah keputusan yang Wiyah ambil dan dirinya harus tahu resiko nya jika menikah muda apalagi bersama dengan pria yang selalu menatapnya dengan kebencian.

__ADS_1


Bersambung.


Bentar lagi ya Sabar mau nikah nih.


__ADS_2