Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 33


__ADS_3

Di sisi lain.


Seorang pria yang sudah rapi dengan setelan jas nya.



Melangkah menuruni anak tangga satu persatu. Pandangan nya tertuju kepada dua orang manusia yang sedang membersihkan hampir seluruh ruangan.


Walaupun dengan gerakan malas tapi mereka masih mau mengerjakan tugas itu." Nurut juga kamu dek." Gumam Pria itu sambil melihat ke arah dua manusia yang sedang melakukan bersih bersih, Walaupun dalam hati mereka pasti tidak ikhlas.


Pria itu mulai melangkah mendekati kedua manusia itu. Tapi baru beberapa langkah dia sudah di hentikan oleh perdebatan mereka saat kedua manusia itu saling bertabrakan.


" Apa sih mau Lo." Tanya pria itu kesal sambil menatap kearah pria satunya.


" Gue mau nyapu lah." Jawab nya ketus.


" Terus kenapa Lo nabrak nabrak, mau balas dendam sama gue."


" Ngapain juga gue balas dendam sama Lo, yang ada gue masuk rumah sakit karena Lo racuni gue." Jawab pria itu dengan nada ketus nya.


" Jadi Lo bilang gue pembunuhan gitu, Rido." Tanya pria itu yang tidak lain adalah Fadil.


" Memang Lo hampir jadi calon pembunuh." Jawab pria yang satunya sambil mencibir. Pria tidak lain adalah Rido.


Dua manusia yang sedang mengerjakan pekerjaan rumah itu tidak lain adalah Rido dan Fadil. Karena kesalahan yang mereka berdua lakukan membuat Fazar murka sampai membuat Fazar harus memberikan hukuman untuk keduanya dengan cara menyuruh Fadil dan Rido untuk membersihkan seluruh rumah ini selama satu hari.


Bukan itu saja mereka harus membuat makan malam. Makanan itu harus ada di jam yang sudah di tentukan oleh Fazar.


Hukuman yang di jalani oleh Fadil dan Rido, yang mereka lakukan akan memberi keuntungan untuk Fazar. Yaitu tidak perlu menunggu pembantu yang akan datang esok hari, Karena pembantu dadakan sudah ada.


" Ini Semua karena ulah Lo yang memberikan gue obat diarea. Sampai sampai gue harus mencret mencret itu semua karena ulah Lo." Kesal Rido mengingat kejadian beberapa jama yang lalu.


Kejadian yang membuat dirinya harus tinggal di kamar mandi dan juga harus di infus


karena ke habisan cairan.


Bukan itu saja, Tapi karena dirinya juga harus mendapatkan hukuman dari Fazar karena ulah mereka sendiri, Yaitu membuat keributan di rumah Fazar. Rido masih mengingat tentang jus itu. Jus maut buatan Fadil yang membuat dia hampir meninggal karena sakit perut.


Ya jus yang dia minum membuat dia sakit perut.


Karena jus yang di berikan oleh Fadil membuat Rido harus sakit perut, karena itu membuat Rido harus bolak balik di kamar mandi.


Bukan itu saja, Tapi Rido juga hampir pingsan karena banyaknya mengeluarkan cairan.

__ADS_1


bisa di bayangkan dia bolak balik di kamar mandi dengan tubuh yang begitu sangat lemas.


Sedangkan Fadil hanya tertawa sambil melihat tingkah Rido, yang dari tadi keluar masuk kamar mandi. Bukannya kasian dia malah mengatakan.


" Hahaha, Rido bagaimana pembalasan ku,


sangat memuaskan dari Lo mengerjai gue iyakan." Ucap Fadil sambil tertawa membuat.


Rido semakin kesal. Ternyata ada teman yang tertawa di bawah penderitaan nya.


Di saat Fadil menertawakan nya. Tapi ada Zain yang menolongnya untuk m membantunya


menelfon kan dokter. Kalau Tidak mungkin Rido sudah meninggal karena ulah dari sahabatnya yang berkedok bos itu.


Dokter mengatakan kalau Rido cuman salah makan. Tapi Rido baik baik saja dan Rido hanya kekurangan cairan. Jika di infus badannya tidak akan lemas lagi. Mungkin seperti itu yang di katakan oleh dokter.


Andai saja dokter tahu kalau Rido bukan salah makan, melainkan ada pelaku utama yang ingin membunuhnya, yaitu Fadil.


Mungkin dokter sudah menyuntikkan obat penenang ke Fadil. karena dia dianogsa terkena penyakit gangguan jiwa.


Sedangkan Fadil yang mengingat ke jadian beberapa jam yang lalu membuat dia kembali tertawa. Rasanya begitu sangat lucu bercampur kasian ke Rido. fix Fadil adalah teman yang ngga ada akhlak.


" Tuh, Sebuah pelajaran buat Lo, makanya Lo jangan kerjain gue." Ucap Fadil sambil tertawa. Yang langsung mendapatkan tatapan kesal dari Rido.


Andai Rido tahu kalau jus itu ada obatnya. Mungkin Rido tidak akan meminum jus buatan Fadil, dan berakhir dengan kejadian yang akan seperti beberapa jam yang lalu.


Perdebatan mereka di dengar.


oleh Fazar, yang hanya bisa geleng-geleng melihat kelakuan dua manusia yang ngga pernah akur tapi selalu bersama.


Fazar tidak habis pikir dengan kelakuan mereka. Sudah di beri hukuman tapi masih saja berulah.


Bukannya tadi mereka sudah berdebat


sampai sampai seluruh rumahnya mendengar setiap ejekan yang keluar dari mulut mereka masing masing.


Dan Fazar sendiri yang harus turun tangan menghentikan perdebatan itu. dengan memberikan mereka hukuman.


Tapi lihatlah perdebatan mereka belum selesai juga sampai sekarang.


" Apa sudah selesai tanya Fazar." Tanya Fazar membuat keduanya yang menghentikan perdebatan mereka.


Fadil dan Rido yang mendengar suara itu mengalihkan pandangannya ke arah sumber suara.

__ADS_1


Betapa kagetnya mereka saat melihat kalau A


abang nya yang sudah berdiri dengan baju rapi dan gagahnya di hadapan mereka.


" Dari tadi bang." Bukannya menjawab Fadil Mala kembali bertanya.


" Udah lama. Jawab Fazar.


" Dari kapan bang." Sambung Rido


" Dari kalian bertabrakan berujung perdebatan kecil." Jawab Fazar kembali yang membuat keduanya sedikit tegang.


Jika sudah begini mungkin mereka akan di hukum kembali, Karena membuat rumah Muhammad Yusuf Al Fazar menjadi ribut karena ulah dari mereka.


" Lanjutkan pekerjaan kalian. Tidak ada perdebatan yang membuat rumah ku yang damai ini terlihat ribut karena ulah dari kalian." Ancam Fazar yang sebelum Faza pergi." Ingat Abang telah memasangkan CCTV di rumah ini, jadi jika kalian berdebat maka Abang akan tahu " Ancam Fazar kembali membuat keduanya hanya hanya mengangguk mendengar ancaman dari Fazar.


Mereka tidak mau berakhir menjadi pembantu dadakan hanya karena perdebatan.


Mengerjakan pekerjaan yang belum pernah mereka lakoni sama sekali. Fadil yang melihat Fazar yang akan melangkah


pergi tiba tiba jiwa penasaran nya kambu saat melihat kalau Fazar sudah rapi dengan Setelan Formal nya.


" Abang mau kemana." Tanya Fadil saat melihat penampilan Fazar yang sudah rapi dengan setelan jas nya.


" Abang akan ketemu dengan klien." jawab Fazar. Fadil hanya mengangguk mengerti mendengar jawaban dari Fazar.


Fadil bisa melihat Fazar yang sudah pergi yang di ikuti langsung oleh Zain.


" Kapan bang kamu akan berubah menjadi Fazar yang dulu, Fazar yang tidak gila dalam pekerjaan. Fazar yang selalu berkumpul setiap hari libur." Batin fadil yang merindukan sosok Fazar tiga tahun yang lalu. sambil melihat Fazar yang sudah pergi dan tidak terlihat lagi dari depan pintu.


Fadil duduk di sofa yang berada di hadapannya yang langsung diikuti oleh Rido.


" Akhirnya selesai juga." Ucap Rido yang sudah duduk di atas sofa sambil merebahkan tubuhnya yang sangat lelah di sandaran sofa.


Tapi baru sebentar Fadil duduk.


Fadil kembali berdiri dan bergegas ke kamar mandi dengan sedikit berlari.


Mungkin kebelet kali Makanya lari, pikir Rido yang kembali bersandar di kepala sofa.


Bersambung


Jangan lupa komen like dan vote nya ya author ngga maksa 😁

__ADS_1


Makasih udah mau dukung author


Salam hangat dari author ulfa Zahra 😘


__ADS_2