Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 38


__ADS_3

Setelah selesai menyelesaikan salat magrib.


Fadil mengantarkan Wiyah, Fina dan harum untuk pulang.


Fadil mengantarkan Harum terlebih dahulu


terus itu Fina dan terakhir Wiyah dan kedua keponakannya.


Didalam mobil semua hening.


hanya Rafa dan Rafi yang banyak bicara yang di tanggapi oleh Fadil dengan senang hati.


Apalagi sekarang Rafa dan Rafi Duduk di sebelah Fadil. Sedangkan Wiyah duduk di kursi belakang.


Dari kaca spion Fadil bisa melihat Wiyah yang bersandar di kursi sedangkan pandangannya


mengarah keluar.


" Cantik." Gumam Fadil hampir tidak terdengar.


" Cantik. Walaupun tidak ada senyuman di bibirnya tapi dia masih terlihat cantik. Apalagi tersenyum mungkin jauh lebih cantik. masya allah begitu indah ciptaan mu ya allah.'' Batin Fadil memuji kecantikan Wiyah yang terlihat natural tapi tetap cantik. Apalagi Wiyah yang memiliki wajah teduh begitu sangat polos


siapa saja yang melihat akan tertarik melihatnya.


Walaupun sedang menyetir tapi sekali-sekali Fadil melihat kearah spion hanya ingin melihat Wiyah.


Saat melihat Wiyah Fadil tersenyum puas, saat melihat wanita yang berhasil menaruh namanya di separuh hatinya, yang kini terlihat jelas di hadapannya walaupun hanya mencuri curi pandang tapi Fadil senang karena wanita yang sedang dia sukai sedang ada bersamanya walaupun sedikit ada jarak.


" Maaf Wiyah nama jalannya apa." Tanya Fadil yang memecahkan suasana hening didalam mobil. Walaupun Fadil tahu dimana rumah Wiyah. Tapi kerena hanya ingin mengenal Wiyah. Membuat Fadil pura pura tidak tahu jalan yang akan dia tuju. Padahal jalan yang akan dia lewati Wiyah sejalur dengan rumah abangnya Fazar.


" Emma. Jalan xxx. GG_ " Jawab Wiyah dengan Canggung yang langsung. membuat Fadil mengangguk mengerti.


Kini suasana kembali hening. Sedangkan Rafa dan Rafi yang sudah tidur, Mungkin keduanya kelelahan makanya mereka tidurnya cepat.


" Wiyah apa masih sekolah atau kerja." Fadil mencoba membuka suara saat suasana kembali hening.


" Saya kuliah sambil kerja tuan." Jawab Wiyah.


" Kenapa tuan, saya bukan bos kamu.'' Tanya Fadil sambil terkekeh kecil saat mendengar Wiyah memanggil nya tuan.


" ..." Wiyah hanya diam tidak menjawab.


" Panggil saja kak Fadil sama seperti Rafa dan Rafi memanggilku" Jelas Fadil yang tahu kalau Wiyah pasti canggung saat berbicara dengannya.


" Iya, kak Fadil." Jawab Wiyah sedikit terbata bata karena belum terbiasa.


Fadil tersenyum saat sekilas pandangnya melihat kearah spion yang memperlihatkan Wiyah yang sedang duduk menghadap kedepan.


" Kuliah jurusan apa." Tanya Fadil.


" Jurusan hukum." Jawab Wiyah sambil tersenyum kecil, yang Fadil tidak sadari karena pandangan nya yang sedang fokus kedepan.

__ADS_1


" Wah, ternyata orang di hadapanku calon pengacara ya." Ucap Fadil dengan candaan.


" Insyaallah.'' Jawab Wiyah tersenyum. Senyum yang tidak disadari oleh Fadil padahal senyum itu yang dia nantikan.


" Terus Wiyah kerjanya dimana.''


" Saya kerja disebuah penitipan anak." Jawab Wiyah.


" Sebagai guru." Wiyah menggeleng." Lalu sebagai apa." Tanya Fadil. Padahal Fadil sudah tau dari informasi yang anak buahnya berikan kalau Wiyah kerja sebagai pengasuh dan bukan sebagai guru.


Fadil yang mendengar penjelasan dari anak buahnya tidak habis pikir dengan gadis yang sudah memasuki hatinya. Kenapa dia mau bekerja sebagai pengasuh. Sedangkan dia memiliki ijasah untuk bekerja di tempat lain.


Apalagi gadis itu memiliki sebuah nilai yang sangat bagus dan mendapatkan beasiswa universitas hukum yang Mungkin orang jarang akan mendapatkannya.


Gadis pintar yang memilih bekerja menjadi pengasuh dari pada pekerjaan yang lain.


Yang menyembunyikan dirinya sebagai gadis yang berprestasi menjadi gadis yang sangat pemalu.


" Saya sebagai pengasuh.'' Jawab Wiyah,


" Kenapa sebagai pengasuh. Bukanya kamu memiliki ijasah untuk bekerja ditempat lain.


Kamu bisa mendapatkan pekerjaan jauh lebih bagus.'' Tanya Fadil penasaran apa alasan Wiyah mau bekerja di tempat itu. Maaf saya bertanya sampai terlalu jauh." Ucap Fadil yang merasa tidak enak karena bertanya terlalu jauh.


" Tidak apa kak Fadil." Jawab Wiyah tersenyum.


Ya senyum yang Fadil nantikan akhirnya terlihat juga. Melihat senyum itu membuat hati Fadil bagaikan di terbagi berbagai kup- kupu.


" Manis, Walaupun sekilas." Batin Fadil yang ikut tersenyum.


Kita juga bekerja bukan untuk mencari yang mana bagus. Yang mana pantas untuk kita dan


yang mana menghasilkan uang banyak dan yang mana tidak. bekerja juga tidak harus memilih dengan ijasah tapi usaha kita sendiri.


Kalau kita mampu maka kita bisa bekerja di tempat yang lain walaupun tidak memiliki ijazah.'' Jelas Wiyah, membuat Fadil tertegun mendengar jawaban gadis itu.


" Masyaallah. Jiwa dan pemahamannya saja begitu sangat dewasa berbeda dengan usianya yang masih muda.'' Batin Fadil semakin kagum dengan Wiyah.


" Betul yang kamu katakan Wiyah." Puji Fadil setuju dengan apa yang Wiyah jelaskan barusan." Pekerjaan itu yang penting halal dan bisa membagi waktu salat kita.'' Ucapnya


" Betul banget Kak Fadil.'' Wiyah membetulkan ucapan Fadil.


Karena asyik berbincang Fadil tidak menyadari kalau sudah sampai ditempat yang dituju oleh Wiyah.


" Rasanya cepat banget, Padahal baru tadi aku bisa ngobrol sama dia kini harus pisah lagi karena sudah sampai di tempat tujuan." Batin Fadil tidak terima saat dia tahu kalau dia sudah sampai di tempat tujuannya mengantarkan Wiyah.


" Udah sampai kak.'' Ucap Rafi yang baru bangun dari tidurnya,


" Iya Rafi kita udah sampai.'' Jawab Wiyah bukan Fadil.'' Tolong bangunin Rafa'' Suruh Wiyah.


" Iya cil." Rafi mengangguk mendengar perintah Wiyah.

__ADS_1


Sedangkan Fadil hanya melihat bagaimana instruksi antara Rafi dan Wiyah.


" Tunggu Wiyah.'' Cegah Fadil saat melihat Wiyah akan membuka pintu mobil.


Wiyah yang melihat Fadil mencegahnya


hanya mengerutkan keningnya bingung.


Kemudian Fadil turun dari mobilnya dan berputar pindah ke pintu mobil satunya." Ngga usah kak Fadil." Jengah Wiyah saat Fadil


membukakan pintu untuknya.


" Ngga apa Wiyah, Anggap saja sebagai tanda kalau kita udah jadi teman.'' Jawab Fadil.


Wiyah turun dari mobil." Makasih kak Fadil " Ucap Wiyah tulus sambil tersenyum.


" Sama-sama Wiyah." Jawab Fadil yang membalas senyuman dari Wiyah.


Kemudian Fadil berbalik arah untuk membukakan pintu untuk Rafa dan Rafi." Makasih kak Fadil " Ucap keduanya sambil tersenyum saat sudah turun dari mobil Fadil


" Iya, Sama sama Rafa, Rafi.'' Jawab Fadil tersenyum.


" Apa kak Fadil ngga singgah dulu di rumah.'' Tawar Rafi.


" Lain kali saja Rafi." Jawab Fadil sedikit menundukkan tubuhnya setara dengan Rafi.'' Kalau nanti Kak Fadil datang untuk meminang Acil mu " Bisik Fadil yang Langsung mendapatkan tatapan dari Rafi dengan tatapan yang bingung.


Fadil hanya tersenyum menanggapi tatapan bingung dari Rafi." Kalau gitu aku pamit Wiyah " Pamit Fadil.


" Iya kak, sekali lagi terimakasih." Ucap Wiyah kembali dengan tersenyum lembut.


" Iya.'' Jawab Fadil kemudian melangkah masuk ke dalam mobil kemudian pergi meninggalkan Wiyah, Rafa dan Rafi..


" Apa yang Kak Fadil bisikan.'' Tanya Rafa sela-sela langkah mereka. Sedangkan Wiyah yang berada di belakang jadi bingung dengan tingkah keduanya yang berbisik-bisik.


" Mereka lagi ngomong apa sih ko sampai bisik bisik.'' Batin Wiyah pemasaran.


Sedangkan Rafa yang dari tadi penasaran semakin mendekatkan tubuhnya untuk meminta penjelasan apa yang di bisikan oleh Fadil tadi ke Rafi, yang membuat jiwa penasaran Rafa bangkit saat melihat Fadil yang membisikkan sesuatu ke Rafi.


" Ngga tahu " Jawab Rafi yang memang nggak tau arah bicara Fadil tadi.


" Kok nggak tahu.'' Tanya Rafa.


" Emangnya Rafi ngga tahu, orang Kaka Fadil ngomongnya kaya gini ' Nanti Kak Fadil datang untuk meminang Acil mu ' katanya gitu.'' Jelas Rafi yang mendapatkan anggukan dari Rafa.


" Apasih yang kalian bisik-bisikan." Tanya Wiyah yang ikut penasaran.


" Ngga ada Acil." Jawab mereka.


" Anak-anak yang aneh" Gumam Wiyah yang melihat tingkah keduanya.


bersambung.

__ADS_1


Jangan lupa komen like dan vote ya


biar author makin semangat buat up.


__ADS_2