Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 82


__ADS_3

Tidak lama Fadil telah di pindahkan ke ruangan perawatan untuk melakukan perawatan lebih lanjut sebelum Fadil melakukan pengobatan di kota J.


Ruangan yang seperti Rumah sendiri membuat Fadil merasa seperti berada rumah sendiri, apalagi Ruangan tempat dia di rawat adalah ruangan VVIP. Ruangan yang terkesan begitu sangat mewah karena setiap yang di rawat di ruangan itu orang akan berasa seperti di hotel ketimbang di rumah sakit.


.


.


Fadil yang sedang terbaring di ranjang rumah sakit, Sadar kalau dirinya pasti sudah begitu sangat lama di rawat di rumah sakit ini. Fadil tidak tahu seberapa lamanya dia berada di rumah sakit ini karena dirinya sendiri belum di beritahu.


" Aku tidak tahu apakah Wiyah masih mau melanjutkan lamaran ku, Setelah aku pergi lama tanpa memberikan nya kepastian sama sekali." Batin Fadil yang memikirkan bagaimana dengan rencananya kemarin." Tapi Jika aku gagal itu artinya, Selama ini rencana ku juga akan gagal semua." Batin Fadil penuh dengan tanda tanya." Apakah aku harus melakukan nya sekarang, mengingat kondisiku yang semakin memburuk jika menunggu terlalu lama. Aku takut kalau aku tidak akan bisa melakukan yang selama ini aku rencanakan, jika nanti aku terlanjur pergi nantinya.


Tapi mengingat kalau mereka belum saling mengenal membuatku tidak yakin. Apakah aku harus mempersatukan mereka sebelum aku benar benar pergi, Tanpa membuat mereka saling mengenal." Tanya Fadil pada dirinya sendiri." Tapi ini jalan terbaik dengan memperkenalkan mereka lewat jalur pernikahan. Semoga dengan pernikahan itu, Abang akan berubah seperti dulu lagi. Karena dengan kehadirannya bisa mencairkan gunung es yang sudah lema membeku yang bisa menghapus bayang bayang masa lalunya." Batin Fadil kembali mencoba meyakinkan dirinya sendiri untuk bisa mengikhlaskan sesuatu yang berhak dia lepaskan karena belum ada ikatan yang mengingat mereka.


Mungkin Terlalu cepat, Tapi Fadil akan berusaha untuk ikhlas menerima semuanya.


Walaupun Waktu dua bulan bersama nya itu seperti obat penguatnya karena selama dua bulan mengenal nya, membuat dia seperti obat penenang rasa sakitnya setiap melihat senyuman manis dari nya.


Fadil masih mengingat apa yang pernah dia katakan pada dirinya sendiri Saat itu' Apakah bunda tahu, keputusanku akan mengubah kehidupan seseorang' ya perkataan itu masih Fadil ingat sampai sekarang karena Fadil akan berubah seseorang dengan caranya sendiri.


Walaupun Tidak bisa mendapatkan nya. Tapi aku masih bisa melihat senyuman nya dengan cara dekat. Batin Fadil.


Ceklek.


Suara pintu membuat Fadil sadar dari lamunannya. Suara langkah kaki mengarah ke arah membuat Fadil yakin kalau yang melangkah ke arah ranjang nya itu adalah Fazar. Ya Fadil menghafal setiap suara langkah Abang itu. Entah bagaimana tapi Fadil bisa.


Fazar melangkah mendekati ranjang adiknya itu yang masih terbaring di atas ranjang rumah sakit. Tubuhnya juga masih terpasang alat alat yang bisa membantunya untuk kuat. Tapi Tidak sebanyak saat Fadil masih kritis kemarin.


" A_ba_ng." Ucap Fadil yang masih terbata bata karena Fadil masih susah saat mengangkat bibirnya mengucapkan setiap katanya. Saat Fadil melihat Fazar mendekati Ranjangnya.


Fazar mendekati Ranjang adiknya itu lalu mengusap lembut kepala Fadil yang tidak memiliki rambut karena kini kepala Fadil botak. Fazar mengambil kursi yang berdekatan dengan kasur Fadil.


Lalu Fazar duduk di kursi dekat dengan kasur Fadil. Fazar menggenggam tangan adiknya yang terlihat lebih kurus dari yang kemarin.


" Bagaimana dengan keadaan mu." Tanya Fazar yang ingin memastikan kalau Adik itu baik baik saja.


Mendengar pertanyaan dari Abang itu membuat Fadil tersenyum." A_ku b_aik bang." Jawab Fadil yang memperlihatkan senyuman nya di balik bibir pucat nya itu.


Fazar melihat senyuman Fadil merasa sangat sedih karena Adiknya itu masih bisa tersenyum padahal dia sendang sakit." Maafkan abang Dil, Karena abang terlambat menyadari kalau kamu terkena penyakit mematikan ini. Maafkan abang yang terlalu mementingkan diri abang sendiri tanpa mementingkan kalian dan tidak mencari tahu kalau kamu terkena penyakit matikan. Maafkan abang yang begitu sangat ceroboh." Ucap Fazar yang begitu bersalah saat melihat senyuman dari adiknya itu.


Mendengar Kata ' maaf ' yang keluar dari bibir Abang nya membuat Fadil menggenggam tangan Abang yang sedang menggenggam tangan nya.


" Abang tidak bersalah dengan kondisi Fadil Sekarang karena ini sudah Kehendak takdir yang sudah dituliskan untuk kita, Allah menguji kita karena Allah tahu kita bisa melewatinya. Allah hanya ingin melihat sebesar apa kesabaran kita setiap menghadapi masalah yang allah berikan. Apakah sama seperti saat Kita mendapatkan kebahagiaan, apa rasa bersyukur kita masih ada atau tidak.

__ADS_1


Abang tidak terlambat menyadari itu semua karena abang sudah berjuang demi kami semua. abang tidak bersalah dengan penyakit yang Fadil derita sekarang." Jawab Fadil dengan ucapan terbata bata. Walaupun Fadil begitu sangat sulit untuk mengucapkan setiap katanya, Tapi Fadil Akan terus berusaha untuk mengucapkan itu agar abang nya itu tidak menyalakan dirinya.


Karena Fadil sendiri lah yang menyembunyikan penyakitnya itu agar keluarga nya tidak tahu. Fadil menginginkan saat Keluarganya itu mengetahui kalau Fadil terkena penyakit itu saat dirinya di nyatakan sembuh atau saat pergi meninggalkan dunia ini." Jangan pernah menyalahkan diri abang karena abang tidak bersalah. Berhenti menyalahkan diri abang." Ucap Fadil kembali sambil menatap kearah abangnya itu.


Fazar yang mendengar setiap kalimat yang keluar dari bibir adiknya walaupun tidak sejelas seperti biasanya tapi Fazar tetap mengerti apa saja yang di ucapkan oleh adiknya itu.


" Tapi karena kecerobohan abang yang terlambat mengetahui penyakitmu, Membuat kamu seperti ini." Ucap Fazar kembali.


" Abang tidak bersalah di sini. Karena Fadil sengaja menyembunyikan penyakit Fadil agar abang tidak tahu." Jawab Fadil memberikan alasan yang memang tepat agar Abang nya itu tidak merasa bersalah.


" Apa karena masalah abang membuat Kamu sampai menyembunyikan penyakit mu." Tanya Fazar.


Fadil yang mendengar pertanyaan dari Fazar cukup terkejut. Bagaimana abangnya itu bisa tahu." Abang tahu Dil. Karena masalah abang kamu sampai menyembunyikan penyakit mu. Abang tahu karena kamu tidak mau sampai menyusahkan abang hanya karena penyakit yang kamu derita selama hampir empat tahun." Ucap Fazar yang seperti tahu apa yang Fadil pikirkan." Maafkan abang Dil, Maafkan abang." Ucap Fazar kembali.


Fadil yang mendengar setiap kata maaf yang keluar bibir abangnya itu semakin merasa bersalah." Abang tidak salah dari masalah ini bang." Ucap Fadil menyakinkan abangnya itu agar tidak menyalakan dirinya.


Keduanya sama-sama hanyut dalam kesedihan mereka. Mereka berdua sama-sama menyalahkan diri mereka sendiri karena mereka sama-sama menyembunyikan luka yang mereka derita sehingga membuat mereka terluka sendiri tanpa membagi nya kepada orang lain. Seharusnya mereka bisa membagi luka mereka yang mungkin bisa mereka selesaikan bersama dengan solusi.


Fazar menatap adiknya itu lalu mengusap air mata Fadil yang menetes membasahi pipinya.


" Sekarang kamu tidak perlu merasakan sakit lagi. Karena abang akan melakukan apapun agar kamu sembuh." Ucap Fazar menatap adiknya.


" Apa yang akan abang lakukan. Abang kan tahu kalau penyakit Fadil sudah sulit untuk disembuhkan karena sudah memasuki stadium akhir atau empat." Jawab Fadil yang masih mengingat ucapan dari dokter Faris kalau kanker yang menyerang pada tubuhnya sudah memasuki stadium akhir atau empat.


Fadil terdiam saat mendengar perkataan dari abangnya kalau dirinya akan dikirim di kota J untuk melakukan pengobatan. Fadil sedikit ragu mendengar ucapan Fazar, Karena Fadil tidak tahu apakah dirinya bisa sembuh atau tidak. Mengingat ucapan dari dokter. Kalau kanker yang menjalar ke seluruh tubuh sudah memasuki stadium akhir atau empat.


Apalagi Fadil tidak mendapatkan sumsum tulang yang cocok dengannya walaupun Fadil sudah mencarinya ke semua orang yang mau mendonorkan sumsum tulang mereka tapi sayang di antara mereka tidak ada yang cocok dengan sumsum tulang nya.


" Apa abang yakin kalau aku akan sembuh di sana." Tanya Fadil menatap mata Fazar yang sedang mengangguk." Tapi sesampainya di sana apakah Aku akan mendapatkan pendonor yang cocok dengan ku." Tanya Fadil yang ingin memastikan.


Karena Fadil yakin kalau Fazar mengirim nya ke kota J untuk mencari Seorang yang bisa mendonorkan sumsum tulang yang cocok dengan Fadil. karena disini Fazar tidak mendapatkan seorang yang bisa mendonorkan sumsum tulang untuk Fazar. Maka dari itu Fazar mengirim Fadil ke kota J.


Karena Abangnya itu tahu kalau Keluarganya yang berada di kota J bisa membantunya. Mungkin sumsum tulang mereka cocok seperti yang dimiliki oleh Fadil.


" Dua hari lagi kamu akan melakukan penerbangan ke sana. Tapi sebelum itu kamu harus mendapatkan perawatan terlebih dahulu agar nanti saat sampai kamu di sana kamu tidak drop karena perjalanan jauh." Ucap Fazar kembali.


Mendengar perkataan dari Fazar kalau dirinya akan berobat ke kota J dan tinggal dua hari lagi dua akan pergi Membuat Fadil terdiam karena Fadil takut kalau rencananya akan gagal kalau tidak di lakukan secepatnya. Apalagi Fadil akan pergi ke kota J.


Fadil tidak tahu sampai di sana dia masih bisa pulang kembali atau tidak Sedangkan dirinya tidak tahu apakah masih bisa sembuh atau tidak saat melakukan pengobatan. Bisa saja kan kalau dirinya akan mati setelah melakukan pengobatan dan dirinya juga belum sepat menepati janji kepada Wiyah kalau dia akan datang kerumahnya.


Tapi mengingat kondisinya membuat Fadil tidak yakin. Apalagi Selama beberapa hari ini Fadil tidak datang untuk menepati janji membuat Fadil tidak yakin apakah Wiyah masih mau menerimanya atau tidak. Ya mengingat kondisi tubuhnya yang tidak baik baik saja membuat Fadil tidak mau menemui Wiyah selain seseorang yang dia butuhkan sekarang.


" Aku tidak mau pergi berobat di kota J, bang." Ucap Fadil membuat Fazar mengerutkan keningnya tanda bingung dengan ucapan Fadil.

__ADS_1


" Kenapa. Apakah kamu takut kalau kamu tidak akan sembuh. Tenanglah Dil, Kamu akan sembuh setelah kamu sampai di sana dan menjalankan pengobatan." Jawab Fazar mencoba untuk menyakinkan adiknya itu.


" Fadil ngga mau bang kalau Fadil berobat di sana." Ucap Fadil yang menolak.


" Kenapa kamu tidak mau berobat di sana. Bukannya kamu ingin sembuh." Tanya Fazar.


" Ya. Aku mau sembuh, Tapi aku tidak yakin dengan itu mengingat kondisiku sekarang yang tidak baik baik saja membuat aku tidak yakin kalau aku akan sembuh." Jawab Fadil yang memberikan alasan yang begitu sangat tepat." dan aku juga punya alasan kenapa aku tidak mau berobat di sana selain rasa takutnyaku" Ucap Fadil kembali.


Mendengar Ucapan dari Fadil membuat Fazar bingung dengan sang adik yang menolak untuk melakukan pengobatan padahal dirinya masih mau untuk sembuh.


" Yakinkan kepada Allah kamu akan sembuh. Bukannya yang mengatur. Maut, rejeki dan jodoh itu Allah. Maka dari itu kita harus harus percaya kepada Allah kalau kamu akan sembuh jangan malah berpikir kalau kamu tidak akan sembuh." Ucap Fazar membuat Fadil sedikit Terdiam." Terus apa alasan yang membuat kamu tidak mau untuk berobat." Tanya Fazar.


Fadil melihat ke arah abangnya itu." Apakah aku harus mengatakan nya sekarang." Batin Fadil.


" Karena aku memiliki impian yang masih belum terwujud dan janji yang belum di tepati. aku tidak mau meninggalkan kota ini sebelum janji dan impian aku terpenuhi. Aku hanya ingin melihat impianku selama ini terpenuhi di sisa hidupku yang tinggal sebentar lagi." Jawab Fadil membuat Fazar semakin bingung.


" Jangan berbicara seperti itu abang yakin kamu masih bisa sembuh setelah berobat di kota J. Katakan apa janji mu dan apa impian mu maka abang akan memenuhinya asal kamu mau berobat di kota J. Abang sanggup melakukan untuk menepati janjimu dan impian mu asal kamu mau ke kota J." Ucap Fazar membuat Fadil tersenyum senang." Katakan lah."


" Benarkah itu bang. Abang akan melakukan apapun agar impianku dan Janjiku terpenuhi." Tanya Fadil membuat Fazar mengangguk." Abang janji, abang kalau abang akan memenuhinya." Tanya Fadil kembali.


" Iya abang janji, Tapi kamu harus mau berobat ke kota J. Abang akan melakukannya apapun itu janji atau Impian mu." Ucap Fazar kembali dengan begitu sangat yakin." Katakan abang akan melakukan yang sekarang." Suruh Fazar.


Fadil menatap Abang nya itu dengan tatapan yang sulit Di artikan."Janjiku. Aku hanya ingin mendengar wanita yang aku cintai menerima lamaran ku dan melihat dia bahagia bersama dengan orang yang bisa menjaganya jika aku pergi nantinya." Ucap Fadil sambil menatap abangnya itu.


Fazar yang mendengar ucapan dari Fadil semakin bingung. Apa maksud dari Fadil. dia ingin mendengar lamarannya di terima tapi ingin melihat gadis yang dia cintai bersama dengan orang lain, apa maksud dari adiknya itu. Tapi pernyataan itu Fazar simpan sampai Fazar mendengar apa impian dari Fadil.


" Dan Impian aku. Aku hanya ingin melihat abang menikah sebelum aku pergi nantinya. Karena aku takut kalau aku tidak akan bisa melihat abang menikah. Sebelum aku benar benar pergi." Ucap Fadil memberikan tahukah apa impian nya itu.


Mendengar apa impian dari adiknya itu membuat Fazar semakin terdiam." Kenapa kamu mempunyai impian seperti itu. menginginkan abang menikah." Tanya Fazar yang sadar dari Keterdiaman nya.


" Karena aku hanya ingin melihat abang bahagia dengan senyuman bahagia bukan paksaan saat bertemu dengan klien. Aku hanya ingin abang bahagia, setelah abang menikah. Aku hanya ingin abang memiliki seorang istri yang bisa bersama ABANG dan menghapus semua bayang bayang masa lalu abang." Jawab Fadil memberikan alasan." aku hanya ingin melihat abang menikah sebelum Fadil pergi nantinya." Ucap Fadil kembali.


Fazar semakin bingung bagaimana caranya menjawabnya. Bukannya dia sudah berjanji.


Tapi Fazar tidak mengira kalau impian adiknya seperti itu. Impian yang membuat dirinya juga bingung.


Mungkin impian Fadil yang satu itu Fazar tidak bisa memenuhinya karena Fazar tidak bisa melakukan itu. Fazar masih terjebak di dalam masala lalunya yang sampai sekarang Fazar susah untuk melupakannya.


Bersambung.


Harap bijak dalam membaca.


Banyak Typo yang bertebaran.

__ADS_1


Jangan lupa like komen dan vote nya biar author Makin semangat buat up nya.


__ADS_2