Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 64


__ADS_3

" Zain aku menyerahkan semua kepadamu " perintah Fazar yang sudah berdiri dari duduk lalu berjabat tangan dengan klien nya.


" Baik tuan Fazar." Jawab Zain.


" Terimakasih sudah tuan Zain sudah mau berkerja sama dengan perusahaan kami." Ucap klien itu dengan tersenyum ramah, saat mereka sudah selesai berjabat tangan.


" Tidak masalah tuan, saya senang bisa bekerja sama dengan perusahaan anda." Jawab Fazar dengan senyum yang di paksakan.


" Apakah saya bisa pergi, karena ada urusan penting yang harus saya kerjakan. Saya sudah menyerahkan tugas itu ke sekertaris saya untuk menjelaskan apa saja keuntungan dalam kerjasama perusahaan kita." Ucap Fazar yang sudah melepaskan jabatan tangannya.


" Tentu tuan Fazar." Jawab klien itu.


" Zain aku menyarankan semua padamu, jelaskan apa saja keuntungan-keuntungan." Ucap Fazar sebelum iya melangkah keluar.


Zain hanya mengangguk mendengar perintah dari tuannya.


" Silahkan duduk tuan, saya akan menjelaskan apa saja keuntungan bekerja sama dengan kami." Ucap Zain.


Sedangkan klien hanya mengangguk, menuruti perintah dari Zain.


Zain mulai menjelaskan apa saja yang keuntungan berkerja sama dengan perusahaan Fazar.


.


.


Fazar menuruni satu persatu anak tangga dengan ponsel di tangan nya, karena dia sedang membaca beberapa artikel penting.

__ADS_1


yang di kirim oleh Rido.


Fazar menghentikan langkahnya saat melihat email dari Zain kalau, ada yang belum dia jelaskan soal kontrak nya yang tadi dengan klien.


Fazar menghela nafasnya karena dia harus kembali lagi di dalam ruangan Zain, untuk menjelaskan beberapa hal penting yang dia belum ia beritahukan itu ke Zain.


Padahal tadi rencananya dia akan pergi ke rumahnya untuk mencari tau apakah adik nya Fadil sudah pulang atau belum.


Tapi karena mendapatkan email dari Zain membuat Fazar mengurungkan niatnya kembali ke rumahnya dan mencari sang adik yang suka menghilang mendadak.


Fazar berbalik, untuk kembali naik ke atas.


Melangkah menaiki satu persatu anak tangga, dengan ponsel di tangannya. Sedangkan padangan nya tetap fokus kearah ponsel.


Tapi saat Fazar akan menyimpan ponselnya kembali ke dalam saku celananya, Padangan nya tertuju kearah tangga bagian atas, yang terdapat seorang gadis yang sedang menuruni anak tangga. Fazar yang melihat gadis itu, tentu mengenali siapa gadis yang sedang menuruni anak tangga itu. sedangkan gadis itu belum menyadari ke hadirannya yang sedang berdiri di tangga sambil melihatnya.


Fazar mengakui kalau gadis yang selalu dia temui tanpa sengaja itu sekarang tampak cantik. Atau memang cantik dari awal tapi Fazar tidak pernah mengakui nya hanya karena tertutup oleh rasa benci karena kejadian dua bulan yang lalu.


Fazar terus memperhatikan gadis itu, sampai Fazar menyadari kalau ada urusan yang harus dia kerjakan.


Fazar kembali melanjutkan langkahnya menaiki satu persatu anak tangga, Sampai Fazar berdiri persis di sebelah gadis itu yang sedang menuruni anak tangga tanpa menyadari kehadiran Fazar.


Sedangkan Fazar hanya cuek.


sampai berapa detik.


" Astaghfirullah." Pekik gadis itu yang langsung di dengar oleh Fazar. Fazar yang mendengar suara itu melihat kearah samping.

__ADS_1


Melihat kalau gadis itu akan jatuh. Dengan langkah cepatnya, Fazar mendekati gadis itu.


Dengan tangan kekarnya Fazar berhasil menangkap pinggang dari gadis itu yang hampir saja jatuh, Jika Fazar tidak tempat waktu untuk menangkapnya lalu Menarik pinggang gadis itu mendekat padanya.


Karena Fazar terlalu cepat menarik pinggang gadis itu membuat tubuh mereka saling bertabrakan.


Kepala dari gadis itu membentur dada bidang Fazar sedangkan tubuhnya yang menempel sempurna di tubuh Fazar.


Dada bidang Fazar terasa nyeri akibat benturan dari kepala gadis itu.


".Siss." Desis Fazar saat merasa ngilu pada dadanya.


Dari jarak yang begitu dekat Fazar bisa melihat wajah dari gadis itu yang sedang menutup matanya, apalagi gadis itu tepat berada didepannya dan tidak ada jarak untuk keduanya. Perlahan lahan gadis itu membuka matanya dan pandangan mereka saling mengunci satu sama lain.


Deg.


Deg.


Jantung Fazar berdetak jauh lebih kencang dari biasanya. Sampai berapa detik. tatapan mereka saling mengunci satu sama lainnya. Fazar maupun gadis itu sama sama terdiam dalam pikiran mereka sendiri.


Bersambung.


Maaf author baru bisa up.


soalnya lagi ngga enak badan,


Insyaallah besok author up lagi.

__ADS_1


tapi ngga janji ya.


Salam manis dari author 😉


__ADS_2