Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 69


__ADS_3

Sesampainya di taman. Fina Wiyah dan Fadil turun dari mobil.


Fadil melihat kearah kedua gadis itu." Kalian duluan aja, Soalnya ada yang mau aku bicarakan dengan sahabat ku." Suruh Fadil sambil menyebut Fiki adalah sahabatnya. Kedua gadis itu hanya mengangguk mengerti.


" Kalau gitu, Kami duluan ya, Kak Fadil." Jawab Wiyah sambil tersenyum. Fadil yang melihat senyuman dari Wiyah semakin jatuh cinta kepada gadis itu.


" Baiklah Wiyah, Fina. Kalian hati hati ya, nanti aku nyusul." Ucap Fadil membuat keduanya Mengangguk mengerti.


Keduanya melangkah meninggalkan Fadil yang sedang bersama orang suruhannya.


Fadil melihat ke arah Fiki." Kamu duluan saja, karena saya pulang nya nanti yang nyetir sendiri." Suruh Fadil membuat Fikri yang mendengar itu cukup terkejut, Karena Fiki tahu kalau tuanya itu baru saja keluar dari rumah sakit. Fiki juga tahu kalau Fadil itu sedang terkena penyakit yang sangat mematikan. Yang membuat Fiki bingung, Yaitu Kenapa tuanya itu selalu menghindar dari rumah sakit, setiap akan di rawat inap. Bukan itu saja Fadil juga menyembunyikan penyakitnya itu dari seluruh keluarganya.


" Tapi tuan, Bagaimana dengan anda bukan nya anda baru saja keluar dari rumah sakit." Tanya Fiki.


Fadil tersenyum." Fiki, saya hanya mengendarai mobil, bukanya mau berkelahi. Jadi tenang lah, Tidak akan terjadi sesuatu kepada Saya." Jawab Fadil sambil terkekeh yang membuat Fiki semakin bingung dengan tuanya yang satu ini." Tidak akan terjadi sesuatu kepada saya Fiki, Tenanglah. jika terjadi sesuatu Saya akan mengabari kamu." Ucap Fadil membuat Fiki hanya mengalah saja, Dari pada Dia berdebat yang ada nanti dia yang di pecat.


" Baiklah tuan, Jika terjadi sesuatu kepada anda, segera Hubungi saya." Jawab Fiki yang lebih mengalah. Fiki memberikan Kunci mobilnya ke Fadil yang langsung di Terima dengan baik oleh Fadil.


" Oke, Kamu bisa menelfon yang lain untuk menjemput mu." Suruh Fadil yang di langsung dianguki oleh Fiki.


Fiki melangkah meninggalkan Fadil, Sedangkan Fadil melangkah pergi menuju kearah taman untuk menyusul Fina dan Wiyah di sana.


Tapi baru saja Fadil akan menyusul kedua gadis itu. Fadil harus di hentikan oleh sesuatu yang mengalir dari hidungnya.


" Kenapa harus sekarang sih." Gumam Fadil kesal Karena melihat darah yang menetes ke tanah Dan juga baju nya. Untung baju Fadil yang berwarna hitam jadi tidak meninggalkan bekas.


Fadil mengambil saputangan nya yang berada di saku celananya. Fadil sengaja membawa saputangan itu, karena dia tahu akan seperti ini.


nya

__ADS_1


Fadil menghentikan langkahnya lalu memutar masuk ke dalam mobil yang memang tidak jauh darinya.


Sampai di dalam mobil, Fadil berusaha untuk menghapus darah dari hidung nya yang terus mengalir." Ya Allah, Biarkan aku tersenyum Walaupun hanya sebentar." Gumam Fadil di sela-sela membersihkan darah dari hidung nya yang terus mengalir.


Tidak butuh waktu lama, Darah yang tadi keluar begitu Derasnya, akhir nya berhenti juga. Yang membuat Fadil bernafas lega.


Setelah memastikan kalau darah yang mengalir dari hidungnya benar-benar bersih mengunakan saputangan dan juga tisu basah. Fadil segera membereskan sisa-sisa tisu dan saputangan yang terkena darah, Memasukkan nya dalam plastik hitam. Setelah memastikan kalau tidak ada lagi tisu yang berhamburan Fadil memutuskan untuk keluar.


Tapi baru saja Fadil membuka pintu, Fadil merasakan kalau kepalanya begitu sangat sakti, Sampai sampai pandangannya Fadil terasah kabur dan terasah oleng jika Fadil memaksakan untuk berjalan.


Karena Fadil merasakan tidak sanggup untuk melanjutkan langkahnya Fadil menyenderkan tubuhnya di kepala kursi. Sedangkan pandangannya mengarah ke langit-langit mobil.


Fadil menatap kosong kearah langit langit mobilnya.


" Jika aku tidak di ijinkan untuk bahagia, Kenapa aku harus hidup dalam penderitaan ini. Kenapa aku harus tersiksa setelah aku mengetahui kalau jatuh cinta itu, seindah ketika kita bisa melihat senyuman bahagianya. Kenapa dulu aku menghindar kalau aku tahu jatuh cinta itu bisa melupakan diri kita sendiri." Gumam Fadil menatap kearah langit-langit.


Fadil sudah berusaha untuk menghindari cinta setelah Fadil mengetahui kalau dia terkena penyakit yang begitu sangat mematikan, Yaitu empat tahun yang lalu. Tapi sejauh jauhnya Fadil menghindar pasti takdirnya akan mempertemukan nya juga dengan yang namanya cinta. Biarlah dia berlari sejauh manapun, tapi jika takdir yang mempertemukan kita, maka kita sendiri tidak bisa menghindarinya. Sejauh Fadil menghindar, Tapi takdir tetap mempertemukan nya dengan Wiyah. Padahal dia sudah menghindar. Tapi apalah daya pertemuannya dengan gadis cantik begitu sangat lugu, membuat Fadil jatuh cinta untuk pertama kalinya hanya lewat pandangan pertama.


Mungkin itu sedikit konyol, Tapi yang Fadil katakan itu memang kenyataannya. Takdir membuatnya untuk Jatuh cinta tapi takdir juga yang membuatnya patah hati untuk pertama kalinya.


Fadil mengusap wajahnya kasar, karena menyadari telah menyalakan takdir yang tertulis untuk nya." Astaghfirullahaladzim." Fadil beristighfar saat dirinya menyadari kalau dia menyalakan takdir tertulis untuk nya." Maafkan aku ya Allah, Telah menyalakan takdir mu." Gumam Fadil merasa sangat beralasan karena menyalakan takdir yang tertulis untuknya. Fadil begitu sangat yakin dengan takdir Allah yang begitu sangat indah untuknya, Tapi diuji dengan cara kesabaran dan keikhlasan hati nya.


" Ijinkan aku untuk mencintainya walaupun hanya sebentar. Izinkan aku tersenyum saat melihat senyumannya, sebelum aku melihat senyuman itu untuk orang lain." Gumam Fadil.


Fadil memutuskan untuk beristirahat sebentar, sebelum Fadil ikut menyusul kedua gadis itu.


🍃🍃🍃🍃


Fina dan Wiyah terus menyusuri taman itu, Tapi yang mereka cari sama sekali tidak ketemu.

__ADS_1


Fina melangkah duduk di kursi taman karena merasa kelelahan terlalu lama berkeliling." Kenapa Harum ngga ada di sini. Biasanya dia paling senang di taman sambil jualan." Tanya Fina sambil melihat kearah Wiyah yang masih berdiri sambil sesekali pandangan Wiyah melihat ke sekelilingnya.


Wiyah yang mendengar pertanyaan sahabatnya itu. Melihat ke arah Fina. Lalu melangkah mendekati Fina yang sudah duduk di kursi taman. Wiyah duduk disamping Fina." Aku ngga tahu juga Fin, Kemana harum, Biasanya dia sering jualan, Tapi selama seminggu ini Harum sama sekali ngga jualan. jangankan jualan sekolah saja ngga, Kata Rafa dan Rafi." Cerita Wiyah dengan wajah yang di tekuk. Wiyah begitu sangat penasaran kemana Harum sebenarnya, kenapa seminggu ini dia menghilang.


Fina yang melihat Waja sahabatnya itu yang di tekuk ikut merasa sedih. Karena Fina tahu, Wiyah begitu sangat menyayangi harum seperti adiknya sendiri." Mungkin Harum lagi sakit dan berada di rumah nya." Jawab Fina memberikan jawaban yang sangat masuk akal.


" Tiga hari yang lalu aku ke rumah Harum, Fina. Tapi kata tetangga di sana, harum sudah pindah dari rumah itu, Karena bibi dan ibunya Harum tidak bisa bayar sewa rumah." Cerita Wiyah.


Ya Wiyah Sudah mendatangi rumah Harum tiga hari yang lalu. Saat Wiyah menyadari kalau Harum sama sekali tidak datang ke sekolah atau di taman untuk berjualan. Tapi di saat Wiyah datang ke rumah harum, Tetangga harum mengatakan kalau Harum sudah pindah karena tidak membayar sewa rumah. Karena Bibi dan Ibu harum tidak membayar sewa rumah, Sang pemilik Rumah mengusir harum dan keluarganya.


Wiyah yang mendengar cerita dari tetangga harum, merasa sangat sedih, Ternyata gadis kecil itu memiliki Masalah hanya saja Harum tidak mau bercerita kepadanya.


Dari tiga hari yang lalu, Wiyah terus mencari keberadaan harum, tapi sama sekali tidak menemukannya. Wiyah selalu yakin kalau gadis itu pasti akan datang untuk berjualan di taman. Tapi ternyata dugaan Wiyah salah. Karena selama dua hari ini Wiyah menunggu harum. Harum sama sekali tidak kembali.


" Terus harum Kemana." Tanya Fina yang jadi ikut penasaran.


Wiyah tertunduk lesu." Aku juga ngga tahu Fin." Jawab Wiyah. Kedua Gadis itu terus berfikir, Kemana harum sebenarnya.


Bersambung


Banyak typo yang bertebaran.


harap bijak dalam membaca.


jangan lupa komen like dan vote nya ya.


biar author makin semangat buat up.


Salam manis dari author 😉

__ADS_1


__ADS_2