
Tidak berselang lama mereka berjalan kaki akhirnya Wiyah dan Fina sampai di depan rumah Haidar,
" Assalamualaikum." Salam Wiyah sambil mengetuk pintu rumah Haidar karena pintu itu tertutup.
Dari luar Wiyah dan Fina mendengar pergerakan dari dalam seperti orang yang sedang ribut
" Apa yang terjadi di dalam Wiyah, kenapa suara di dalam seperti gempa." Tanya Fina mendengar suara dari dalam seperti orang yang sedang panik bagaikan terkena bencana.
" Entahlah Fina, aku juga ngga tahu apa yang terjadi di dalam. Jawab Wiyah yang sama sama bingung dengan suara dari dalam.
Ceklak,
Suara pintu terbuka, memperlihatkan Windi dengan muka kusutnya. Membuat Wiyah dan Fina hampir ternganga melihat wanita yang berada di hadapannya ini, Penampilan yang kusut, yang tidak pernah di lihat membuat mereka berdua terkejut, Kini terlihat jelas seperti apa kusutnya Windi seperti orang yang habis bertarung.
Hening karena tidak ada yang berbicara karena semua terdiam, Akhirnya Wiyah tersadar kalau dia dari tadi diam sambil melihat penampilan Windi
" Assalamualaikum Kaka." Salam Wiyah sambil menghampiri Windi lalu mencium punggung tangan Windi. Yang di susul oleh Fina yang juga Sadar dari ke terdiam nya mereka.
" Waalaikumsalam." Jawab Windi sambil tersenyum, Windi tahu tatapan dari Wiyah dan Fina yang bingung dengan penampilannya yang super berantakan.
Bagaimana tidak. Bajunya yang kusut, rambut yang hampir terlihat karena jilbab nya yang sedikit tertarik di belakang, dan sedikit basah akibat susu yang sedikit terlihat karena baju yang dia pakai baju warna hitam.
" Apa yang terjadi Kaka." Tanya Wiyah yang super penasaran melihat penampilan kakaknya itu yang berantakan.
" Iya Kaka apa yang terjadi." sambung Fina yang sama sama penasaran sama seperti Wiyah setelah melihat penampilan Windi yang acak acakan.
Windi menghembuskan nafas karena lelah." Semua itu karena Rafa dan juga Fanesya." Jawab Windi. Membuat kedua gadis itu mengerutkan keningnya bingung.
" Apa yang di lakukan mereka." Tanya Wiyah dan Fina, secara bersamaan.
Flashback
" Bunda Fanesya mau susu." Rengek Fanesya sambil menarik daster Windi.
" Iya sayang sabar ya bunda lagi cari, Benda Pakaian yang di minta Abang Rafa tadi." Jawab Windi lembut sambil mencari sesuatu yang berada di dalam lemari Rafa.
__ADS_1
" Tapikan Fanesya maunya sekarang." Rengek Fanesya sambil memancungkan bibirnya yang membuat Windi jadi gemas melihat tingkah dari Putrinya itu.
" Sabar, sebentar lagi sayang." Bujuk Windi, yang membuat Fanesya yang semakin memancungkan bibirnya.
" Bunda sepatu Rafi mana." Tanya Rafi yang baru masuk dalam kamar. Windi melihat ke arah Rafi." Bukannya ada di rak sepatu." Jawab Windi sambil melihat ke arah Rafi.
" Ngga ada Bunda." Jawab Rafi, yang membuat Windi membuang nafas kasar, Belum selesai dengan satu nya kini datang lagi yang satu,
belum yang ini ada lagi yang itu. Rasanya Windi begitu sangat lelah.
" Sabar Win sabar." Ucap Windi sambil Mengusap lembut dadanya karena sedang menenangkan dirinya sendiri.
" Tunggu bunda cari baju Abang Rafa dulu, baru bunda cari sepatu Rafi." Jelas Windi yang membuat Rafi mengangguk tidak ikhlas. Maunya Rafi secepatnya, tapi melihat sang bunda yang sedang kerepotan membuat hati Rafi mengangguk tidak ikhlas.
Syukur hati Rafi yang baik dan anak yang sabaran, tidak seperti Rafa dan Fanesya yang tidak pernah sabaran jika mau itu harus secepatnya jika tidak pasti mereka akan merengek.
" Bunda baju Rafa mana. Baju yang Rafa minta tadi." Tanya Rafa yang hanya memakai kaus kutang saja.
" Sabar bunda lagi cari." Jawab Windi, yang kembali mencari baju Rafa di dalam lemari.
" Sabar." Ucap Windi yang sudah mulai kesal.
" Sabar Fanesya, bunda lagi cari baju Abang." ucap Rafa membuat Fanesya melirik Rafa dengan tidak suka.
" Fanesya maunya susu sekarang." Ucap Fanesya kembali tidak mau mendengar penolakan lagi dari Windi." Dan bunda harus bikinan susu Fanesya baru cari baju Abang." Ucap Fanesya.
" Tidak bunda. Harus cari baju abang dulu baru bikin susu untuk Fanesya." Tolak Rafa yang tidak mau mengalah.
" Tidak mau, maunya Fanesya dulu." Ucap Fanesya tidak mau kalah, entahlah gadis kecil itu begitu keras kepala sama seperti Rafa
" Abang"
" Fanesya "
Rafa dan Fanesya terus berdebat. Sedangkan Windi dan Rafi hanya bisa saling melihat.
__ADS_1
" Bunda sepertinya bunda harus mencarikan sepatu Rafi dulu baru bikin susu untuk Fanesya, dan terakhir cari baju abang." Ucap Rafi yang mendapatkan anggukan dari Windi. Kemudian Windi melangkah keluar meninggalkan kedua adik Kaka yang sedang bertengkar, yang tidak menyadari kalau Windi dan Rafi yang sudah keluar dari kamar itu.
Windi mulai mencari apa yang di ucapkan oleh Rafi tadi, mencari sepatu Rafi.
" Ini sepatu Rafi." Windi memberikan sepatu Rafi yang Windi dapat dari bawah kolong lemari TV.
" Kenapa bisa ada di sini bunda, bukanya Rafi selalu simpan di rak sepatu." Tanya Rafi yang Bingung dengan sepatunya yang berpindah tempat.
" Entahlah bunda juga bingung." Jawab Windi yang sama sama bingung seperti Rafi.
" Dari pada bunda bingung lebih baik kita bikin susu untuk Fanesya terus cari baju untuk abang." Saran Rafi membuat Windi hanya mengangguk.
Rafi dan Windi melangkah ke arah dapur, tapi sebelum melakukan itu mereka mengintip Fanesya dan Rafa yang masih bertengkar tapi berbeda dengan tadi yang hanya mengoceh yang ini mereka lain lagi, mereka berdua sedang berkejar-kejaran dekat dengan kasur dan memutari seisi kamar.
" Pokoknya Fanesya mau ikut Acil Wiyah " Teriak Fanesya sambil mengejar Rafa yang dari tadi mengejeknya.
" Tidak, Acil Wiyah tidak akan membawa Fanesya karena fanesya nakal." Jawab Rafa sambil mengolok Fanesya yang masih mengejar Dirinya.
Sedangkan Fanesya yang mendengar ucapan dari Rafa semakin kesal, Gadis kecil itu semakin mengejar Rafa, dengan kaki kecilnya Fanesya Terus berlari mengejar Rafa.
Sedangkan Rafa terus mengejek Fanesya,
yang membuat Fanesya semakin kesal.
Windi dan Rafi yang melihat itu tidak ambil pusing mereka kembali ke dapur bertujuan membuat susu untuk Fanesya.
Saat sedang membuat susu, samar samar terdengar suara ketukan pintu, Walaupun jaraknya yang jauh tapi mereka masih bisa mendengar ketukan pintu.
" Bunda apa itu ayah atau Acil wiyah." Tanya Rafi yang mendengar ketukan pintu walaupun samar samar.
BERSAMBUNG
JANGAN LUPA KOMEN LIKE DAN VOTE NYA YA AUTHOR NGGA MAKSA KO 😁
MAKASIH UDAH MAU MENDUKUNG AUTHOR YANG MASIH KURANG DALAM MENULIS
__ADS_1