Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 86


__ADS_3

Seorang Pria memasuki lobby rumah sakit. dengan langkah nya Pria itu melewati lorong rumah sakit. Sampai pria itu menghilang di balik pintu lift.


Tring.


Sesampainya di lantai tiga, Fazar kembali melangkah keruangan perawatan Fadil yang tidak terlalu jauh lagi darinya.


Sebelum Fazar masuk kedalam ruangan Fadil. Fazar kembali bertemu dengan Wanita yang mengantarkan Wiyah dan Fina yang sedang keluar dari ruangan Fadil.


Kedua wanita itu membungkuk hormat saat menyadari kehadiran Fazar di sana.


" Gadis yang ada cari sudah ada di dalam tuan, Gadis itu sedang mengobrol bersama dengan tuan Fadil." Ucap kedua wanita itu membuat Fazar mengangguk kecil tanda kalau dia mengerti.


" Sekarang pergilah, Aku akan menemuinya." Suruh Fazar membuat keduanya wanita itu membungkuk hormat setelah itu melangkah meninggalkan Fazar.


Fazar menormalkan detak jantungnya yang tiba-tiba berdegup saat Fazar akan memasuki ruangan itu.


Setelah itu Fazar memegang handle pintu untuk membuka pintu dengan hati ragu.


Cklek.


Suara pintu terbuka membuat Fazar memasuki ruangan Fadil. Dan melihat dua orang wanita yang sedang duduk di kursi dekat dengan ranjang Fadil. Sedangkan adiknya itu masih tetap posisinya yaitu berbaring.


Tidak lama Ketiganya melihat kearah Fazar Karena mendengar suara pintu yang terbuka.


Sampai pandangan Fazar tertuju kepada seorang gadis yang begitu sangat dia kenal walaupun pertemuan mereka yang terkesan tidak sengaja. Ya Gadis yang sekarang Fazar lihat adalah gadis yang selalu dia tatap dengan kebencian karena Fazar sering melihat gadis itu bersama dengan seorang pria yang berbeda beda yang membuat Fazar yakin kalau gadis itu bukanlah gadis yang benar. Bukan itu saja tapi karena kejadian dua bulan yang lalu membuat Fazar membenci gadis itu.


" Dia." Gumam Fazar dan Wiyah secara bersamaan saat melihat satu sama lain, Apalagi Wiyah yang melihat Fazar seketika membuatnya merasa takut karena Wiyah masih mengingat setiap kata kasar yang keluar dari bibir Fazar.


Sedangkan Fadil yang melihat kehadiran Fazar langsung tersenyum." Abang Fazar." Ucap Fadil sambil tersenyum melihat kearah pintu yang memperlihatkan Fazar yang sedang berdiri di sana.


Sedangkan Fina yang melihat Fazar merasa pernah melihat Pria itu. Tapi di mana. Sampai ingatannya tertuju ke dua bulan yang lalu, Di mana pria itu pernah menolong Wiyah yang hampir terjatuh. Kalau saja pria itu tidak menangkap Wiyah mungkin Wiyah akan jatuh ke tana dan untungnya Pria itu dengan sigap menolong Wiyah." Bukankah pria itu yang pernah menolong Wiyah saat Wiyah hampir terjatuh di saat di taman kemarin." Gumam Fina sambil melihat ke arah Fazar.

__ADS_1


Fazar melangkah mendekati ketiganya.


Dengan pandangan yang masih tertuju kearah Wiyah yang sampai sekarang masih menundukkan kepalanya karena marsa takut.


" Abang." Panggil Fadil sambil tersenyum melihat kearah Fazar.


Fina ataupun Wiyah semakin terkejut mendengar panggilan yang Fadil ucapkan untuk pria yang sekarang sudah berdiri di sebelah kiri ranjang Fadil.


" Abang, Itu artinya pria itu adalah abang dari Fadil." Batin Wiyah terkejut saat mendengar panggilan dari Fadil barusan. Wiyah mengangkat kepalanya untuk melihat sekilas kearah Fazar sebelum melihat kearah lain.


" Ternyata ini abangnya Fadil." Batin Fina yang sama sama melihat kearah Fazar setelah itu melihat kearah lain sama seperti yang Wiyah lakukan.


" Abang kapan datangnya." Tanya Fadil sambil menatap kearah Fazar.


" Baru saja." Jawab Fazar singkat dengan suara dinginnya. Sedangkan Pandangannya masih tertuju kearah Wiyah. Fazar menatap penampilan gadis di hadapannya itu.


" Apa mungkin Wanita ini yang Fadil sebutkan." Batin Fazar penuh dengan pertanyaan." Jika Betul itu, artinya wanita ini memang pintar dalam merebut hati seorang pria dengan memanfaatkan wajah polosnya." Batin Fazar menatap sinis kearah Wiyah, Dan tatapan Itu Wiyah sadari karena Wiyah juga ikut menatap pria itu walaupun sekilas.


" Apa yang harus kamu lakukan sekarang Wiyah, Kamu sudah bertemu dengan pria yang berusaha untuk kamu hindari walaupun pertemuan kalian adalah pertemuan tidak sengaja seperti hari ini." Batin Wiyah yang mulai merasakan ketakutan, Sampai sampai membuat kakinya bergetar karena takut. Apalagi ingatannya kini tertuju di mana Fazar mencacinya dengan perkataan kasar dengan mengatakan kalau Dia adalah wanita *******.


Sedangkan Fazar tertuju kearah Wiyah saat Fadil diperkenalkannya kepada Gadis itu yang menundukkan kepalanya." Ternyata benar bawah gadis yang Fadil sukai, Gadis yang selama ini aku tatap dengan kebencian." Batin Fazar setelah mendengar nama yang Fadil sebutkan barusan." Ternyata dengan cara berpakaiannya berhasil merebut hati Fadil yang masih belum bisa membedakan mana wanita baik-baik dan yang mana bukan." Batin Fazar menatap Wiyah dengan tatapan tidak sukanya.


" Wiyah, Fina. Kenalkan, ini abangku. Namanya Fazar." Ucap Fadil memperkenalkan Fazar kearah dua gadis itu.


" Salam kenal tuan." Ucap Wiyah menengkupkan kedua tangannya di atas dada dengan senyuman kecilnya. Fina melakukan hal yang sama seperti Wiyah lakukan." Salam kenal tuan." Ucap Fina.


Fazar yang melihat itu seakan muak melihat kelakuan Wiyah. Yang menurutnya sok alim." Cih. Berlaga sok suci, Padahal tangan dan hampir ke keseluruhan ******** sudah pernah di Sentuh oleh orang." Batin Fazar yang semakin menganggap Wiyah adalah Wanita yang *******." Hemm." Jawab Fazar bergumam.


Ketiganya kembali terdiam setelah kedatangan Fazar karena Fazar hanya diam sambil menatap kedua gadis itu.


Fadil yang menyadari kalau suasana dalam ruangan itu mendadak canggung karena ketiganya hanya diam. Membuat Fazar berdehem menyadarkan ketiganya.

__ADS_1


" Bang. Wiyah adalah gadis yang Fadil ceritakan tadi. Gadis yang sudah menerima lamaran Fadil." Ucap Fadil memberitahukannya.


" Apakah dia, Wisyah Hanifah putri." Tanya Fazar membuat Fadil mengangguk." Jika itu benar katakan kepadanya kenapa aku memanggilnya kesini." Suruh Fazar membuat Fadil menatap abangnya itu dengan bingung.


" Maksudnya abang apa." Tanya Fadil yang belum mengerti apa yang di maksud oleh abangnya itu.


" Abang akan menerima apa yang kamu minta tadi siang." Jawab Fazar membuat Senyuman Fadil langsung terbit sampai sampai memperlihatkan dataran gigi nya yang rapi.


" Benarkah itu bang." Tanya Fadil memastikan karena Fadil tidak percaya. Fazar yang mendengar pertanyaan dari Fadil hanya mengangguk.


Sedangkan Wiyah dan Fina hanya menyaksikan instruksi kedua adik Kaka itu karena mereka tidak tahu apa yang sedang mereka perbincangkan.


" Alhamdulillah ya Allah, Akhirnya. Bang menerima permintaan ku." Batin Fadil merasa senang. Tapi tidak tahu kenapa dalam hati terdalam Fadil Seakan tidak terima tapi karena gadis yang dia cintai akan menjadi milik orang.


" Jika begitu bang. Biarkan Aku berbicara berdua bersama dengan Wiyah, Karena ada hal penting yang aku mau bicarakan." Ucap Fadil sambil menatap Fina dan Fazar.


Sedangkan Wiyah melihat kearah Fina yang hanya mengangguk memberikan persetujuan kalau Wiyah berdua bersama dengan Fadil di dalam.


Fazar meninggalkan Keduanya tanpa mengatakan apapun.


" Baiklah. aku akan keluar." Ucap Fina meninggalkan Wiyah. Memberikan waktu untuk Wiyah.


🌿🌿🌿🌿🌿


Di luar ruangan.


Fazar sedang terdiam karena masih terkejut kalau Gadis yang Fadil sukai adalah Gadis yang selama ini Fazar tidak suka.


Menurut Fazar, Wiyah sangat tidak pantas untuk Fadil karena menurut Fazar. Wiyah hanyalah Wanita ******* yang sudah menjebak perasaan adiknya itu.


" Ingat Fazar demi adikmu kamu menerima permintaan Fadil untuk menikahi wanita ******* itu." Gumam Fazar dengan pandangan lurus ke arah depan." Aku tahu Zar, wanita ******* itu hanya memanfaatkan Fadil karena wanita ******* itu tahu kalau Fadil adalah orang kaya dan penyakitan makanya Wanita ******* itu memanfaatkan adikmu hanya karena hartanya. Maka setelah Fadil meninggal maka setengah dari hartanya akan jatuh ke tangan Wanita ******* itu " Gumam Fazar kembali. Karena Fazar berpikir kalau Wiyah begitu sangat tidak pantas untuk Fadil atau dirinya. Karena menurut Fazar, Wiyah hanya wanita yang sama seperti yang lainnya. Wanita yang haus akan harta." Tunggu setelah kamu menikah bersamaku. Maka aku akan menghancurkan hidupmu karena kamu berhasil menjebak adikku dengan cara menyukai wanita *******. Setelah itu kamu merebut harta kami. Sama seperti wanita yang dulu, wanita yang pernah aku kenal." gumam Fazar kembali sambil mengepalkan kedua tangannya saat Fazar mengingat masalalunya tiga tahun yang lalu.

__ADS_1


Bersambung.


Jangan lupa like komen dan vote nya biar author Makin semangat buat up nya.


__ADS_2