Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 56


__ADS_3

Jika Fadil yang sedang di rawat, beda halnya dengan Fazar yang dari tadi menghawatirkan Fadil.


" Kemana sih itu anak, kenapa jam segini belum ada tanda-tanda kepulangannya." Gumam Fazar yang merasa aneh dengan adiknya itu. Fazar mendengar kabar dari anak buahnya barusan mengatakan kalau mereka kehilangan jejak Fadil semenjak Fadil keluar dari rumah utama.


Anak buah Fazar mengatakan kalau mereka yang sering mengikuti Fadil, tapi selalu kehilangan jejak seperti malam ini, bukan sekali atau dua kali tapi sudah sering kali mereka kehilangan jejak Fadil.


Mereka yang sering kehilangan jejak dari Fadil. Pasti disaat Fadil ingin ke suatu tempat yang mereka tidak tahu tempat di mana itu.


Fadil seperti tahu kalau Fazar sering mengawasinya, makanya setiap dia pergi pasti akan kehilangan jejak atau kontak seperti malam ini.


" Memang itu anak seperti memiliki rahasia, makanya sering kehilangan jejak seperti hantu." Gumam Fazar sambil berjalan mengarah kekasus, lalu membaringkan tubuhnya diatas kasur yang sangat lembut.


" Lebih baik besok aku tanyakan lagi. Dia itu kemana sih kenapa sering menghilang secara mendadak." Ucap Fazar yang berbaring di atas kasur, Fadil berpikir positif saja karena Fazar tahu Fadil tidak akan melakukan hal yang di luar nalar, hal yang paling tidak di sukai oleh Allah. Walaupun tiga tahun diluar negeri, Tapi Fazar tetap mengawasi setiap kondisi adik-adiknya dan juga ibunya. Fazar juga sudah lama tahu kalau adiknya itu sering menghilang mendadak seperti ini tapi dia selalu berpikir positif karena dia tahu seperti apa adiknya yang satu itu.


Fazar begitu sangat lelah, menutup matanya perlahan lahan dan akhirnya tertidur rasa lelahnya seperti tergantikan saat dia mulai tertidur.


Wajah damai dan tampan saat tertidur membuat pria yang sebentar lagi berusia dua puluh sembilan tahun itu terlihat begitu sangat tampan dan damai saat ia tidur, wajah yang terlihat tidak pernah tersakiti.


Tapi tidak ada yang tahu di balik wajah tampan dan dinginnya itu tersimpan luka yang begitu sulit untuk di obati. Apakah ada yang akan mengobati lukanya, kita tidak tahu karena hanya waktu yang akan menjawab.


🍂🍂🍂🍂🍂


Malam yang sudah sangat larut menunjukkan pukul 12 malam. Rembulan yang tadi masih setia menerangi bumi, walaupun cahaya sebentar lagi akan pudar karena tertutup oleh awan awan dilangit.


Malam yang panjang sebentar lagi akan berganti menjadi pagi dan orang orang akan kembali ke rutinitas mereka masing masing.

__ADS_1


Jika orang orang yang sedang tertidur dan menikmati malam mereka dengan terbang kedunia mimpi. Tapi beda halnya dengan Wiyah yang masih setia membuka matanya karena Wiyah masih belum bisa tidur. ia sedang memikirkan perkataan dari Fadil tadi.


Perkataan Fadil tadi membuat Wiyah sulit untuk memejamkan matanya walau malam sudah begitu sangat larut tapi matanya Engan untuk terpejam.


Perkataan Fadil terngiang-ngiang di kepalanya, seperti berputar putar dalam satu ingatan.


Wiyah masih tidak percaya kalau Fadil akan datang kerumah dan langsung melamarnya. Karena lamaran dadakan itu membuat Wiyah tidak percaya dengan perkataan Fadil.


Wiyah yang tidak ingin jatuh cinta kini dihadapkan oleh satu pertanyaan yang harus dia pikirkan dulu.


" Ya allah berikan petunjuk mu." Ucap Wiyah sambil menatap langit-langit kamarnya." Aku sangat bingung berada diposisi ini. Aku tidak tahu harus berbuat apa ya allah berikan aku petunjukmu agar aku bisa menyelesaikan masalah hati seorang pria yang sudah aku anggap sebagai teman." Doa Wiyah dalam hatinya. Wiyah hanya bisa berdoa agar ada jalan keluar dari masalah ini.


Jika orang menganggap permasalahan yang di hadapkan oleh Wiyah hanyalah masalah yang sangat mudah. Tapi tidak dengan Wiyah yang menganggap masalah itu sangat sulit baginya, apalagi masalah hati.


Wiyah yang belum pernah pacaran, kini harus di hadapkan dengan perasaan seorang pria yang tulus mencintainya. Tapi tidak dengannya yang menganggap pria itu hanya sebatas teman tidak lebih dari itu.


Wiyah mengingat berapa jam yang lalu dimana Haidar memberikan ke putusan di tangannya, membuat Wiyah harus memilih.


Flashback berapa jam yang lalu.


" Kami menyerahkan semua keputusan di tangan Wiyah, karena kami tidak akan memaksanya untuk menerima seseorang." Ucap Haidar sambil menatap kearah Wiyah yang dari tadi diam sambil mendengarkan.


Windi dan Fadil ikut melihat kearah Wiyah yang masih setia menundukkan kepalanya.


Sedangkan Wiyah yang mendengar ucapan dari Haidar mengangkat kepalanya untuk menatap kearah Haidar yang sekarang sedang melihat kearahnya.

__ADS_1


" Kenapa harus aku kak Idar. Aku bingung harus mengambil keputusan apa." Jawab Wiyah yang menatap sepupunya itu.


" Karena Wiyah yang akan menjalani semuanya. Jadi kakak menyerahkan keputusan itu semua kepadamu dek." Jawab Haidar sambil menjelaskan kenapa ia menyerahkan keputusan ditangan adiknya itu." Kami tidak akan memaksakan sesuatu yang bukan kehendak kami dek" ucap Haidar kembali.


Fadil yakin kalau Wiyah merasa sangat bingung, karena kedatangannya yang terbilang mendadak tanpa mengatakan ke Wiyah maksud kedatangannya.


Seharusnya pertemuannya tadi pagi dengan Wiyah, ia mengatakan kalau malam ini dia akan datang kerumahnya.Tapi pertemuannya tadi, Fadil tidak mengatakan apa-apa, malahan Fadil dengan setia mengantarkan Wiyah pergi berbelanja tanpa mengatakan kalau malam ini dia akan datang kerumah.


" Pak Haidar, apakah aku bisa berbicara berdua dengan Wiyah." Tanya Fadil membuat Haidar menatap Fadil." Saya ingin membicarakan sesuatu kepada Wiyah." Jelas Fadil kembali.


Sedangkan Haidar terdiam sesaat." Ya saya mengijinkan kalian. Tapi tidak lama dan saya harus mengawasi kalian walaupun dari jarak yang sedikit jauh." Jawab Haidar memberikan ijin dari permintaan Fadil tadi.


Bagaimanapun ini adalah masalah yang sangat penting membuat Haidar mengijinkan permintaan Fadil barusan.


" Terimakasih pak Haidar." Ucap Fadil.


Haidar dan Windi berdiri dari duduknya meninggalkan Wiyah bersama dengan Fadil berdua di ruangan tamu sedangkan Haidar akan memantau mereka berdua lewat ruang keluarga yang di pisahkan lemari besar.


" Tenanglah mas, aku yakin Wiyah akan mengambil keputusan yang baik" ucap Windi yang tahu kekhawatiran Haidar.


" Apapun keputusan dari Wiyah, kita akan menerimanya apapun itu, karena aku tahu kalau adikku itu sangat pintar mengambil keputusan.'' Ucap Haidar yang tahu seperti apa adik sepupunya itu. Haidar berusaha menghilangkan kekhawatiran pada dirinya.


Sedangkan di ruang tamu tampak sunyi karena keduanya hanya saling diam mereka sama sama canggung berada di posisi ini, sampai Fadil berdehem membuat ruangan yang tadi hening kini kembali bersuara walaupun hanya Fadil yang berdehem.


...Bersambung....

__ADS_1


...Harap bijak dalam membaca karena banyak typo yang bertebaran. Jangan lupa komen like dan vote nya...


__ADS_2