Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 72


__ADS_3

" itu sebabnya lo semalam ngga pulang." Tanya Fazar. Fadil melepaskan pelukannya dari Ibunya itu, lalu Melihat kearah Fazar yang sedang menatapnya datar, dingin dan tidak ada senyuman sama sekali." Iya bang itu sebabnya aku tidak pulang ke rumah." Jawab Fadil membenarkan.


" Maka dari itu. aku begitu sangat bahagia, sampai sampai aku tidak bisa tidur karena membayangkan kalau gue tidak jomblo lagi." Ucap Fadil sambil tersenyum palsu untuk menyembunyikan kebohongan yang selama ini dia jalani. Padahal semalam dia tidak bisa tidur karena harus menahan sakit saat Fadil harus di kemoterapi, Rasa sakit yang selalu dia terima, Tapi sepertinya penyakitnya tidak sembuh. Walaupun dia sering menahan rasa sakit itu.


Fazar yang mendengar ucapan dari Fadil hanya memutar matanya malas." Selamat buat Lo." Ucap Fazar yang ikut senang melihat kebahagiaan adiknya itu. ya walaupun ada sedikit rasa kesal sih. Karena Fadil yang duluan mendapatkan wanita pujaan hatinya dari pada dirinya.


Fadil tersenyum senang." makasih Bang." Jawab Fadil dengan senyuman yang menghiasi bibirnya.


Sisi melihat ke arah putra keduanya itu." Jadi kapan kamu akan mengenalkan nya ke bunda." Tanya Sisi begitu sangat antusias, Rasanya dia ingin segera menemui calon yang di sebut oleh putranya itu. Lalu segera meminang nya agar cepat menjadi menantunya.


Mendengar pertanyaan dari ibunya. Fadil kembali mengantar Sisi untuk duduk kembali lalu Fadil duduk bersimpuh di hadapan ibu nya.


" Insyaallah secepatnya bun. kalau Fadil sih maunya besok, Tapi dia pasti baru saja mengatakan itu ke keluarganya kalau dia sudah memberikan jawaban untukku. Jadi biarkan dia menyiapkan semuanya agar saat kita datang tidak akan ada yang kekurangan dan dia tidak akan gugup lagi." Jawab Fadil yang ingin memberikan sedikit waktu untuk Wiyah agar tidak gugup saat pertemuan kedua mereka nanti. yang mungkin akan jadi awal perpisahan mereka dan akan menjadi awal baru untuk Wiyah, Mungkin terkesan egois tapi Fadil sangat menginginkan hal itu terjadi.


Sisi mengusap lembut rambut Fadil." Apakah kamu benar benar yakin kalau wanita itu yang terbaik untukmu." Tanya Sisi yang ingin memastikan keputusan putra nya itu.


Sisi takut apa yang Fadil ambil akan sama seperti Fazar, Karena keegoisan dirinya dengan menjodohkan putranya ke sahabat masa kecil Fazar yang membuat, putra nya itu harus berubah karena merasa sakit di khianati.


Seharusnya dulu dirinya mencari tahu siapa gadis itu, barulah iya menjodohkannya ke Fazar. Mengingat itu membuat Sisi takut, kalau Fadil hanya mencari wanita hanya karena dirinya yang selalu menutut Fadil untuk segera menikah.


Sedangkan Fadil hanya tersenyum mendengar pertanyaan dari bundanya itu. Fadil tahu kalau bundanya itu pasti sangat takut, Apa yang akan terjadi kepada Fazar akan terjadi juga pada dirinya.


berbeda dengan Fadil. Fazar yang mendengar ucapan dari bundanya itu, membuat dirinya terdiam. Seharusnya yang perlu di salahkan itu dirinya bukanlah bundanya karena ibunya tidak bersalah. Seharusnya itu, dulu Fazar mencari tahu terlebih dahulu siapa sebenarnya wanita yang di jodohkan oleh bundanya itu barulah Fazar mencintainya. Walaupun dirinya sendiri tahu kalau Wanita itu adalah sahabatnya sendiri, yaitu sahabat masa kecilnya.


Tapi mau bagaimana lagi, Semua itu hanya sebuah masalalu dan tidak bisa di ubah kembali. Masalalu yang membuat Fazar terjebak di dalamnya.


" Aku yakin dengan keputusanku bun, aku sangat yakin dengan apa yang aku ambil." Jawab Fadil dengan sungguh-sungguh.


" Apakah bunda tahu, keputusan ku akan mengubah kehidupan seseorang." Batin Fadil menatap sendu kearah wajah bundanya itu.


" Jika kamu yakin, maka secepatnya kita akan meminangnya untukmu." Ucap Sisi membuat Fadil tersenyum senang mendengar ucapan dari ibunya itu.


" Kalau gitu langsung segera ya bun, Aku akan mencari sebuah cincin atau hal yang lain." Tanya Fadil membuat Sisi terkekeh geli.


" Dil baru mau kenalan, Nanti baru kita melamarnya. kenapa harus cepat cepat betul." Jawab Sisi sambil terkekeh geli mendengar Pertanyaan dari Fadil.


" Ya Fadil kira kan gitu Bu." Ucap Fadil tersenyum malu Sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


" Maklum bun, kebelet nikah." Sambung Fazri mengejek yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari ketiganya yang berada di ruangan itu. Sedangkan Fazri tersenyum tanpa rasa bersalah sama sekali.


Fadil kembali berdiri dari duduknya lalu mendekati Fazri, setelah berada di hadapan Fazri Fadil langsung menyentil kening Fazri yang membuat sang empuh meringis sakit.


" Ternyata adiknya abang sudah besar ya." Ucap Fadil sambil mengacak rambut Fazri gemas.


" Ya ampun bang, rusak rambutku." Jerit Fazri kesal sambil menatap abang nya itu." Emangnya Fazri akan kecil terus bang. Fazri juga bisa dewasa tahu." Jawab Fadil menatap kesal ke arah Fadil yang sedang terkekeh kecil.

__ADS_1


Fazri yang melihat wajah Fadil dari dekat bisa melihat wajah pucat Fadil yang tertutup oleh Senyumannya.


" Kenapa wajah abang begitu sangat pucat, Apa Abang sakit." Tanya Fazri pada dirinya sendiri saat melihat wajah Fadil dari dekat.


Walaupun Fadil menutupi rasa sakitnya itu itu dengan senyuman tapi Fazri bisa merasakan kalau ada yang Fadil tutupi dari mereka.


Rasanya Fazri ingin bertanya tapi Fazri urungkan karena belum tepat pada waktunya.


Sisi dan Fazar hanya bisa menggeleng melihat tingkah keduanya yang tidak pernah akur tapi selalu menyayangi satu sama lainnya


Sisi menatap lekat-lekat kearah ketiga putranya itu yang semakin hari semakin berubah menjadi pria dewasa yang bisa melindungi diri mereka mereka masing-masing dan sebentar lagi salah satu dari mereka akan ada yang berkeluarga.


" Fadil." Panggil Sisi Fadil menoleh ke arah Sisi.


" Ada apa bun." Tanya Fadil.


" Siapa gadis itu, siapa gadis yang berhasil merebut hati putra bunda yang satu itu." Tanya Sisi yang lupa menanyakan gadis yang sudah singgah di hati putra nya.


Fadil yang mendengar pertanyaan dari ibu tersenyum." Dia adalah. Wisyah Hanifah Putri. gadis yang berusia delapan belas tahun. Gadis yang paling kuat menghadapi masalahnya menerima semua ujian yang hadir dalam kehidupannya." Jawab Fadil begitu sangat bangga saat menyebut nama Wiyah. Rasanya Fadil ingin memberitahukan nama gadis itu ke seluruh dunia.


Sisi yang mendengar nama itu seperti tidak asing di telinganya tapi di mana dia pernah dengar nama itu. Siapa gadis itu. Kenapa putranya itu sangat bangga saat menyebutkan namanya, Apakah gadis itu begitu sangat istimewa.


" Wiyah." Gumam Fazar tidak terdengar sama sekali.


" Dia gadis yang berbeda dari gadis yang lain bang. dia gadis yang akan membuat Abang jatuh cinta padanya walaupun hanya mendengar ceritanya saja." Jawab Fadil membuat Fazar terdiam.


" Siapapun gadis itu bunda akan menerimanya walupun usianya masih muda. Bunda tidak akan mempermasalahkan masalah usia tapi bunda inginkan dia menjadi wanita yang bisa menuntun anak bunda ke jalan yang benar." Jawab Sisi membuat Fadil melompat kegirangan saat mendengar Jawaban dari bundanya itu.


Seakan Fadil lupa dengan rasa sakitnya itu saat berhasil mendengar jawaban dari bundanya itu.


Fadil melangkah mendekati Sisi yang masih duduk di sofa lalu memeluknya.


" Makasih bun." Ucap Fadil begitu sangat tulus.


" Sama sama Sayang." Jawab Sisi mengusap lembut punggung Fadil.


Sampai berapa detik kemudian saat Fadil memeluk bundanya. Fadil kembali merasakan sakit kepada kepalanya sakit yang teramat sakit. Padahal rasa sakit itu berusaha untuk Fadil tutupi, Tapi kali ini seperti tidak bisa.


" Fadil kuat, memohon jangan tujukan rasa sakit mu kepada mereka." Batin Fadil yang berusaha menguatkan dirinya walaupun kepalanya begitu sangat sakit dan matanya pun


berkunang-kunang.


Sisi menyadari kalau Fadil masih saja memeluk merasa bingung." Dil apa kamu masih mau memeluk bunda." Tanya Sisi lembut, Fadil yang mendengar pertanyaan dari bundanya berusaha untuk sadar agar dia tidak jatuh di hadapan mereka.


Fadil melepaskan pelukannya." Maaf bun soalnya pelukan bunda sangat hangat." Ucap Fadil terkekeh padahal rasa sakit pada kepalanya tidak bisa dia tahan sama sekali tapi berusaha untuk Fadil tersenyum.

__ADS_1


Sisi tahu kalau Fadil sedang sembunyikan rasa sakit. karena Sisi bisa melihat dari wajah pucat dari Fadil itu." Dil apa kamu sakit." Tanya Sisi yang berdiri dari duduknya mendekati Fadil yang berusaha membuang muka ke arah lain karena Fadil merasa ada yang mengalir dari hidungnya.


" Astaghfirullahaladzim. Fadil." Pekik ketiganya saat melihat darah yang mengalir dari hidung Fadil. Ketiganya begitu sangat panik dan kaget melihat Hidung Fadil yang mengulurkan banyak sekali darah.


" Apa yang terjadi sama kamu dil." Tanya Fazar begitu sangat khawatir melangkah mendekat kearah Fadil." Fazri ambil Tisu." Perintah Fazar. Fazri segera mengambil tisu yang di minta oleh Fazar. Fazar menuntun Fadil untuk duduk di sofa.


Fazri sama halnya seperti Sisi dan Fazar yang kaget saat melihat Fadil mimisan darah yang Fadil Keluarkan juga begitu sangat banyak.


" Fadil apa yang terjadi padamu nak." Tanya Sisi begitu sangat kwartir. Padahal baru saja mereka bahagia mendengar kalau Fadil menemukan sang pujaan hatinya. Kini mereka harus Khawatir melihat Fadil yang mimisan apalagi darah yang keluar begitu sangat banyak.


" Bang, bunda. Fadil baik baik saja." jawab Fadil berusaha menenangkan keluarganya walaupun dirinya sendiri merasakan sakit yang teramat sangat sakit.


" Diam jangan banyak ngomong dulu. Darah dari hidung lo makin banyak yang keluar kalau Lo kebanyakan bicara." Bentak Fazar karena merasa begitu sangat khawatir. Fazar tidak tahu apa yang terjadi kepada adiknya itu, Tapi Fazar yakin kalau Fadil memiliki penyakit yang Fazar sendiri takut untuk membayangkan penyakit itu.


Disaat masih merasakan sakit Fadil masih bisa tersenyum untuk menenangkan keluarganya kalau dirinya baik baik saja." Bang, Aku baik baik saja." Ucap Fadil menenangkan keluarganya dengan senyumannya." Tapi Fadil ngga tahu apa bisa Fadil bisa menjaga kalian lagi." Ucap Fadil kembali sampai Fadil merasakan pandangannya mulai hilang. Fadil pingsan karena dia tidak bisa menahan rasa sakit itu lagi.


" Ya Allah Fadil, sadar nak. Hiks..Hiks." Tangis Sisi pecah melihat Fadil yang sudah pingsan.


Fazar berusaha untuk menyadarkan adiknya itu, Tapi sayang tidak ada respon sama sekali.


Fazar memanggil supir di rumah utama dan juga beberapa bodyguard untuk membantunya membawa tubuh Fadil yang sudah tidak sadarkan diri.


" Fadil. Hiks.. Hiks. apa yang terjadi kepada mu nak." Tangis Sisi, Fazri berusaha untuk membantu bundanya itu untuk berjalan karena Sisi yang sedang menangis tidak bisa menyambangi jalannya.


Fazri sama halnya dengan keluarganya yang begitu sangat khawatir melihat keadaan Fadil.


Mereka melewati ruang keluarga untuk melangkah keluar. Para pekerja di rumah itu sama-sama kaget saat melihat tubuh Fadil yang diangkat menuju luar.


Padahal tadi mereka baik baik saja. Tapi ini mereka terlihat begitu sangat panik saat melihat Fadil yang di bawah pergi.


Para pekerja juga bisa melihat dari ruangan keluarga kalau di sana terdapat banyak darah.


apa karena itu Fadil di antar di rumah sakit.


Bersambung


Rahasia Fadil sudah ketahuan kalau dia terserang penyakit.


Tinggal Wiyah lagi yang belum.


jangan lupa komen like dan vote nya


biar author makin semangat buat up.


masih dobel up nih

__ADS_1


__ADS_2