Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 71


__ADS_3

Satu jam kemudian Fadil Baru sampai di depan rumah utama, Karena dari tadi Fadil berhenti untuk menenangkan rasa sakit pada kepalanya yang teramat sangat sakit.


Fadil menyadarkan punggungnya sebelum Dia keluar dari mobil untuk menemui keluarganya. Fadil Menetralkan rasa sakit yang teramat sakit pada tubuhnya. Sakit yang berusaha untuk Fadil tahan selama ini, Sanggup kah dia menahan sakit itu lagi.


" Kuatlah Fadil, berikan senyuman kebahagiaanmu kepada mereka." Ucap Fadil menyemangati dirinya walaupun dia sendiri sadar kalau dia pasti akan memberikan senyuman yang palsu untuk keluarganya.


Fadil sadar senyumannya hanya sebuah obat untuk keluarga nya, Senyum yang hanya menutupi sebuah rasa sakit yang teramat sangat sakit pada tubuhnya yang selama ini Fadil rasakan.


Fadil melihat kearah spion mobil. Dari kaca spion mobil Fadil melihat kearah wajahnya itu apakah dia masih bisa untuk tersenyum atau tidak.


Setelah berkaca dan memperbaiki senyuman nya yang tertutupi oleh wajah pucat nya itu. Fadil memutuskan untuk turun dari Mobilnya Walaupun dirinya Sadar kalau dia tidak akan sanggup untuk berjalan melangkah masuk kedalam rumah.


Fadil memaksakan dirinya untuk turun dari mobil walaupun dirinya sendiri tahu kalau tubuhnya tidak sanggup untuk menopang tubuhnya sendiri, Tapi karena keningnya yang begitu sangat tinggi ingin menemui keluarganya membuat Fadil kuat untuk melangkah ke dalam rumah.


Dengan langkah lemas nya pada tubuhnya Fadil tetap memaksakan melangkah masuk ke dalam rumah.


Melangkah masuk ke dalam rumah yang selama tiga tahun dia tinggali dan akan dia tinggalkan. Dengan langkah nya Fadil masuk ke dalam rumah, Sambil melihat ke sekeliling mencari orang yang begitu sangat dia rindukan.


Sampai pandangan Fadil tertuju pada tiga orang yang sedang duduk di ruangan keluarga.


Fadil yang melihat itu langsung tersenyum senang karena orang yang dia cari berada di ruangan keluarga.


Dengan langkah nya Fadil melangkah mendekati mereka, Tidak lupa dengan senyum manis Fadil di balik wajah pucatnya.


Fadil melangkah ke arah sofa, yang terdapat seorang Wanita yang sedang duduk di sofa itu sambil membelakangi Fadil. Sedangkan Fadil mengenal siapa wanita itu.


Fadil melangkah mendekati wanita yang sedang duduk di sofa lalu memeluknya dari belakang.


" Bunda." Panggil Fadil sambil memeluk Sisi dari belakang.

__ADS_1


Sedangkan sisi begitu sangat kaget mendapatkan pelukan dari putranya itu." Astaghfirullah. Fadil kenapa kamu mengagetkan bunda. Untungnya bunda ngga ada riwayat penyakit jantung. Kalau ngga mungkin bunda sudah terserang penyakit jantung sekarang." Omel Sisi sambil mengusap dadanya. Fadil terkekeh mendengar Omelan dari ibu Nya itu.


Sedangkan Fazar yang sudah pulang dari tadi dari kantornya dan duduk bersama dengan Sisi sedang mengobrol kan soal kantor sama-sama kaget akibat ulah Fadil tadi. Fazar hanya bisa menggeleng akibat ulah dari adiknya itu. Sudah tidak pulang semalam, Pas pulang bikin kaget saja.


Sama halnya dengan Fazar. Fazri juga kaget akibat ulah dari abang keduanya itu. Fazri yang menyaksikan adegan itu hanya bisa memutar matanya malas lalu kembali fokus ke arah ponselnya untuk melanjutkan mabar FF bersama dengan timnya.


Fadil bisa melihat kedua saudaranya yang biasa aja menatapnya. Lalu melepaskan pelukannya berjalan mengarah ke hadapan Sisi.


Fadil bisa melihat sang bunda dengan wajah kesalnya. Fadil yang melihat itu seperti sakit saat Fadil memikirkan kalau nanti dia melihat bundanya itu menangis saat bunda nya tahu kalau Fadil terserang penyakit yang sangat mematikan dan hidupnya tidak akan lama lagi. membayangkan ibu nya menangis saja sudah membuat Fadil terluka apalagi memang terjadi.


Fadil duduk bersimpuh di depan sang bunda." Hehe, Maaf Bun, Fadil hanya senang aja bisa ketemu sama bunda makanya Fadil langsung peluk." Jawab Fadil dengan terkekeh kecil membuat Sisi menatap kearah Fadil.


Tapi saat Sisi menatap kearah putra keduanya itu seperti ada yang berbeda, Sisi melihat kalau senyuman dari putra nya itu hanya senyuman paksaan saja. Sisi juga Bisa melihat kalau wajah Fadil sangat pucat.


Kedua tangan Sisi memegang Kedua pipi Fadil.


" Kenapa wajah kamu pucat Dil. Apa kamu sakit" Tanya Sisi memegang wajah pucat Fadil. padahal rencananya tadi Sisi ingin mengomeli sang anak, Tapi saat melihat wajah dari putranya itu membuat Sisi mengurungkan niatnya untuk marah-marah.


" Ngga Bun, Fadil ngga sakit." Jawab Fadil berbohong. Membuat Sisi curiga kalau ada yang Fadil sembunyikan darinya.


" Kenapa wajah kamu pucat, kalau kamu tidak sakit." Tanya Sisi membuat Fadil Terdiam.


" Mungkin ini karena Fadil kekurangan Istirahat Bun, makanya wajah Fadil pucat." Jawab Fadil beralasan. Sisi yang mendengar jawaban dari Fadil seakan ragu dengan jawaban putra nya itu. Karena di hati seorang ibu bisa merasakan kalau ada yang Fadil sembunyikan.


" Ngga usah bahas kenapa Wajah Fadil pucat. Soalnya ada yang Fadil ingin bahas soal lain." Ucap Fadil mengalihkan pembicaraan karena Fadil tahu bundanya itu tidak akan berhenti bertanya sampai jawaban nya itu ada jawabannya. Sisi yang mendengar ucapan dari putranya itu membuat dirinya terdiam, padahal dirinya masih ingin menanyakan hal lain ke Fadil kenapa wajah dari putranya terlihat sangat pucat. Tapi setelah mendengar ucapan dari Fadil kalau ada yang Ingin Fadil bahas membuat Sisi mengurungkan niatnya untuk bertanya lagi.


Bagaimana dengan Fazar yang dari tadi berada di ruangan yang sama, hanya bisa melihat instruksi dari keduanya dengan setia. Bukan saja Sisi yang menyadari kalau ada yang Fadil sembunyikan dari mereka tapi Fazar juga merasa seperti itu. Merasa kalau ada yang Fadil sembunyikan dari mereka. Apalagi Fazar juga menyadari kalau Wajah Fadil begitu sangat pucat saat Fazar menatap lekat-lekat wajah dari saudaranya itu yang begitu sangat pucat tapi tertutup oleh Senyumannya.


Fazar terus memperhatikan Saudaranya itu." Apa yang Fadil sembunyikan dari kami. kenapa Wajahnya begitu sangat pucat." Batin Fazar terus memperhatikan Wajah Fadil.

__ADS_1


" Emangnya Apa yang Fadil ingin bahas." Tanya Sisi memerhatikan ke arah Fadil yang sedang tersenyum mengembang tinggi terukir di bibir nya


Fadil yang mendengar pertanyaan dari bunda itu mendekati bundanya itu, Lalu menarik tangan bundanya dengan sangat lembut untuk berdiri dari duduknya.


Sisi yang di tarik oleh Fadil untuk berdiri dari duduknya hanya bisa mengikuti apa yang Fadil inginkan." Fadil ingin memberitahukan ke bunda, Kalau Fadil sudah menemukan calon istri. Semalam Fadil sudah melamarnya dan tadi siang lamaran Fadil di terima." Ucap Fadil dengan sangat bahagia memberitahukan bundanya itu. Rasanya Fadil ingin berteriak ke seluruh penjuru rumah kalau dia sudah mendapatkan dambaan hati. Rasa sakit pada kepalanya juga seakan hilang saat Fadil mengatakan itu.


Apakah itu cinta. Seperti obat yang membuat kita lupa soal rasa sakit. Jika itu benar, Artinya Cinta adalah obat dan juga Racun untuk kehidupan kita. Seakan obat untuk mengobati tapi bisa seperti Racun yang bisa melukai.


Sisi terdiam mencoba mencerna setiap ucapan dari Fadil, Apakah yang di katakan Fadil yang sebenarnya atau hanya bercanda." Benarkah apa yang kamu ucapkan tadi Fadil." Tanya Sisi memastikan membuat Fadil mengangguk memberikan jawaban iya kepada bundanya itu." benarkah itu nak." Tanya Sisi kembali yang ingin benar benar memastikan kalau ucapan dari Fadil itu benar.


" Iya Bun, Fadil sudah memiliki wanita dambaan hati Fadil dan sebentar lagi kita akan datang untuk melamarnya." Ucap Fadil begitu sangat bahagia. Sisi mendengar ucapan dari putranya itu sangat bahagia.


Sisi mengira kalau putranya itu tidak akan menikah sama seperti Fazar, karena trauma saat melihat Fazar yang sakit akibat penghianatan dari tunangannya.


Sisi memeluk tubuh tinggi Fadil." Alhamdulillah. anak bunda sebentar lagi akan memiliki sahabat yang bisa menemaninya dan juga menjaga hatinya." Ucap Syukur Sisi sambil memeluk tubuh tinggi dari Fadil.


Fadil yang mendengar ucapan dari Sisi hanya bisa tersenyum." Semoga kebahagiaan ini bukan yang terakhir yang Allah." Batin Fadil yang memeluk tubuh bundanya itu dengan sayang karena bundanya itu memeluknya dengan begitu sangat bahagia.


Fazar dan Fazri yang mendengar ucapan dari Fadil sama-sama memerhatikan kearah Fadil yang masih memeluk bunda mereka dengan sayang.


" Aku kira bang Fadil adalah gay karena dia begitu sangat anti dengan wanita. Ternyata pikiran ku salah, dia tetap normal seperti pria lain, Hanya saja dia belum menemukan wanita pujaan hatinya." Gumam Fazri yang melihat ke arah Fadil. Fazri yang mendengar Ucapan dari Fadil tadi begitu sangat terkejut, Karena Fazri mengira kalau Fadil adalah gay. Karena Fazri begitu sangat sering melihat abang keduanya itu yang begitu sangat anti dengan wanita, Apalagi melihat wajah datarnya saat bertemu dengan seorang wanita. Walaupun dua bulan yang lalu Fazri, pernah mendengar kalau Fadil sedang jatuh cinta dan itu membuat Fazri memeras kakaknya itu. Tapi Fazri kira kalau Kakak nya itu hanya bercanda saja ya kan supaya ngga di kira gay.


Sama halnya dengan Fazri. Fazar juga merasakan hal yang sama kagetnya seperti Fazri barusan. Karena seingat Fazar. Fadil begitu sangat anti dengan wanita tapi kenapa bisa mendapatkan seorang wanita. Apakah di balik wajah datarnya saat bertemu dengan seorang wanita, Fadil adalah seorang Playboy.


Bisa jadi tuh.


" Pantas semalam dia tidak pulang, ternyata ini maksudnya." Gumam Fazar yang mengingat kenapa Fadil semalam tidak pulang dan pertemuannya tadi di restoran. Ternyata Fadil benar-benar menemui seorang Wanita dan sebentar lagi akan dia nikahi.


Jika itu benar, artinya Fazar kalah saing dengan Fadil.

__ADS_1


Padahal Fazar ingin membahas soal semalam kenapa Fadil tidak pulang dan kenapa Fadil sering hilang kontak secara dadakan.


Tapi setelah mendengar ucapan dari Fadil tadi membuat Fazar mengurungkan niatnya untuk bertanya. Karena Fazar tidak Meu menggangu kebagian dari adiknya itu.


__ADS_2