Cinta Untuk Wisyah

Cinta Untuk Wisyah
Eps 23


__ADS_3

" Apa Rido sudah mengetahui rahasiaku." Batin Fadil penasaran dan hal itu membuatnya panik, saat mendengar jawaban dari Rido.


" Emangnya gue punya rahasia apa." Tanya Fadil penasaran. Sedangkan Rido hanya diam.


" Cepat jawab." Bentak Fadil sambil menatap Rido yang hanya diam saja tidak menjawab.


Mendengar bentakan dari Fadil membuat Rido terdiam." Lo akan memiliki ke kekasih " jawab Rido saat lama terdiam. Mendengar jawaban dari Rido, Membuat Fadil membuang nafas lega.


" Ternyata dia tidak mengetahui rahasia ku." Batin Fadil bernafas lega sambil tersenyum kecil yang hampir tidak terlihat setelah mendengar jawaban dari Rido.


Fadil mengira bahwa rahasia yang selama ini dirinya sembunyikan telah di ketahui oleh Rido, Hal itu membuat dirinya panik.


Sampai Fadil mengingat kalau Rido mengatakan kalau dirinya akan memiliki ' kekasih '." Emangnya siapa yang memberitahukan lo kalau gua akan memiliki kekasih." Tanya Fadil yang pura pura tidak tahu, Padahal Fadil sudah mengetahui siapa biang dari semua kalau bukan Fazri, ya Fazri.


Yang mengetahui rahasianya cuman Fazri mana mungkin Rido mengetahuinya tanpa dia beritahu. kalau tidak diberitahu oleh Fazri.


" Dasar adik tidak bisa menepati janji, percuma aku memberikannya uang jajan selama satu bulan lunas tanpa utang." Batin Fadil kesal mengingat berapa uang yang dia berikan kepada Fazri, Asal Fazri tidak memberitahukannya kepada Bunda mereka bahwa Fadil menyukai seorang gadis yang berhasil mencuri separuh hatinya.


" Fazri yang memberitahukan itu ke gue." Jawab Rido jujur, karena tidak mau menanggung sendiri amarah dari Fadil. Mendengar Jawaban dari Rido membuat Fadil tersenyum karena tebakannya memang sangat benar, Kalau yang memberitahukan rahasianya itu adalah Fazri adiknya yang bermulut ember yang bagaikan bangau yang bermulut besar yang tidak bisa diam.


" Jadi kamu percaya." Tanya Fadil, yang langsung mendapatkan anggukan oleh Rido.


" Terus apa urusannya dengan garam." Tanta Fadil penasaran, karena garam yang tadi masih berasa di mulut nya walaupun dia sudah minum air sebanyak satu botol penuh tapi rasa asin masih saja menjalar seisi mulutnya.


Beruntungnya Juga air semalam yang Fadil isi masih ada jika tidak mungkin dia seperti ikan yang membutuhkan air karena kehausan.


" Gue mendengar kata orang jaman dulu, Kalau garam berfungsi untuk membongkar rahasia orang, Jika orang itu memiliki rahasia seperti Lo tadi." Jawab Rido, yang membuat Fadil bingung. Garam yang membuat rahasia orang terbongkar, Emangnya benar ya.


" Emangnya seperti apa." Tanta Fadil bingung membuat Fadil bertanya-tanya. bagaimana caranya garam bisa membongkar rahasia orang, tanpa orang itu bercerita


" Dengan yang gue lakuin ke Lo tadi." Jawab Rido, yang membuat Fadil semakin bingung.


" Apa yang Lo lakuin." Tanta Fadil kembali yang masih belum mengerti.


" Gue memberikan Lo garam di saat Lo dalam keadaan sedang tidur " Jawab Rido memberitahukan." Dan hasilnya sangat bagus ternyata ucapan orang tua itu benar dengan garam kita bisa, mengetahui rahasia orang tanpa orang itu bercerita, hanya mempergunakan garam saat orang itu dalam ke adan tertidur. orang itu akan bercerita seperti orang sadar walaupun dia dalam keadaan sedang tidak sadar seperti Lo tadi." Jelas Rido. Mendengar penjelasan dari Rido membuat Fadil merasa jengkel dengan sahabatnya sekaligus sekertaris nya itu.


" Jika lo percaya dengan perkataan Fazri kenapa Lo pergunakan Juga garam itu, untuk mengetahui rahasia gue." Tanta Fadil yang bingung dengan jalan pikir Rido, sudah mengetahui rahasianya tapi masih mempergunakan cara lama yaitu sara Kono yang belum tentu betul.


" Karena Lo yang pertama gue coba." Jawab Rido kembali. Mendengar jawaban dari Rido, membuat Fadil membulatkan matanya setelah mendengar jawaban dari Rido, kalau dirinya orang pertama yang merasakan rasa asin saat bangun dalam tidurnya. Dan dirinya sudah menjadi barang percobaan dari Rido.


" Lo kira gue ini barang percobaan apa." Pekik Fadil kesal. Karena jawaban itu membuat Fadil turun dari kasurnya setelah itu melangkah mendekati Rido yang masih duduk di atas lantai.


Rido yang melihat Fadil mendekatinya langsung was was, takut saja kalau dirinya langsung dianiaya oleh Fadil." Lo kira gue ini benda yang bisa, Lo buat jadi barang percobaan " Ucap Fadil sambil menyerang Rido dengan garam yang di pegang oleh Rido tadi. Fadil membalas kelakuan Rido tadi yang memasukkan garam kedalam mulutnya saat dirinya masih tidur.


Rido yang mendapatkan serangan dari Fadil, berusaha untuk menghindar, tapi kerena tenaga Fadil jauh lebih kuat darinya, membuat dirinya bisa merasakan rasa garam yang asin." Asin Fadil." pekik Rido kesal saat merasakan asin didalam mulutnya. Rido mengusap mulutnya yang asin karena Fadil sengaja memasukkan garam kedalam mulutnya.


Mendengar pekikan dari Rido, membuat Fadil tersenyum senang karena berhasil membalaskan kelakuan usil dari Rido." Itu yang gue rasain tadi." Ketus Fadil kesal lalu Fadil melangkah meninggalkan Rido yang masih diam di lantai sambil mengusap bibirnya yang asin karena terkena garam.


Fadil melangkah masuk kedalam kamar mandi


menutup pintu dengan keras yang membuat Rido kaget mendengar suara pintu itu.


" Dasar sahbos ( sahabat bos )." Gerutu Rido kesal.


Tidak berselang beberapa menit Fadil sudah selesai membersihkan dirinya dan juga sudah rapi dengan kaos putih dan jaket hitam yang membalut tubuhnya, dengan mengenakan pakaian itu membuat Fadil semakin terlihat tampan dengan penampilannya kali ini.



Mungkin seperti ini ya.


Biasanya Fadil berpenampilan mengenakan kemeja jika keluar, Tapi kini Fadil mengubah penampilannya dengan gaya baru. Penampilan yang membuat dirinya seperti berusia delapan belas tahun.


Siapa saja yang Melihatnya pasti akan terkagum-kagum melihat betapa tampannya Fadil. Bukan saja dengan berpakaian formal tapi dengan mengenakan pakaian yang seperti ini membuat Fadil semakin Tampan.


Rido yang melihat penampilan Fadil hanya tersenyum saja." Rapi amat, seperti orang yang akan bertemu dengan calon gebetan." Sindir Rido yang melihat penampilan Fadil yang terlihat jauh berbeda dengan penampilan yang seperti biasa.


Mendengar sindiran Rido membuat Fadil menatap Rido." Sewot amat si Lo." Jawab Fadil ketus sambil menatap ke arah Rido yang sedang duduk di atas sofa sambil menatap ke arahnya yang sedang memakai sepatu.


Fadil berdiri dari duduknya lalu melangkah mendekati Rido yang sedang duduk di sofa. Fadil menarik tangan Rido." Ngapain Lo narik narik tangan gue." Tanya Rido yang sudah di tarik oleh Fadil, agar dia berdiri dari duduknya.


" Gue mau ngajak Lo jalan." Jawab Fadil yang terus berusaha menarik tangan Rido agar Rido mau berdiri dari duduknya. Sedangkan Rido menguatkan dirinya agar dia tidak berdiri.

__ADS_1


" Mau kemana." Tanya Rido yang masih berusaha duduk agar tarikan Fadil tidak membuat nya berdiri.


" Mau ajak Lo ketemuan sama calon gebetan gue " jawab Fadil yang masih berusaha menarik Rido agar dia mau berdiri, tapi yang di tarik tidak berdiri sama sekali.


Mendengar kalimat ajakan dari Fadil membuat Rido menggeleng." Ogah gue mau jalan sama lo, yang ada gue nanti jadi nyamuk." Jawab Rido yang masih dalam pendiriannya tidak mau mengikuti ajakan Fadil. Padahal Tadi Rido penasaran, tapi kerena rasa kesalnya terhadap Fadil membuat dirinya malas untuk bertemu siapa sih gadis yang sudah berhasil menarik hati Fadil. Semakin Fadil menariknya untuk berdiri, semakin kuat juga Rido berusaha untuk duduk.


" Cepat berdiri." Perintah Fadil dengan tegas. Tapi Rido semakin menggeleng.


" gue ngga mau" Tolak Rido tegas tidak mau di bantah.


" Lo berdiri sekarang atau gue potong gaji Lo" ancam Fadil. Mendengar ancaman Fadil, bukannya membuat Rido berdiri, malahan pria tersenyum manis menatap Fadil


" Potong aja. Orang yang gaji gue Fazar bukan Lo." Jawab Rido dengan beraninya tidak lupa dengan senyuman di bibirnya yang membuat Fadil semakin kesal. Tapi Fadil membenarkan ucapan Rido kalau yang menggaji Rido itu Fazar bukan dirinya, dan bos sebenarnya juga Fazar bukan dirinya.


Fadil melepaskan tarikannya tadi." Kalau Lo ngga mau ya ngga apa-apa gue ngga masalah." Ucap Fadil yang sudah melepaskan tangannya yang tadi menarik tangan Rido. Sedangkan Rido bernafas lega, akhirnya dia terbebas dari Fadil sahabat dan bos keduanya itu.


Rido melihat Fadil yang sudah melangkah keluar, Rido yakin kalau Fadil pasti sudah mengalah untuk mengajak nya pergi.


Fadil melangkah keluar dari kamarnya dan menutup pintu dengan kuat membuat Rido yang berada di dalam kaget. Fadil meninggalkan Rido yang masih di dalam kamarnya dengan kekesalan hati.


Sedangkan Rido yang di tinggalkan mulai berdiri dari duduknya, karena Rido tidak mau berlama-lama berada di kamar Fadil.


Sebenarnya dia merasa penasaran dengan wanita yang berhasil mencuri hati Fadil, yang belum pernah terisi nama seorangpun.


Wanita yang berhasil membuat fadil jatuh cinta.


Tapi rasa penasaran nya itu dia buang jauh-jauh, karena dia tidak mau


kalau sampai dirinya menjadi nyamuk dari kedua pasangan itu.


Padahal dirinya sendiri tadi yang penasaran sampai sampai melakukan hal konyol hanya karena ingin mengetahui siapa wanita itu. Tapi giliran dirinya di tawarkan untuk mengenal siapa wanita itu malah Rido menolak ajakan dari Fadil. Itu artinya rencana yang tadi sudah rencanakan gagal total, percuma buang buang garam ujung ujungnya gagal.


Rido melangkah ke arah pintu. Rido membuka pintu yang tadi tertutup untuk ke luar dari kamar Fadil. Tapi di saat dia keluar, Rido sudah di kejutkan oleh tangan kekar yang memegang tangannya lalu menarik nya pergi.


Yang menarik Rido tidak lain adalah Fadil.


Rido sudah menebak dari tadi kalau Fadil pasti belum pergi.


" Gue nungguin Lo, karena Lo supir gue." Jawab Fadil yang menarik tangan Rido agar Rido mau ikut, sedangkan Rido ikut ikut saja, karena dirinya juga penasaran dengan wanita itu.


Dirinya juga tidak mau berurusan dengan Fadil yang notabe nya ngga bisa ngalah maunya menang sendiri.


Rido hanya bisa mengikuti langkah Fadil yang berada di depannya.


" Rido gue mau tanya sama lo." tanya Fadil di selah selah langkah nya


" Nanya apa." Jawab Rido.


" Lo dapat dari mana sih itu garam." Tanta Fadil, yang penasaran soal garam yang tadi.


Fadil bingung sahabatnya itu mendapatkan garam dari mana. Mana mungkin garam itu di ambil dari dapurnya. Atau jangan-jangan Rido membawanya langsung dari rumah, karena sudah ada niatan untuk mengerjai nya, itu pikir Fadil.


" Oh garam itu." Rido menjawab sambil ber oh ria, dengan kepala mengangguk nggauk." Garam itu memang sengaja gue bawa dari rumah." Jawab Rido membuat Fadil berbalik menatap Rido.


" Buat ngerjain gue." Tebak Fadil membuat Rido menggeleng.


" Salah." jawab Rido


" Terus untuk apa kalau bukan untuk ngerjain Gue." Tanya Fadil penasaran.


" Untuk makanan gue." Jawab Rido. Fadil mengerutkan alisnya bingung, mendengar jawaban dari Rido yang mengatakan untuk ' makanannya ' pikir Fadil


" Makanan Lo" Tanya Fadil bingung. Sedangkan Rido hanya mengangguk nggauk memberikan jawaban iya.


" Iya." Jawab Rido.


" Untuk apa." Tanta Fadil kembali seperti polisi yang sedang menginterogasi pelaku yang habis mencuri.


" Karena gue suka makan yang sedikit asin makanya gue bawa itu garam. Karena setiap.makanan yang berada di kantin ( kantor ) rasanya sangat hambar, makanya itu gue bawah garam dari rumah." Jawab Rido membuat Fadil semakin bingung dengan jalan pikir sahabatnya itu.


" Emangnya makan di kantin ( kantor ) rasanya hambar ya." Tanta Fadil tidak percaya. Fadil tidak percaya dengan jawaban dari Rido. Karena dirinya sendiri sering makan di kantin ( kantor ) rasanya biasa aja. rasa makanan yang berada di kantin ( kantor ) sama aja seperti makan biasanya, tidak ada yang aneh koh, Pikir Fadil.

__ADS_1


" Iya, menakan di kantor itu rasanya aneh." Jawab Rido. Sedangkan Fadil hanya mengangguk, mungkin Rido terkesan orang yang berbeda karena lebih suka dengan makanan yang sedikit asin di bandingkan dengan yang biasa. Makanya rido sering membawa garam.


" Tapi kenapa gue tidak menyadarinya hal itu." Pikir Fadil bingung dengan ke adaan Rido.


" Terus kalo mitos yang Lo percaya tadi ( tentang garam yang bisa mengungkap rahasia orang )." Tanya Fadil penasaran soal mitos garam yang di sebut oleh Rido tadi.


" Oh, mitos itu. Mitos itu gue dapat dari saudara nenek gue yang berada di kota S di desa W." Jawab Rido.


" Emangnya saudara nenek Lo udah pernah coba." Tanya Fadil kembali saat mendengar jawaban dari Rido.


" Belum sih, makanya gue coba itu ke Lo." Jawab Rido yang membuat Fadil membulatkan matanya untuk yang ke sekian kalinya.


" G,*blok ya lo percaya dengan mitos gituan, Malahan Lo udah jadikan gue barang percobaan." Protes Fadil mendengar penjelasan dari Rido, sedangkan Rido hanya tersenyum menyeringai memperlihatkan dataran giginya. Rido tahu kalau sahabatnya itu pasti sangat kesal mendengar jawaban dari nya kalau Fadil adalah yang pertama mencoba mitos itu.


Tidak terasa mereka sudah sampai di bawah


karena perbincangan konyol mereka tadi


yang mengantarkan mereka ke bawah.


" Bu Cecep." Panggil Fadil sopan, memanggil art di rumahnya.


" Iya, nak Fadil, ada apa." Tanta Bu Cecep yang sudah berdiri di hadapan Fadil.


Bu Cecep istri dari pak Tatang, mereka sudah berkerja di rumah Fadil sudah lama banget pas Fadil dan fazar masih kecil. Fadil dan Fazar juga sudah menganggap Bu Cecep dan pak Tatang seperti keluarga sendiri.


" Bu Cecep, Bunda di mana." Tanya Fadil yang tidak melihat bunda nya.


" Nyonya berada di dalam kamar nak Fadil." Jawab Bu Cecep, membuat Fadil hanya mengangguk.


" Sepertinya bunda sedang istirahat Dil lebih baik jangan di ganggu." Ucap Rido membuat Fadil Mengangguk untuk kesekian kalinya.


" Kalau begitu Fadil berangkat dulu Bu Cecep." Pamit Fadil." Kalau nanti Bunda tanyakan Fadil, beritahu saha kalau Fadil lagi keluar." Ucap Fadil.


" Baik Nak Fadil." Jawab Bu Cecep." Tapi kenapa nak Fadil ngga ijin langsung sama bunda." Tanya Bu Cecep.


" Pasti bunda lagi istirahat Bu Cecep, makanya Fadil ngga mau ganggu." Jawab Fadil." Kalau gitu Fadil pamit dulu ya Bu Cecep. Assalamualaikum." Pamit Fadil sambil mencium tangan Bu Cecep.


" Rido juga pamit ya Bu Cecep. Assalamualaikum." Pamit Rido, yang sama mencium tangan Bu Cecep.


" Iya nak Fadil, nak Rido, hati hati di jalan." Jawab Bu Cecep. Sedangkan keduanya hanya mengangguk sambil memberikan senyuman untuk Bu Cecep. Bu Cecep terus melihat ke arah mereka yang sudah pergi menghilang di depan pintu.


" Ya Allah semoga nak Fazar bisa pulang ke rumah dan bisa berkumpul dengan keluarganya seperti dulu lagi ya Allah." Doa Bu Cecep yang melihat ke arah pintu, yang memperlihatkan kalau sudah tidak ada orang di sana.


🍁🍁🍁🍁🍁


Sedangkan di luar rumah Fadil dan Rido yang sudah berada di dalam mobil dan Rido menjadi supir nya tentunya.


" Mau kemana kita Dil." Tanya Rido yang duduk di depan kemudi.


" Di jalan R." Jawab Fadil, yang langsung di mendapatkan anggukan oleh supir nya.


Rido menyalakan mobilnya. Rido menjalankannya lalu pergi meninggalkan pekarangan rumah keluarga Fadil.


" Ngebut ya." Suruh Fadil.


Rido melihat ke arah Fadil sebentar setelah itu kembali lurus ke depan.


" Gila ya lo pagi pagi di suruh ngebut." Protes Rido yang merasa aneh dengan sang sahabat.


" Ngebut aja, karena gue sudah telat." Jawab dari Fadil.


" Telat juga mau ke temu sama calon gebetan." Gerutu Rido dalam hati. Akhirnya Rido mengikuti perintah Fadil. Dirinya menjalankan mobilnya dengan kecepatan tidak terlalu tinggi tapi masih di bilang begitu sangat kencang.


Menjalankan mobilnya ke tempat di mana Fadil perintahkan tadi.


bersambung


Jangan lupa like, komen dan vote nya ya


Agar author makin semangat Buat up nya

__ADS_1


Author juga ngga maksa ko 😁🤭


__ADS_2