
Di dalam mobil.
Ketiganya hanya diam. Karena mereka sedang berada didalam pikiran mereka masing masing.
Fina yang masih mengingat perkataan dari Wiyah dan Fadil menjadi penasaran.
Ada hubungan apakah di antara mereka?.
Mau tanya takut kepo. Tapi kalau ngga nanya juga ngga bisa soalnya penasaran banget ' pikir Fina.
Fina melirik kearah Wiyah yang sedang duduk sambil melihat kearah luar. Fina tahu sahabatnya itu pasti sedang memikirkan sesuatu.'' Wiyah " panggil Fina membuat Wiyah yang di panggil mengalihkan pandangan yang tadi menatap kearah luar, kini menatap kearah Fina." Kamu ada hubungan apa sih sama kak Fadil." Tanya Fina sambil berbisik karena takut pertanyaannya di dengar oleh Fadil. Yang sedang duduk di kursi depan, apalagi dengan tumbuh di sandarkan di belakang kursi, yang bisa saja mendengar pertanyaannya barusan.
Sedangkan Wiyah yang mendengar pertanyaan dari Fina jadi bingung. Wiyah menatap kearah wajah Fina mempertanyakan apa yang di tanyakan oleh Fina barusan.
Fina yang melihat tatapan dari wiyah mulai mengerti. Kalau sahabatnya itu pasti tidak akan mengerti apa yang ia maksud, Soal pertanyaannya barusan.
" Maksudnya Wiyah, kamu ada hubungan apa sama kak Fadil kenapa kalian mengatakan. soal semalam, jawaban dan keputusan '. apa yang kalian maksud dan apa yang aku lewatkan." Jelas Fina sambil berbisik, membuat Wiyah mengerti apa yang di maksud oleh sahabatnya barusan.
" Nanti baru aku jelasin, apa yang di maksud oleh pertanyaanmu tadi" Jawab Wiyah dengan cara berbisik seperti Fina." Kenapa ngga di sini saja.'' Tanya Fina.
" Ngga bisa Fin entar kita di dengar sama kak Fadil." Jawab Wiyah membuat Fina mengangguk mengerti." Tapi kamu harus janji ya mau menceritakan apa yang kamu sembunyikan dariku." Ucap Fina sambil mengangkat jari kelingkingnya, memastikan kalau sahabatnya itu sudah terikat janji. jadi tidak akan berbohong.
Wiyah tersenyum lalu mengangkat jari kelingkingnya, mengikatkannya di jari kelingking Fina, menandakan kalau Wiyah mau menerima apa yang sahabatnya tadi ucapkan." Iya aku janji, entar sampai di rumah aku ceritain.''Jelas Wiyah. Membuat Fina mengangguk sambil tersenyum.
Sedangkan Fadil yang dari tadi bersandar di kursi mendengar bisikan dari dua sahabat itu. Walaupun jarak mereka sedikit jauh. Fadil di kursi depan sedangkan Wiyah dan Fina berada di kursi belakang. Tapi karena dia sedang menyenderkan tubuhnya di kursi jadi Fadil masih bisa mendengarkan bisik bisik antara Wiyah dan Fina.
" Kita singgah di restoran dulu baru ke taman untuk menemui harum." Ucap Fadil setelah melihat lewat kaca spion mobil kalau mereka sudah tidak berbisik bisik lagi.
" Iya kak Fadil, kami ngikuti saja." Jawab Wiyah. yang mendapatkan anggukan dari Fina.
Setelah itu mobil kembali hening. Hanya terdengar suara dari luar yaitu suara mobil yang sedang berlalu lalang melewati mobil mereka.
.
.
Sesampainya di restoran.
ketiganya turun dari mobil. Masuk kedalam restoran yang berlantai tiga tersebut.
Terlihat di dalam begitu sangat ramai membuat mereka bertiga memutuskan untuk naik kelantai atas. Sesampainya di lantai atas, mereka bisa melihat kalau lantai atas tidak seramai seperti lantai di bawah.
Fadil mengajak, kedua gadis itu untuk pergi kearah meja yang berdekatan dengan kaca yang bisa memperlihatkan pemandangan sekitar kota. Jadi mereka tidak terlalu tegang saat membicarakan soal semalam.
Rencananya Fadil akan memesan Rungan VIP di restoran itu. Agar saat mereka sedang berbincang tidak terganggu dengan pengunjung lainnya. Tapi Fadil yakin kalau Wiyah pasti akan menolak, Karena Wiyah tidak mau hanya berdua berada di ruangan yang sama. Walaupun akan ada Fina. Tapi Fadil yakin pasti Wiyah akan menolak ajakannya.
.
.
Wiyah, Fina, dan Fadil duduk di meja yang sama. Tempat yang mereka tempati begitu sangat indah karena memperlihatkan betapa indahnya kota itu di saat siang hari dan hampir menjelang sore karena sekarang sudah memasuki jam setengah tiga.
__ADS_1
Setelah mereka duduk, Fadil memanggil pelayan untuk memesan makanan yang akan mereka pesan.
" Mau pesan apa." Tanya Fadil sambil melirik kedua gadis di hadapannya itu. Wiyah maupun Fina yang merasa masih merasa kenyang karena baru saja dua jam yang lalu mereka makan, Yang membuat mereka menolak tawaran dari Fadil untuk makan kembali, karena perut mereka seperti tidak muat kalau harus di isi kembali.
" Makasih tawarannya kak Fadil. Tapi maaf kami menolaknya. Soalnya kami masih merasa kenyang, karena kami baru saja makan." Jawab Wiyah, sambil menjelaskan kenapa dia menolak tawaran dari Fadil.
Sedangkan Fadil hanya mengangguk mengerti, karena memang waktu makan siang baru saja lewat beberapa jam yang lalu" Oke. Tapi kalian bisa pesan beberapa makanan kecil. Agar saat kita lagi berbincang tidak ada merasa bosan." Wiyah dan Fina hanya mengangguk mendengar tawaran dari Fadil. Walaupun masih merasa kenyang, tapi mereka tidak mau menolak lagi. Wiyah takut kalau ia menolak lagi, Nanti pria yang berada di hadapannya itu merasa kecewa kepada mereka.
Sudah jauh-jauh datang ke kampus, meninggalkan pekerjaannya demi menjemputnya hanya karena ingin mendengar jawaban darinya. Maka dari itu Wiyah menerima tawaran dari Fadil. Walaupun dirinya masih merasa kenyang, Karena berapa jam yang lalu ia baru saja menyelesaikan makan siangnya.
Fadil memesan Buding dan beberapa makanan kecil untuk kedua gadis di hadapannya.
dan juga tiga segelas jus yang punya rasa berbeda untuk mereka.
Kini suasana hening pada meja yang mereka tempati, Hanya terdengar suara dari orang-orang yang berada di sekitaran situ.
Fadil berdehem mencairkan suasana hening pada meja mereka dengan cara berdehem. Rasa gugup yang di rasakan Wiyah semakin menjadi. Apalagi dia akan mengatakan jawabannya dan tidak tahu reaksi apa yang Fadil akan terima, mendengar keputusannya dan juga jawabannya.
Sedangkan Fina yang merasa tahu suasana di hadapannya terasa canggung karena mereka ingin membahas soal, yang dirinya saja tidak tahu. Fina berdiri dari duduknya karena Fina ingin membiarkan waktu untuk keduanya supaya lebih leluasa untuk berbicara.
" Wiyah, Kak Fadil aku ke toilet sebentar." Ijin Fina yang sudah berdiri dari duduknya.
Sedangkan Wiyah dan Fadil mengerti kalau Fina memberikan mereka waktu untuk berdua untuk membahas soal semalam. Yang mereka tidak tahu, apakah Fina sudah tahu atau belum
" Iya Fin." Jawab keduanya. Mendengar jawaban keduanya. Fina melangkah meninggalkan kedua nya untuk memberikan waktu untuk mereka. Agar lebih leluasa saat mereka sedang berbincang.
.
.
Sampai Wiyah memberanikan diri untuk memulai perbincangan terlebih dahulu.
" Kak Fadil."
" Wiyah."
Keduanya sama-sama membuka suara.
Hening.
" Kak Fadil duluan."
" Wiyah duluan."
Kata yang sama. Membuat keduanya bingung siapa yang duluan.
Saat Fadil akan bersuara kembali, Fadil melihat kearah Wiyah yang sama-sama ingin membuka suaranya. Fadil yang melihat itu dengan cepat mencegahnya. Membiarkan isyarat untuk Wiyah agar tidak membuka suara, karena dirinya ingin mengatakan sesuatu.
" Wiyah duluan yang ngomong, baru kak Fadil.'' Suruh Fadil.
" Tidak kak Fadil, kak Fadil duluan, baru aku." Tolak Wiyah.
__ADS_1
" Wiyah duluan, baru kak Fadil." Wiyah menggeleng menandakan kalau dia tidak setuju.
" Tidak kak Fadil duluan baru aku." Wiyah masih menolak. Menurut Wiyah apa yang Fadil akan ucapkan itu lebih penting.
Fadil menghela nafasnya.
" Katakanlah Wiyah, setelah itu barulah aku yang berbicara." Perintah Fadil." Tidak ada penolakan." Tegasnya lagi. Sedangkan Wiyah hanya mengangguk.
Wiyah bingung memulai dari mana arah pembicaraannya. Wiyah menghembuskan nafas panjang lalu melirik sekilas Fadil. Setelah itu kembali melihat kearah lain.
" Aku mau minta maaf terlebih dahulu Kak fadil, mungkin jawabanku ku akan membuat kak Fadil kecewa. " Fadil mendengar ucapan dari wiyah, mulai mengerti arah pembicaraannya. Fadil mulai menetralkan jantung nya agar saat ia mendengar jawaban dari Wiyah, Fadil akan menerimanya dengan lapang dada, karena Wiyah menolaknya nanti.
Walaupun sakit saat cinta tak terbalaskan, tapi Fadil akan tetap menerima itu.
( Walaupun nantinya akan ada dukun yang bertindak 🤭😁. bercanda )
Oke lanjut.
" Soal jawaban lamaran kak Fadil semalam.
Aku mengambil keputusan kalau aku menerima lamaran dari kak Fadil." Fadil terdiam mendengar ucapan yang keluar dari mulut Wiyah. Ia berusaha untuk mencerna setiap kata yang keluar barusan.
' Menerima '. benarkah ini atau hanya mimpi
" Benarkah Wiyah." Tanya Fadil menatap lekat lekat wajah Wiyah. Sedangkan gadis itu hanya menunduk kan padangan nya sambil mengangguk, membenarkan ucapan dari Fadil.
" Yes." Ucap Fadil begitu sangat bahagianya. Rasanya Fadil ingin memeluk Wiyah karena merasa senang dengan jawaban yang Wiyah berikan. Tapi Fadil masih sadar kalau gadis yang berada di hadapannya tidak akan bisa dia peluk.
Kemudian Fadil sadar kembali, Fadil mengingat soal curhatan Wiyah di buku diary nya. Kalau gadis di hadapannya itu tidak akan mencintai seorang pun selain suaminya nanti, karena dia belajar dari masalalu kedua orang tuanya.
Tapi Fadil tidak mempermasalahkan itu, Karena dia yakin apapun keputusan dan jawaban dari Wiyah Pasti sudah di pertimbangkan betul-betul dan bukan nya setiap rumah tangga tidak semua di jalani dengan hati yang sama-sama suka. Melainkan ada juga yang menikah tanpa cinta dan setelah mereka menikah barulah tumbuh perasaan itu karena mereka selalu bersama.
" Alhamdulillah. Aku bersyukur kalau Wiyah mau menerima lamaran ku. Makasih Wiyah.'' Ucap Fadil begitu sangat bahagia, sampai sampai dia tidak bisa mengabarkan kebahagiaan nya seperti apa.
Fadil masih tidak menyangka, kalau gadis yang selama dua bulan terakhir menepati hati nya kini menerima lamarannya, Walaupun Fadil tidak tahu, apakah Wiyah menyukainya atau tidak. Tapi Fadil yakin pasti akan ada cinta untuknya, Karena Wiyah belum pernah merasakan yang namanya pacaran.
Bukanya lebih enak pacaran setelah menikah.
mau pegangan tangan, pelukan, telponan, dan jalan bareng setiap hari. Itu tidak akan masalah, karena mereka sudah sah saja bukan.
hubungan mereka juga tidak akan menimbulkan Fitnah, karena sudah di ikat dengan ikatan pernikahan.
( Betul ngga nih🙃 )
Bersambung.
Maaf baru bisa up soalnya, author lagi sibuk banget di Dunia nyata. 😫
makasih teman teman udah mau dukung author.
Jangan lupa. komen, like, vote dan hadiahnya. biar author semangat Buat up.
__ADS_1
terimakasih.
salam manis dari author 😉.