Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab 1


__ADS_3

 


Sandira duduk dengan wajah pucat. Sandira merasa takut dan gelisah dengan situasi yang ada di hadapannya sekarang ini. Di tangan Sandira terdapat sebuah pisau yang berlumuran darah dan yang paling mencengangkan di hadapan Sandira ada seorang laki – laki tua yang tergeletak menahan sakit sambil memegangi perutnya yang berlumuran darah.


 


Tak lama dengan keadaan seperti itu, sebuah mobil ambulan datang dan membawa laki - laki tua itu ke rumah sakit. Sedangkan Sandira di bawa ke kantor polisi. Di kantor polisi, polisi menanyakan Sandira ini dan itu tapi Sandira tak menjawab satu pun pertanyaan mereka hingga membuat polisi naik pitam dan memarahi Sandira.


Sekalipun di bentak \- bentak dan di caci maki, Sandira tetap diam dengan air mata yang terus mengalir di pipinya. " Sudahlah, semua bukti mengarah padanya. Ini sudah jelas, dialah pelakunya. Sekeras apapun kita mencoba, aku yakin dia tak akan mengatakan alasan di balik percobaan pembunuhan ini. Kau tau kan, ini menyangkut orang \- orang berduit jadi akan sangat sulit mengorek informasi. Aku yakin dia di ancam untuk tak mengatakan siapa otak di balik pembunuhan itu, " ucap salah satu polisi.



Perkataan polisi itu di setujui dengan rekannya yang lain. Mereka kemudian memutuskan untuk memasukkan Sandira ke dalam jeruji besi. Di dalam jeruji besi, Sandira terus terdiam dengan air mata yang sesekali menetes di pipinya. Sandira duduk di pojok tempat itu sambil memeluk kedua kakinya.



Dalam benak Sandira terkenang semua kehidupan sedarhana dan tenangnya sebelum malam yang merenggut semua hal itu. Sandira adalah seorang gadis cantik yang berusia 23 tahun. Sandira bekerja di sebuah pabrik untuk memenuhi kebutuhannya dan adiknya satu \- satunya.



Orangtua Sandira sudah meninggal karena sakit. Setelah di tinggal kedua orang tuanya, Sandira bekerja untuk memenuhi kebutuhannya dan adiknya. Tapi, dunia mereka tak seburuk yang di alami Sandira sekarang ini. Hidup Sandira dan adiknya sangat tenang, damai dan penuh dengan warna.

__ADS_1


Adik Sandira yang bernama Que sedang kuliah di luar negeri karena beasiswa penuh yang di dapatkannya. Karena ketebatasan biaya, Que tak bisa pulang ke negaranya secara rutin. Sejak kuliah di luar negeri 3 tahun yang lalu, Que hanya pernah pulang sekali yaitu satu tahun yang lalu.


Sekalipun mereka tak bertemu selama satu tahun belakangan ini. Tapi, kakak beradik itu selalu berkomunikasi satu sama lain setiap harinya untuk mengabarkan atau menceritakan hari - hari mereka di negara yang berbeda menggunakan sebuah aplikasi chatting.


Sandira menangis tersedu - sedu sambil menyembunyikan mukanya karena meratapi nasib buruknya. Hanya dengan satu kejadian yang tak pernah di sangka - sangkanya itu. Hidup Sandira berubah total.


Sandira menghapus airmatanya kemudian memandang kedua telapak tangannya yang bergetar hebat. Airmata Sandira mengalir membasahi pipinya hingga membuat Sandira terlelap tidur di dalam ruangan yang tak pernah terlintas dalam benaknya akan di tinggalinya itu.


 


 


 


Lory merupakan seorang pengusaha kaya raya yang berpengaruh di dunia. Karena statusnya itu, membuat Smith, cucu Lory satu – satunya menyembunyikan keadaan kakeknya yang sebenarnya karena semua itu dapat mempengaruhi saham dan kestabilan perusahanan – perusahaan mereka.


 


Smith menatap Lory yang terbaring koma di sebuah kamar yang cukup megah. " Kakek, " ucap Smith mengengam tangan Lory dengan erat dan dengan air mata yang tertahankan di bola matanya. Smith sangat menyayangi kakeknya karena kakeknya adalah keluarganya satu - satunya. Ibu Smith meninggal karena sakit sedangkan ayah Smith meninggal karena kecelakaan.


Smith membelai wajah kakeknya dengan lembut namun kemudian matanya berubah menjadi dingin. " Kakek, aku akan membalasnya. Seperti aku membalas mereka yang membuat ibu terkena penyakit hingga membuatnya menutup matanya, " ucap Smith dengan mata yang penuh dendam.

__ADS_1



Hidup Smith memang bergelimang harta. Tapi, bukan berarti hidupnya itu damai dan jauh dari kegelisahan. Setiap harinya, Smith harus menjaga segala sesuatu agar berada dalam tempatnya.



Karena hal tersebut pula, Smith tak bisa mempercayai seseorang seutuhnya karena mereka tak bisa di percaya. Terlebih lagi Smith pernah merasakan pahitnya di khianati oleh orang yang di anggap keluarganya sendiri. Ibunya di racuni hingga membuat ibunya sakit parah dan meninggal. Pelakunya adalah pelayan setia yang sudah bekerja dengan keluarga mereka berpuluh – puluh tahun.



Karena hal itu, Smith membuat pelayan itu dan seluruh keluarganya membunuh diri mereka sendiri. Sedangkan ayah Smith di bunuh dengan dalih sebuah kecelakaan. Seseorang dengan sengaja memodifikasi mobil ayah Smith hingga terjadi ledakan besar saat di kendarai oleh ayah Smith. Pelaku di balik pembunuhan ayahnya itu masih belum bisa di temukan karena semua bukti menghilang seperti butiran \- butiran debu yang tersapu oleh angin.



Beberapa bulan setelah kematian ayahnya, sekarang kakek Smith di hadapkan dengan kejadian yang sama. Smith tau ini semua karena harta keluarganya membuat banyak orang yang menginginkan kematian mereka untuk merebut harta serta kursi yang mereka miliki.


 


 


See You Next Bab!

__ADS_1


__ADS_2