Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab23


__ADS_3

Smith meminum obatnya kemudian tersenyum kecil saat mendapat omelan dari John.


" Aku juga tak ingin seperti ini tapi apa lagi yang harus aku lakukan untuk membuatku melupakan Sandira? Jalan satu – satunya hanya menyibukkan diriku.


Sandira tak menyukaiku hingga dia pergi begitu saja. Dia pasti sangat tak suka berada di dekatku hingga pergi tanpa meninggalkan jejak.


Dia bahkan sampai pindah rumah dan sudah tak bekerja lagi di tempat kerjanya yang dulu. Dia pasti melakukan itu karena sengaja menghindariku kan?


Dia melakukan itu karena tak ingin aku mencarinya kan? Benar kan ?" ucap Smith dengan nada frustasi namun matanya penuh dengan luka.


John menghela nafasnya mendengar perkataan Smith.


" Aku pikir tak seperti itu. Aku yakin dia tak membencimu. Aku pikir dia pergi karena mulai menyukaimu.

__ADS_1


Sandira itu sangat keras kepala dengan apa yang di percayainya. Dia pikir duniamu dan dia itu sangat berbeda dan jika kau tak menyukainya lagi mungkin dia akan sangat terluka sehingga dia memilih untuk pergi. Sebelum pergi dia mengatakan padaku jika kau akan baik – baik saja jika dia pergi darimu karena kau punya segalanya sehingga kau bisa dengan mudah mendapatkan pengganti Sandira tapi itu akan berbeda jika kau yang meninggalkannya, " ucap John. Mendengar perkataan John membuat Smith mendapat secerca harapan.


" Benarkah? Dia mengatakan seperti itu? Dia mengatakan jika aku akan baik – baik saja jika dia meninggalkanku tapi itu berbeda jika aku yang meninggalkannya jadi dia memilih untuk pergi ? Jadi, dia menyukaiku dan tak membenciku? Benar apa yang kau katakan tadi? Kau tak berbohong hanya untuk menghiburku kan ?" ucap Smith dengan penuh harap pada John.


John tertawa kecil melihat respon Smith. " Aku tak menyangka jika responmu akan seperti ini tapi apa yang aku katakan memang benar, " ucap John yang membuat Smith langsung memeluk John.


"Terima kasih karena mangatakan ini padaku, " ucap Smith.


"Aku harus menemukannya dan membuatnya datang padaku! " ucap Smith penuh dengan antusias untuk mencari Sandira.


Perkataan Lory itu membuat John dan Smith menatapnya. " Kakek ?" ucap Smith tak percaya menatap kakeknya.


" Dia tinggal di sebuah kontrakan satu petak di daerah ini, dia bukan pergi karena menghindarimu tapi pergi karena keadaan. Dia diusir dari rumah lamanya karena tak membayar sewa selama dua bulan dan pemilik rumah sudah menyewakan rumah itu pada orang lain. Dia juga di pecat karena mangkir kerja selama dua bulan, " jelas Lory memberikan alamat Sandira pada Smith.

__ADS_1


Smith tersenyum lega mendengar penjelasan kakeknya karena berarti Sandira tak menghindarinya namun memang keadaan yang membuatnya seakan menghindari Smith.


Smith langsung berdiri dan bergegas berniat pergi menuju alamat Sandira yang baru namun tubuhnya sudah dalam limit.


Belum lama Smith berjalan, Smith sudah terjatuh pingsan. Melihat hal itu Lory dan John meneriakkan nama Smith dan menghampiri tubuh Smith yang tergeletak di lantai.


Mereka membawa Smith ke ranjangnya dan John segera memeriksa keadaan Smith. John menghela nafasnya menyadari betapa lemahnya kondisi Smith karena terlalu mendorong tenaganya hingga membuat tubuhnya berada dalam keadaan seperti ini.


" Smith harus istirahat beberapa hari untuk memulihkan kondisinya. Tubuhnya sangat lemah, jika dia memaksakan untuk beraktifitas seperti biasanya. Ini akan mengancam nyawanya, " ucap John yang membuat Lory menghela nafasnya.


John dan Lory menatap Smith iba saat dalam keadaan tak sadarnyapun Smith terus memanggil nama Sandira.


" Aku ingin minta tolong padamu, bawakan gadis itu kemari, " ucap Lory yang di sanggupi oleh John.

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB !! SARANGHAE😍


__ADS_2