Cruel Fate

Cruel Fate
Part 20.2


__ADS_3

Kilat mata Arrio terlihat begitu jelas dan semakin membuat


tempat itu semakin terasa mencekam dan mengerikan di waktu yang sama.


“Kau ingin balas dendam padaku?” tanya Arrio.


“Tidak, tak hanya sesederhana itu. lebih tepatnya, aku hanya


ingin membunuhmu dan juga penyembuhmu itu. melenyapkan kalian dan menguasai 3


dunia sekaligus… Surga yang ada di atas sana, Dunia yang ada di sini, dan juga


Neraka… yang ada di bawah sana. Aku akan menguasai semuanya tanpa terkecuali…”


kata Darrick lagi.


“Aku tidak melakukan pengkhianatan apapun!” ucap Arrio.


“Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu? Tidak akan


pernah Arrio! Tidak akan pernah!” kata Darrick.


“Jangan mempercayai begitu saja apa yang kau lihat. Kau tahu


persis bagaimana aku,” tukas Arrio lagi.


“Justru karena aku mengenalmu! Aku benci mengatakan bahwa


kau melakukan hal busuk seperti ini padaku! Kau keterlaluan dan menjijikkan!


Kau… kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Kau harus merasakan


penderitaan ku selama ini karena perbuatanmu Arrio!” teriak Darrick.


“Kau sudah di butakan oleh dendam Darrick. Kau benar – benar


sudah salah jalan!” balas Arrio.


“Aku tak peduli lagi dengan ucapanmu.”


“Tak akan pernah aku biarkan kau menyentuh kekasihku atau


siapapun yang berada di dekatku. Bahkan menyakiti mereka, karena kalau kau


tetap melakukan itu. kau akan tahu akibatnya!” ancam Arrio.


“Benarkah? Apa yang bisa kau lakukan Arrio?” tantang


Darrick.


Arrio kini sudah tak peduli lagi dengan semua keadaan yang


ada. Dalam pikirannya saat ini hanyalah menghabisi Darrick dan melindungi Arra


dengan cara apapun. Maka tak lama setelah mendengar ucapan Darrick yang


mengancam nyawa gadis yang di cintainya.


Aura tempat itu kini kembali berubah seiring dengan


kemarahan Arrio yang sudah mencapai batasnya. Seolah terjadi perang dingin di


antara mereka berdua yang berdiri saling berhadapan. Baik Darrick maupun Arrio


mengeluarkan hawa kuat yang saling berlawanan. Ruangan itu kini terbagi, di


satu sisi terasa begitu panas seperti neraka dengan warna hitam yang pekat dan


mengerikan. Sementara di satu sisinya lagi, Arrio mengeluarkan hawa dingin yang


begitu mematikan bagi para iblis dengan nyala merah membara seperti api yang

__ADS_1


siap melalap apapun di hadapannya.


Hingga akhirnya, mantra itu di ucapkan oleh Arrio. Sebuah


mantra yang akan menunjukkan siapa sosok Arrio sesungguhnya.


“Fliegen…” ucap


Arrio, dan membuat Andrew yang berdiri di sampingnya menganga tak percaya.


Sepasang sayap besar berwarna putih yang lembut dan begitu


berkilau kini muncul dari balik punggung kekar Arrio. Bajunya robek dan


menampilkan tubuhnya yang begitu atletis dengan kilatan di setiap incinya.


Cahaya yang begitu terang dan menyilaukan juga keluar dari seluruh tubuhnya


sekaligus sayap putihnya dan menerangi seluruh ruangan.


Andrew hampir tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat


ini. Ini sangat mirip dengan adegan dalam film fantasy yang selalu di lihatnya


di bioskop. Sosok Arrio terlihat begitu menakjubkan bahkan untuk Andrew sendiri


yang seorang laki – laki.


Kaki Arrio yang menjejak kecil membuat tubuhnya sedikit


melayang di udara.


Namun, tak hanya Andrew yang di buat takjub oleh perubahan


Arrio kali ini. Karena Darrick, Ellard juga iblis di belakang mereka tak


percaya akan melihat sosok sesungguhnya sang malaikat utama yang begitu hebat


“KAU TAK BOLEH


MENYENTUH GADISKU. ATAU KAU AKAN AKU MUSNAHKAN SELAMANYA!” amuk Arrio


dengan suara menggelegar.


Darrick yang melihat itu hanya bisa diam dan menatap wajah


sang mantan sahabat itu tak percaya. Inikah kekuatan yang di miliki oleh Arrio


sesungguhnya? Apakah ini sosok kuat Arrio yang mampu menghancurkan seluruh


dunia beserta isinya hanya dengan sepauh kekuatan yang dia miliki?


Ellard, sang panglima yang terlihat masih cukup sadar


perlahan bergerak dan membisikkan sesuatu pada iblis yang ada di dekatnya dan


mendadak iblis itu menghilang dari sana.


Hawa dingin itu kini semakin menyebar dan hampir menyentuh


Darrick dengan seluruh anak buahnya termasuk Ellard yang sudah mulai lemas


karena kekuatannya terasa seperti di serap habis oleh Arrio sekarang.


Dan di saat itu, Andrew memberanikan diri mendekat pada


Arrio sambil memberi pesan lewat gerakan bibirnya, “Arra! Lindungi dia!” kata


Andrew dan menunjuk pada salah satu sisi dimana tempat salah satu iblis


menghilang.

__ADS_1


“Brengsek!!!” pekik Arrio dan segera melesat dengan cepat


meninggalkan tempat itu setelah menarik salah satu panah yang di bawanya


sebagai senjata.


Panah itu kini melesat dan mengenai seluruh anak buah


Darrick yang berada tepat di belakang sang penguasa dan menyerempet sedikit


pada sisi kanan sang panglima Iblis, Ellard.


Dan itu semua membuat pasukan yang di bawa Darrick lenyap


seluruhnya seperti debu yang terbang di tiup angin dan membuat Darrick semakin


tercengang juga takjub dengan kekuatan yang di miliki oleh Arrio sebenarnya.


Satu hal yang Darrick sadari saat ini, bahwa desas desus tentang kekuatan Arrio


yang mampu mengalahkan jutaan iblis walaupun hanya seorang diri, kemungkinan


besar adalah benar.


Dan keberadaan sang penyembuh di sisi Arrio, juga merupakan


sinyal kematian yang kuat bagi Darrick dan kaumnya jika tak mampu memenangkan


peperangan ini.


***


Apa yang di katakan Andrew ternyata benar. Dari kejauhan


Arrio sudah bisa melihat keberadaan sesosok iblis dengan membawa pedang besar


di tangan kanannya dan juga panah di punggung nya yang tengah terbang cepat


menuju ke rumah kediamannya, tempat Arra berada.


Hal ini jelas saja membuat amarah Arrio semakin menjadi.


Tanpa menunggu lama, dengan jarak antara dirinya dan si


iblis yang masih cukup jauh, Arrio kini menarik lagi anak panahnya dan


memantrai anak panah itu sebelum membidiknya tepat ke arah si iblis.


Sleebb!


Satu anak panah yang di lesatkan Arrio tiba tiba berubah


menjadi ribuan anak panah dengan api biru di ujung mata panahnya dan kembali


menyatu untuk menyerang tepat di jantung si iblis.


“AAARRRGGHHHH!!!!” teriakan kesakitan itu terdengar begitu


menggelegar di langit hingga burung gagak terbang dengan cepat akibat


mendengarnya.


Tubuh iblis itu kini terjatuh dan terbakar oleh bara api dan


berubah menjadi abu yang di tiup angin.


Arrio kini kembali melesat setelah membunuh iblis itu untuk


berangkat dengan cepat menuju ke rumahnya dan membawa Arra ke tempat yang


paling aman di banding di dunia ini.

__ADS_1


***


__ADS_2