
Kilat mata Arrio terlihat begitu jelas dan semakin membuat
tempat itu semakin terasa mencekam dan mengerikan di waktu yang sama.
“Kau ingin balas dendam padaku?” tanya Arrio.
“Tidak, tak hanya sesederhana itu. lebih tepatnya, aku hanya
ingin membunuhmu dan juga penyembuhmu itu. melenyapkan kalian dan menguasai 3
dunia sekaligus… Surga yang ada di atas sana, Dunia yang ada di sini, dan juga
Neraka… yang ada di bawah sana. Aku akan menguasai semuanya tanpa terkecuali…”
kata Darrick lagi.
“Aku tidak melakukan pengkhianatan apapun!” ucap Arrio.
“Kau pikir aku akan percaya dengan ucapanmu? Tidak akan
pernah Arrio! Tidak akan pernah!” kata Darrick.
“Jangan mempercayai begitu saja apa yang kau lihat. Kau tahu
persis bagaimana aku,” tukas Arrio lagi.
“Justru karena aku mengenalmu! Aku benci mengatakan bahwa
kau melakukan hal busuk seperti ini padaku! Kau keterlaluan dan menjijikkan!
Kau… kau harus merasakan apa yang aku rasakan selama ini. Kau harus merasakan
penderitaan ku selama ini karena perbuatanmu Arrio!” teriak Darrick.
“Kau sudah di butakan oleh dendam Darrick. Kau benar – benar
sudah salah jalan!” balas Arrio.
“Aku tak peduli lagi dengan ucapanmu.”
“Tak akan pernah aku biarkan kau menyentuh kekasihku atau
siapapun yang berada di dekatku. Bahkan menyakiti mereka, karena kalau kau
tetap melakukan itu. kau akan tahu akibatnya!” ancam Arrio.
“Benarkah? Apa yang bisa kau lakukan Arrio?” tantang
Darrick.
Arrio kini sudah tak peduli lagi dengan semua keadaan yang
ada. Dalam pikirannya saat ini hanyalah menghabisi Darrick dan melindungi Arra
dengan cara apapun. Maka tak lama setelah mendengar ucapan Darrick yang
mengancam nyawa gadis yang di cintainya.
Aura tempat itu kini kembali berubah seiring dengan
kemarahan Arrio yang sudah mencapai batasnya. Seolah terjadi perang dingin di
antara mereka berdua yang berdiri saling berhadapan. Baik Darrick maupun Arrio
mengeluarkan hawa kuat yang saling berlawanan. Ruangan itu kini terbagi, di
satu sisi terasa begitu panas seperti neraka dengan warna hitam yang pekat dan
mengerikan. Sementara di satu sisinya lagi, Arrio mengeluarkan hawa dingin yang
begitu mematikan bagi para iblis dengan nyala merah membara seperti api yang
__ADS_1
siap melalap apapun di hadapannya.
Hingga akhirnya, mantra itu di ucapkan oleh Arrio. Sebuah
mantra yang akan menunjukkan siapa sosok Arrio sesungguhnya.
“Fliegen…” ucap
Arrio, dan membuat Andrew yang berdiri di sampingnya menganga tak percaya.
Sepasang sayap besar berwarna putih yang lembut dan begitu
berkilau kini muncul dari balik punggung kekar Arrio. Bajunya robek dan
menampilkan tubuhnya yang begitu atletis dengan kilatan di setiap incinya.
Cahaya yang begitu terang dan menyilaukan juga keluar dari seluruh tubuhnya
sekaligus sayap putihnya dan menerangi seluruh ruangan.
Andrew hampir tak percaya dengan apa yang di lihatnya saat
ini. Ini sangat mirip dengan adegan dalam film fantasy yang selalu di lihatnya
di bioskop. Sosok Arrio terlihat begitu menakjubkan bahkan untuk Andrew sendiri
yang seorang laki – laki.
Kaki Arrio yang menjejak kecil membuat tubuhnya sedikit
melayang di udara.
Namun, tak hanya Andrew yang di buat takjub oleh perubahan
Arrio kali ini. Karena Darrick, Ellard juga iblis di belakang mereka tak
percaya akan melihat sosok sesungguhnya sang malaikat utama yang begitu hebat
“KAU TAK BOLEH
MENYENTUH GADISKU. ATAU KAU AKAN AKU MUSNAHKAN SELAMANYA!” amuk Arrio
dengan suara menggelegar.
Darrick yang melihat itu hanya bisa diam dan menatap wajah
sang mantan sahabat itu tak percaya. Inikah kekuatan yang di miliki oleh Arrio
sesungguhnya? Apakah ini sosok kuat Arrio yang mampu menghancurkan seluruh
dunia beserta isinya hanya dengan sepauh kekuatan yang dia miliki?
Ellard, sang panglima yang terlihat masih cukup sadar
perlahan bergerak dan membisikkan sesuatu pada iblis yang ada di dekatnya dan
mendadak iblis itu menghilang dari sana.
Hawa dingin itu kini semakin menyebar dan hampir menyentuh
Darrick dengan seluruh anak buahnya termasuk Ellard yang sudah mulai lemas
karena kekuatannya terasa seperti di serap habis oleh Arrio sekarang.
Dan di saat itu, Andrew memberanikan diri mendekat pada
Arrio sambil memberi pesan lewat gerakan bibirnya, “Arra! Lindungi dia!” kata
Andrew dan menunjuk pada salah satu sisi dimana tempat salah satu iblis
menghilang.
__ADS_1
“Brengsek!!!” pekik Arrio dan segera melesat dengan cepat
meninggalkan tempat itu setelah menarik salah satu panah yang di bawanya
sebagai senjata.
Panah itu kini melesat dan mengenai seluruh anak buah
Darrick yang berada tepat di belakang sang penguasa dan menyerempet sedikit
pada sisi kanan sang panglima Iblis, Ellard.
Dan itu semua membuat pasukan yang di bawa Darrick lenyap
seluruhnya seperti debu yang terbang di tiup angin dan membuat Darrick semakin
tercengang juga takjub dengan kekuatan yang di miliki oleh Arrio sebenarnya.
Satu hal yang Darrick sadari saat ini, bahwa desas desus tentang kekuatan Arrio
yang mampu mengalahkan jutaan iblis walaupun hanya seorang diri, kemungkinan
besar adalah benar.
Dan keberadaan sang penyembuh di sisi Arrio, juga merupakan
sinyal kematian yang kuat bagi Darrick dan kaumnya jika tak mampu memenangkan
peperangan ini.
***
Apa yang di katakan Andrew ternyata benar. Dari kejauhan
Arrio sudah bisa melihat keberadaan sesosok iblis dengan membawa pedang besar
di tangan kanannya dan juga panah di punggung nya yang tengah terbang cepat
menuju ke rumah kediamannya, tempat Arra berada.
Hal ini jelas saja membuat amarah Arrio semakin menjadi.
Tanpa menunggu lama, dengan jarak antara dirinya dan si
iblis yang masih cukup jauh, Arrio kini menarik lagi anak panahnya dan
memantrai anak panah itu sebelum membidiknya tepat ke arah si iblis.
Sleebb!
Satu anak panah yang di lesatkan Arrio tiba tiba berubah
menjadi ribuan anak panah dengan api biru di ujung mata panahnya dan kembali
menyatu untuk menyerang tepat di jantung si iblis.
“AAARRRGGHHHH!!!!” teriakan kesakitan itu terdengar begitu
menggelegar di langit hingga burung gagak terbang dengan cepat akibat
mendengarnya.
Tubuh iblis itu kini terjatuh dan terbakar oleh bara api dan
berubah menjadi abu yang di tiup angin.
Arrio kini kembali melesat setelah membunuh iblis itu untuk
berangkat dengan cepat menuju ke rumahnya dan membawa Arra ke tempat yang
paling aman di banding di dunia ini.
__ADS_1
***