Cruel Fate

Cruel Fate
Part 24.1


__ADS_3

Jadwal hari ini adalah jadwal yang paling di tunggu Arra


selama hidupnya. Dia akan memulai belajar pelajaran barunya. Bukan pelajaran


umum layaknya manusia pada umumnya, namun pelajaran yang harus di lakukan penyembuh


saat dia sudah menyadari posisinya sebagai seorang penyembuh. Arra sendiri


selama ini tak berpikir bahwa penyembuh akan memiliki kekuatan yang begitu


besar jika di kembangkan dan di latih dengan  baik dan benar.


Dia pikir, penyembuh hanya sekedar menajdi jodoh dari


malaikat tertentu. Tapi nyatanya? Tidak sama sekali.


Arrio memberitahukannya bahwa Jason akan mengajarinya banyak


hal yang harus di lakukan dan di miliki sebagai seorang penyembuh sampai pada


hal yang terkecil dan sangat sepele sampai ke hal besar yang bisa saja tak


pernah di bayangkan bahkan oleh Arrio sekalipun.


Arrio sendiri sekarang sedang mengurus hal lain bersama


Aksel dan Arsen yang pagi ini datang menemuinya di rumah persembunyian. Arsen


juga kembali memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan pada Arra dan mengajak


gadis itu untuk mengobrol tentang berbagai hal yang terjadi dan di alami oleh


Arra beberapa waktu ke belakang termasuk untuk Andrew. Sudah menjadi salah satu


tugas Arsen untuk menuntun Arra yang masih kebingungan agar bisa lebih menerima


kenyataan dengan penuh dan meyakini segalanya sepenuh hati dan pikirannya.


Sekarang, Arra yang sudah bersiap dengan pakaian yang di


berikan oleh Arrio sebelumnya duduk dan menunggu di taman yang berada di


belakang rumah persembunyian mereka.


Hingga gadis itu akhirnya melihat sesuatu yang menakjubkan.


Yaitu bagaimana Jason yang terbang melayang dengan sayap lebarnya turun dari


rooftop menuju ke arahnya dengan pakaian khas malaikatnya. Tak ada lagi yang


akan di tutupi oleh Jason sekarang.


“Selamat pagi kakak ipar… hari ini jadwalmu untuk berlatih


denganku ya, besok baru giliran Aksel yang akan mengajarimu…” sapa Jason dengan


senyum manisnya.


“Pagi juga… aku tahu, kita mulai sekarang? Aku sudah tak


sabar dengan pelajaran pertamaku…” ungkap Arra dengan bersemangat.


“Oke! Pelajaran pertama yang harus di ketahui dan menjadi


dasar dari seorang penyembuh yang akan berhubungan langsung dengan Dunia Atas


adalah cara untuk berkomunikasi jarak jauh atau secara tersembunyi dengan orang


– orang terdekat. Contohnya antara kakak ipar dengan kak Arrio,” jelas Jason.


“Maksudnya seperti menelepon? Atau mengirim surat?” tanya


Arra memperjelas.

__ADS_1


“Hmm… itu bisa jadi perumpamaan yang bagus. Katakan saja


begini, di dunia atas nanti tidak aka nada ponsel atau pak pos yang siap


mengantarkan pesanmu. Memang sih ada burung yang mengantarkan pesan, tapi kalau


kau punya keperluan yang mendesak dan sangat rahasia, sementara penghantar


pesan justru bisa saja tak bisa menyampaikan pesannya dengan baik. Apa yang


harus di lakukan?” kata Jason melempar pertanyaan.


“Ahhhh… menelepon atau menghubungi langsung orang yang


bersangkutan!” pekik Arra.


“Benar! Tapi tidak dengan ponsel, telepon atau mengrim pesan


singkat. Melainkan dengan telepati…”


Arra kini mengernyitkan keningnya, “ilmu itu benar ada ya?


Aku pikir hanya tahayul…” celetuk Arra.


“Hahaha… kenapa bisa kau berpikir begitu kak. Kalau malaikat


yang jatuh cinta pada manusia saja benar – benar ada dan terjadi padamu. Benar


kan?”


Arra membuka bibirnya dan membentuk huruf ‘o’ sambil


mengangguk – anggukkan kepalanya.


“Hidupku saja terasa seperti di negeri dongeng yang penuh


dengan kejadian tahayul ya…” gumamnya.


mempelajari hal ini dulu ya…” kata Jason dan di angguki dengan cepat oleh Arra


yang begitu antusias.


Pelajaran mereka hari itu berlangsung sangat intens dengan


jeda istirahat yang hampir tidak ada karena Arra yang begitu bahagia


mendapatkan pengetahuan baru. Dan Jason juga terlihat begitu bersemangat


mengajari calon kakak iparnya karena dia sendiri sangat mudah menerima juga


mempraktikkan setiap yang di ajarkan Jason padanya.


**


Sementara itu pasukan Arrio sudah mulai bersiap dan


membangun lebih banyak tenda di sebuah padang besar yang menjadi perbatasan


utama antara pintu Surga dan pintu Neraka. Tempat ini di pilh setelah masing –


masing kubu mengirim utusan pada masing – masing panglima, dimana dari pihak


Iblis tentu saja di wakili oleh ellard sebagai sang panglima perang utama. Dan


dari pihak malaikat di wakili oleh Athens yang juga adalah seorang panglima.


Dia menemui Aiden untuk pertama kalinya setelah dia


mengetahui semua kenyataan yang ada, termasuk untuk kenyataan yang di alami


oleh Arra selama ini.


Arrio yang memasuki tenda milik Athens kini melihat Aiden

__ADS_1


tengah menyendiri di sudut ruangan dimana Ahens tengah bersiap dan memakai baju


zirahnya. Perang sudah semakin dekat dan serangan kecil sering terjadi hingga


dia harus terus siaga untuk itu.


“Kau disini…” sapa Athens yang melihat kedatangan Arrio


bersama Aksel dan Arsen.


Arrio mengangguk dan menepuk pundak Athens lalu setelahnya,


dia segera menuju ke arah Aiden yang masih diam tanpa berani menatap matanya.


Aiden begitu berubah dan terlihat sangat syok dengan semua kenyataan yang ada.


“Arra titip salam untukmu, dia bilang terima kasih dan dia


sangat menyukai hadiah darimu…” kata Arrio, “begitu pula aku, aku juga ingin


mengucapkan terima kasih untukmu Aiden…” lanjut Arrio.


Aiden yang mendengar itu jelas terkejut dan menatap Arrio


dengan pandangan tak percaya.


“Untuk apa mengucapkan terima kasih padaku?” tanyanya.


“Karena kau sudah mengembalikan Arra seperti sedia kala, dan


karena kau terus berada di sisiku untuk mendukungku disini dalam kondisi


apapun. Aku sangat berterima kasih untuk itu. kau salah satu sahabatku yang


terbaik Aiden…” ungkap Arrio.


Aiden Yang mendengar itu semakin terkejut.


“Kau mabuk ya? Asal kau tahu, aku adalah malaikat yang


sudah--”


“Aku tahu. Arra sudah menceritakan semuanya padaku. Dia juga


sudah memutuskan untuk memaafkanmu, terlebih dia sudah berada di sisiku. Justru


aku juga harus mengucapkan terima kasih padamu… karena mungkin, jika aku tak


mendapatkan masalah semacam ini… dan tidak sampai turun ke bumi untuk menjalani


hukuman, aku tak akan bisa bertemu dengan Arra dan mengerti cara mencintainya…”


kata Arrio.


“Kau akan tetap bertemu dengannya…” gumam Aiden.


“Yah… tapi tak secepat ini. Dan aku mungkin tak akan tahu


kalau aku memiliki jodoh yang begitu cantik dan luar biasa seperti dia,” tukas


Arrio lagi.


Aiden akhirnya mengulas senyum lega.


“Aku tahu ini tak sebanding dengan apa yang kau alami. Tapi


aku akan mengganti dan menebus kesalahanku dengan berada di pihakmu. Aku juga


akan berada di sisi Arra untuk melindunginya dari semua bahaya, nyawaku… untuk


Arra…” tegas Aiden.


***

__ADS_1


__ADS_2