
Jadwal hari ini adalah jadwal yang paling di tunggu Arra
selama hidupnya. Dia akan memulai belajar pelajaran barunya. Bukan pelajaran
umum layaknya manusia pada umumnya, namun pelajaran yang harus di lakukan penyembuh
saat dia sudah menyadari posisinya sebagai seorang penyembuh. Arra sendiri
selama ini tak berpikir bahwa penyembuh akan memiliki kekuatan yang begitu
besar jika di kembangkan dan di latih dengan baik dan benar.
Dia pikir, penyembuh hanya sekedar menajdi jodoh dari
malaikat tertentu. Tapi nyatanya? Tidak sama sekali.
Arrio memberitahukannya bahwa Jason akan mengajarinya banyak
hal yang harus di lakukan dan di miliki sebagai seorang penyembuh sampai pada
hal yang terkecil dan sangat sepele sampai ke hal besar yang bisa saja tak
pernah di bayangkan bahkan oleh Arrio sekalipun.
Arrio sendiri sekarang sedang mengurus hal lain bersama
Aksel dan Arsen yang pagi ini datang menemuinya di rumah persembunyian. Arsen
juga kembali memperkenalkan dirinya dengan sangat sopan pada Arra dan mengajak
gadis itu untuk mengobrol tentang berbagai hal yang terjadi dan di alami oleh
Arra beberapa waktu ke belakang termasuk untuk Andrew. Sudah menjadi salah satu
tugas Arsen untuk menuntun Arra yang masih kebingungan agar bisa lebih menerima
kenyataan dengan penuh dan meyakini segalanya sepenuh hati dan pikirannya.
Sekarang, Arra yang sudah bersiap dengan pakaian yang di
berikan oleh Arrio sebelumnya duduk dan menunggu di taman yang berada di
belakang rumah persembunyian mereka.
Hingga gadis itu akhirnya melihat sesuatu yang menakjubkan.
Yaitu bagaimana Jason yang terbang melayang dengan sayap lebarnya turun dari
rooftop menuju ke arahnya dengan pakaian khas malaikatnya. Tak ada lagi yang
akan di tutupi oleh Jason sekarang.
“Selamat pagi kakak ipar… hari ini jadwalmu untuk berlatih
denganku ya, besok baru giliran Aksel yang akan mengajarimu…” sapa Jason dengan
senyum manisnya.
“Pagi juga… aku tahu, kita mulai sekarang? Aku sudah tak
sabar dengan pelajaran pertamaku…” ungkap Arra dengan bersemangat.
“Oke! Pelajaran pertama yang harus di ketahui dan menjadi
dasar dari seorang penyembuh yang akan berhubungan langsung dengan Dunia Atas
adalah cara untuk berkomunikasi jarak jauh atau secara tersembunyi dengan orang
– orang terdekat. Contohnya antara kakak ipar dengan kak Arrio,” jelas Jason.
“Maksudnya seperti menelepon? Atau mengirim surat?” tanya
Arra memperjelas.
__ADS_1
“Hmm… itu bisa jadi perumpamaan yang bagus. Katakan saja
begini, di dunia atas nanti tidak aka nada ponsel atau pak pos yang siap
mengantarkan pesanmu. Memang sih ada burung yang mengantarkan pesan, tapi kalau
kau punya keperluan yang mendesak dan sangat rahasia, sementara penghantar
pesan justru bisa saja tak bisa menyampaikan pesannya dengan baik. Apa yang
harus di lakukan?” kata Jason melempar pertanyaan.
“Ahhhh… menelepon atau menghubungi langsung orang yang
bersangkutan!” pekik Arra.
“Benar! Tapi tidak dengan ponsel, telepon atau mengrim pesan
singkat. Melainkan dengan telepati…”
Arra kini mengernyitkan keningnya, “ilmu itu benar ada ya?
Aku pikir hanya tahayul…” celetuk Arra.
“Hahaha… kenapa bisa kau berpikir begitu kak. Kalau malaikat
yang jatuh cinta pada manusia saja benar – benar ada dan terjadi padamu. Benar
kan?”
Arra membuka bibirnya dan membentuk huruf ‘o’ sambil
mengangguk – anggukkan kepalanya.
“Hidupku saja terasa seperti di negeri dongeng yang penuh
dengan kejadian tahayul ya…” gumamnya.
mempelajari hal ini dulu ya…” kata Jason dan di angguki dengan cepat oleh Arra
yang begitu antusias.
Pelajaran mereka hari itu berlangsung sangat intens dengan
jeda istirahat yang hampir tidak ada karena Arra yang begitu bahagia
mendapatkan pengetahuan baru. Dan Jason juga terlihat begitu bersemangat
mengajari calon kakak iparnya karena dia sendiri sangat mudah menerima juga
mempraktikkan setiap yang di ajarkan Jason padanya.
**
Sementara itu pasukan Arrio sudah mulai bersiap dan
membangun lebih banyak tenda di sebuah padang besar yang menjadi perbatasan
utama antara pintu Surga dan pintu Neraka. Tempat ini di pilh setelah masing –
masing kubu mengirim utusan pada masing – masing panglima, dimana dari pihak
Iblis tentu saja di wakili oleh ellard sebagai sang panglima perang utama. Dan
dari pihak malaikat di wakili oleh Athens yang juga adalah seorang panglima.
Dia menemui Aiden untuk pertama kalinya setelah dia
mengetahui semua kenyataan yang ada, termasuk untuk kenyataan yang di alami
oleh Arra selama ini.
Arrio yang memasuki tenda milik Athens kini melihat Aiden
__ADS_1
tengah menyendiri di sudut ruangan dimana Ahens tengah bersiap dan memakai baju
zirahnya. Perang sudah semakin dekat dan serangan kecil sering terjadi hingga
dia harus terus siaga untuk itu.
“Kau disini…” sapa Athens yang melihat kedatangan Arrio
bersama Aksel dan Arsen.
Arrio mengangguk dan menepuk pundak Athens lalu setelahnya,
dia segera menuju ke arah Aiden yang masih diam tanpa berani menatap matanya.
Aiden begitu berubah dan terlihat sangat syok dengan semua kenyataan yang ada.
“Arra titip salam untukmu, dia bilang terima kasih dan dia
sangat menyukai hadiah darimu…” kata Arrio, “begitu pula aku, aku juga ingin
mengucapkan terima kasih untukmu Aiden…” lanjut Arrio.
Aiden yang mendengar itu jelas terkejut dan menatap Arrio
dengan pandangan tak percaya.
“Untuk apa mengucapkan terima kasih padaku?” tanyanya.
“Karena kau sudah mengembalikan Arra seperti sedia kala, dan
karena kau terus berada di sisiku untuk mendukungku disini dalam kondisi
apapun. Aku sangat berterima kasih untuk itu. kau salah satu sahabatku yang
terbaik Aiden…” ungkap Arrio.
Aiden Yang mendengar itu semakin terkejut.
“Kau mabuk ya? Asal kau tahu, aku adalah malaikat yang
sudah--”
“Aku tahu. Arra sudah menceritakan semuanya padaku. Dia juga
sudah memutuskan untuk memaafkanmu, terlebih dia sudah berada di sisiku. Justru
aku juga harus mengucapkan terima kasih padamu… karena mungkin, jika aku tak
mendapatkan masalah semacam ini… dan tidak sampai turun ke bumi untuk menjalani
hukuman, aku tak akan bisa bertemu dengan Arra dan mengerti cara mencintainya…”
kata Arrio.
“Kau akan tetap bertemu dengannya…” gumam Aiden.
“Yah… tapi tak secepat ini. Dan aku mungkin tak akan tahu
kalau aku memiliki jodoh yang begitu cantik dan luar biasa seperti dia,” tukas
Arrio lagi.
Aiden akhirnya mengulas senyum lega.
“Aku tahu ini tak sebanding dengan apa yang kau alami. Tapi
aku akan mengganti dan menebus kesalahanku dengan berada di pihakmu. Aku juga
akan berada di sisi Arra untuk melindunginya dari semua bahaya, nyawaku… untuk
Arra…” tegas Aiden.
***
__ADS_1