Cruel Fate

Cruel Fate
Part 35.2


__ADS_3

“Kau akan apa?” tanya Arra hampir tak percaya pada Arrio.


“Aku akan membawamu pulang ke dunia manusia, lalu aku akan kembali dan berada di sini sementara waktu,” jawabnya.


“Kenapa aku harus kembali ke sana? Aku bisa menunggumu selagi aku di sini Arrio!” tegas Arra.


Mereka sudah tinggal di surga, tepatnya di kediaman Arrio selama hampir sepekan. Banyak hal yang terjadi sejak Arra menginjakkan kakinya ke tempat itu. Meskipun itu bukan kediaman utama keluarga Arrio, tapi Arra sudah bertemu dengan kedua orang tua Arrio dan sangat dekat dengan mereka.


“Apa kehadiranku di sini membuatmu risih?” tanya Arra.


“Demi Tuhan, Arra. Kenapa kau berpikir seperti itu, ayang?” jawab Arrio.


“Aku hanya bertanya,” tukas gadis itu.


“Kau tahu? Kalau aku bisa memilih, aku akan menikahimu saat ini juga dan membawamu tinggal di rumah ini selamanya tanpa pernah berpikir melepaskanmu walau sesaat,” ujar Arrio tegas.


“Lalu apa alasannya?” tanya Arra.


“Perang memang sudah berakhir, tapi pengkhianatan yang dilakukan ayah Aiden masih membekas sampai sekarang. Aku masih harus membersihkan nama baikku dan juga keluargaku. Aku tak mungkin membawamu masuk ke dalam keluargaku dengan kondisi semacam ini. Lagipula—“ Arrio menggantung ucapannya.


“Lagipula apa?” tanya Arra lagi.


“Aku tak mau kau terluka lagi. Aku tak tahu apa yang mungkin terjadi saat persidangan dimulai nantinya. Ini akan sangat sulit bahkan untuk malaikat sekali pun. Dan kau, aku takut ini akan memengaruhimu, Sayang.”


Arra diam, menatap lekat mata Arrio.


“Perang itu dan semua yang terjadi di dalamnya. Seharusnya itu tak tersentuh olehmu. Aku tak mau kau terlibat untuk urusan ini. Aku membawamu untuk kebahagiaan. Setidaknya aku ingin kau datang ke sini dengan cara yang pantas dan terhormat. Kau ratuku, Sayang. Kau calon ibu dari anak-anakku. Mereka harus tahu dan menaruh hormat padamu. Aku... aku akan memastikan itu,” jelas Arrio.

__ADS_1


“Berapa lama?” tanya gadis itu, “berapa lama kita akan berpisah?”


“Aku tak tahu, tapi aku janji tidak akan lama. Selama waktu itu, kau bisa gunakan untuk melakukan apa pun yang kau suka. Aku akan terus menjagamu dari jauh, hm?” mohon Arrio, membuat air mata Arra menetes.


“Aku membencimu, Arrio! Aku benci kau!” Gadis itu menunduk dan berurai air mata. “Kau bilang, kau tak akan meninggalkanku lagi. Apa ini? Kau bohong!” pekiknya, memukuli dada Arrio berulang kali dengan tangan kecilnya.


Arrio menatapnya sendu, menahan tangis dengan rasa sakit yang sama, memeluk erat Arra lalu mengecupi kening dan puncak kepala gadis itu.


“Maaf. Maafkan aku, Sayang. Maafkan aku. Aku mencintaimu. Aku janji, aku tak akan pergi lama. Aku bersumpah padamu. Aku hanya akan menyelesaikan ini semua dan menjemputmu kembali sebagai istriku. Aku minta maaf, Sayang…,” lirih Arrio.


Tangis keduanya pecah saat itu juga.


**


---Dua Tahun Kemudian---


---Oxford\, Inggris---


Gadis itu tak sendirian, karena Andrew kembali menjaganya sebagai seorang kakak. Layaknya dulu, Andrew yang mengantar dan menjemput Arra ke kampus setiap hari, mengurus semua hal selama Arra pergi kala itu. Karena bantuan Andrew pula, Arra mencapai titik ini, saat dia dinyatakan lulus dari Oxford dan bersiap melakukan wisuda


pekan depan.


“Sayang, apa kabarmu?” bisik Arra pagi ini, seperti pagi-pagi sebelumnya.


“Aku merindukanmu, Arrio. Sangat merindukanmu. Kau begitu kejam sampai tak sedikit pun memberi kabar selama ini. Apa kau sudah punya orang lain? Atau kau… sudah melupakan aku?” gumam gadis itu. Airmatanya kembali mengalir, seperti biasa.


---Flashback On---

__ADS_1


Arrio akhirnya mengantarkan Arra kembali ke dunia. Dengan kekuatan milik salah satu malaikatnya pula, dia bisa


mengembalikan waktu yang membuat Arra tak akan ketinggalan dengan kuliahnya. Dan bisa melanjutkan pendidikannya lagi selama di dunia yang sebelumnya terbengkalai karena masalah yang terjadi.


Namun, sebelum itu, Arrio sudah menemui seseorang untuk memberitahukan kembalinya Arra dan meminta pertolongan pada orang tersebut untuk menjaga kekasihnya selama disini.


Dan orang itu, tak lain adalah Andrew. Mantan kekasih Arra.


Arrio sampai ke rumah sakit tempat Andrew bekerja saat hampir tengah malam dan mengirimkan pesan melalui pesan singkat agar dokter muda itu bisa menemuinya di atap gedung rumah sakit malam itu.


“Kau disini? Ada apa?” tanya Andrew begitu melihat sosok Arrio berdiri di sampingnya.


“Dia akan ku bawa kembali kesini Andrew. Ada beberapa hal yang harus di selesaikan, dan dia tidak perlu sampai terlibat dalam urusan itu. Terlebih, dia masih punya tanggung jawab yang harus di selesaikan disini. Jadi selama aku menyelesaikan urusanku, aku akan membawa dia kembali ke sini. Ke dunianya…” jelas Arrio.


“Kau sedang tidak berusaha membuang atau mencampakkan dia kan?” selidik Andrew.


“Kau memang selalu berpikiran negatif! Pantas saja iblis itu menyukaimu,” sindir Arrio balik.


“Aku hanya bertanya, Rio. Jadi, perangnya sudah berakhir?” tanya Andrew lagi.


Arrio mengangguk singkat, “Kami menang. Dan informasi saja untukmu, kalau Arra yang sudah berhasil membunuh Ellard. Panglima Iblis yang meracunimu malam itu,” kata Arrio.


Andrew membelalakkan matanya mendengar cerita Arrio, “dia? Bagaimana bisa?” tanyanya.


“Dia seorang penyembuh yang—ah… sudahlah, kau tak akan mengerti. Nanti dia akan menjelaskannya langsung padamu,” ujar Arrio lagi. “Aku kesini karena ingin meminta bantuanmu.”


“Aku tahu apa itu. Kau tak perlu khawatir. Aku mengerti yang harus ku lakukan. Bertahun – tahun disisinya sudah membuatku hafal, kalau kau mau pergi tak apa.” Jawaban Andrew membuat Arrio memicingkan matanya.

__ADS_1


“Kau tidak sedang mencoba bernegosiasi denganku untuk merebut Arra kembali kan? Aku tak akan membiarkan itu terjadi, dia sudah menjadi milikku selamanya dan aku akan segera menyegelnya menjadi hak milikku seutuhnya!” ujar Arrio dengan nada geram.


---Flashback Off---


__ADS_2