Cruel Fate

Cruel Fate
Part 23.1


__ADS_3

Satu sosok yang di lihat oleh kedua matanya pertama kali,


adalah sosok seorang laki – laki dengan rambut berwarna emas dan kult seputih


susu yang begitu tampan dengan senyum manis yang berdiri di hadapannya. Dan


juga sayap(?) yang bahkan nampak begitu berkilauan seperti sosok peri yang


sering di lihat Arra dulu saat kecil. Tapi ukurannya jauh lebih besar.


Kedua mata nya juga sangat bercahaya dan menatapnya dengan


pandangan sendu yang menenangkan.


“K-kau…?”


“Akhirnya kau bisa melihatku Arra. Aku Aiden…” kata Aiden


memperkenalkan dirinya.


“T-tapi… itu…” Arra berjalan mundur dan menunjuk pada sayap


yang terlihat di tubuh Aiden sekarang.


Aiden hanya membalasnya dengan senyuman dan berjalan


mendekat, “akan aku jelaskan semuanya… semua yang seharusnya Arrio sudah


katakan padamu, namun belum sempat dia ceritakan karena kejadian malam ini…”


ucap Aiden lagi.


**


Arra kini terdiam dan memandang langit hitam dengan bintang


yang hampir menghilang sambil duduk di jendela kamarnya. Gadis itu masih ingat


jelas setiap yang di ucapkan dan di buktikan oleh Aiden pada dirinya. Terlebih


dengan apa yang di alaminya baru saja tadi, semua pertanyaan yang sejak


beberapa jam lalu memenuhi benak Arra kini seolah terjawab dengan semua


penjelasan yang Aiden berikan untuknya. Tidak ada satupun yang malaikat itu


lewatkan dari setiap kejadian itu. termasuk, saat Aiden mengakui kesalahannya…


bahwa dirinya lah yang membuat Arra menjadi buta dengan merenggut cahaya dari


kedua matanya kala itu.


Arra mulanya sangat sulit mempercayai semua yang di katakan


oleh Aiden. Tapi hati dan pikirannya seolah mendukung semua cerita yang di


katakan oleh malaikat itu. terlebih, saat Aiden dengan sengaja terus


menunjukkan wujud malaikatnya pada Arra agar gadis itu terbiasa dan mampu


menerima setiap takdir yang telah Tuhan gariskan padanya.


Aiden juga mengatakan bahwa dia akan mencari tahu, apakah


kecelakaan yang di alami oleh Arra dan kedua orang tua nya beberapa tahun lalu


memang murni kecelakaan biasa, atau ada sesuatu yang membuat hal itu terjadi.


Dia juga benar – benar menyesal serta menangis di hadapan Arra untuk memohon


maaf atas kesalahannya.


Hanya satu hal yang pasti, dia ingin membuktikan bahwa


semuanya adalah benar. Dengan cara yang Aiden ajarkan, yaitu satu tetes


darahnya yang mengenai tempat ini akan membuat semua malaikat berkumpul di atas


langit untuk melihatnya secara langsung dan menundukkan kepala pada Arra yang

__ADS_1


adalah sang Penyembuh.


Maka Arra menggigit ujung jarinya hingga mengeluarkan darah.


Namun dia tersenyum dan merutuki kenapa dia mudah percaya ucapan Aiden, lalu


memiarkan tangannya yang terluka itu begitu saja dan kembali memandang langit,


yang tanpa di sadari olehnya, darah di jarinya kini mulai menetes dan jatuh ke


lantai kamarnya sendiri.


Hingga dalam hitungan detik, Arra melihat langit hitam itu


kini mulai mengeluarkan cahaya dari berbagai arah dan muncul siluet yang mirip


dengan sosok Aiden di atas langit dengan jumlah yang begitu banyak. Mereka


menatap lekat pada Arra yang masih duduk di sana tanpa mengucapkan kata apapun.


Lalu menundukkan kepala mereka bersamaan seolah memberikan penghormatan besar


untuk gadis itu.


Arra menganga, dia tak percaya dengan yang di lihatnya. Dan


lebih mengejutkan lagi, karena Arrio yang mendadak datang masuk ke dalam


kamarnya dengan wujud malaikat yang jauh lebih bersinar terang di antara


semuanya termasuk Aiden, yang juga langsung menghambur pada Arra dan memeluk


gadis itu erat.


“Arra… sayang, kau kenapa? Ada yang melukaimu?” bisik Arrio


yang terdengar begitu ketakutan.


“Arrio… kau… kenapa?” Arra menjawab dengan masih dalam


pelukan Arrio.


menyeluruh, memeriksa apakah dia terluka atau tidak. Sampai akhirnya ARrio


menemukan jari Arra yang mengeluarkan darah meskipun sudah cukup mengering.


“Siapa yang melukaimu? Apa ada yang berani masuk kesini dan


membuatmu terluka?” tanya Arrio panik.


Sementara Arra yang kini melihat jelas sosok Arrio, sang


malaikat yang di sebutkan Aiden sebagai jodoh dan takdir untuknya kini hanya


bisa terdiam. Tubuhnya terasa membeku di tempat karena begitu terpesona dengan


sosok malaikat itu. wajah oval yang tampan, dengan garis rahang kuat yang


begitu tegas, matanya juga sangat tajam dan bibir tebalnya yang sangat seksi.


Di tambah lagi, kulit yang begitu bersinar dan halus, yang bahkan mengalahkan


kulit Arra sendiri. Arra hampr tak bisa mengedipkan matanya melihat sosok itu


yang dengan suara baritonnya kini terus mencerca Arra dengan pertanyaan yang


penuh kekhawatiran.


“Sayang… sayang, kau kenapa? Apa yang terjadi?” tanya Arrio


sekali lagi.


Arra kini berhadapan langsung dengan Arrio, wajah mereka


hampir tak berjarak karena Arrio yang menatapnya intens. Bahkan, suara nafas


malaikat itu dan hembusan nafasnya yang hangat terasa sangat jelas di wajah


Arra saat ini. Mata gadis itu kini naik sedikit dan memperhatikan jelas lekuk

__ADS_1


wajah sang malaikat, tangannya kemudian naik dan menangkup wajah Arrio yang


nampak cukup terkejut dengan pergerakan Arra.


“Kau… Ar..rio…?” pertanyaan itulah yang pertama kali di


lontarkan Arra ketika manik matanya bertumbukan dengan manik mata sang


malaikat.


“Ya… aku Arrio… t-tapi, bagaimana mungkin…?” Arrio tak


percaya. “Apa kau bisa melihatku? M-melihat wajahku sayang?” tanyanya sekali


lagi.


Arra kini mengangguk kecil dan air mata meluncur dari kedua


kelopak matanya, dia tak percaya akhirnya bisa melihat lagi dan orang yang ada


di hadapannya benar Arrio. Sosok yang selama ini mencintainya, melindunginya


dan mengorbankan segalanya untuk gadis sepertinya.


“Aku bahkan bisa melihat sayapmu yang berkilau itu,” ujar


Arra lembut dan tersenyum.


“Ya Tuhan!” Arrio yang terkejut setengah mati ingin segera


menutup sayapnya dan menyembunyikan itu dari pandangan Arra.


Namun gadis itu kini malah menahan tangan dan mantra yang


akan di ucapkan oleh Arrio.


“Tidak perlu menyembunyikan apapun lagi dariku sayang.. aku


sudah tahu semuanya, aku sudah mendengar semuanya dari Aiden…” jelas Arra lagi.


“Aiden? Dia yang menemuimu?” tanya Arrio lagi.


Arra kini mengangguk lagi, “dia sudah menceritakan semuanya…


dia juga sudah menjelaskan semua yang terjadi, termasuk… alasan dia mengambil


penglihatanku beberapa tahun yang lalu…”


Arrio kini balik terkejut dengan ucapan Arra, “dia.. apa?”


tanya Arrio lagi.


“Dia yang membuatku buta beberapa tahun yang lalu Arrio.


Karena perintah ayahnya,” jawab Arra lagi tanpa dia tahu kalau Arrio belum tahu


sama sekali mengenai hal ini.


Arrio menghela nafasnya dan memeluk erat tubuh Arra, “jadi


dia datang kesini untuk mengembalikan semuanya yang dia ambil darimu dulu?”


tanya Arrio.


“Iya… aku harus berterima kasih pada Aiden karena sudah


mengembalikan semuanya. Aku juga sudah memaafkannya, dia mungkin tidak tahu


kalau ayahnya juga salah menilaiku kan saat itu?” kata Arra dengan polosnya.


Hal yang membuat dada Arrio terasa begitu sesak hingga ingin


menangis saat itu juga.


“Ya… kita harus memaafkannya. Dia malaikat yang baik, sangat


baik…” bisik Arrio dan mengeratkan lagi pelukannya pada Arra sambil menciumi


pundak gadis itu.

__ADS_1


***


__ADS_2