
Smith menatap kakeknya tak percaya kemudian melirik Sandira dengan resah.
Smith menghela nafasnya kemudian menandatangani surat yang di berikan oleh kakeknya dan memberikannya kepada Sandira.
" Kau juga harus tanda tangan. Harus! Apa kau tau? Kau harus! " ucap Smith dengan penuh penekanan sambil menyerahkan surat yang di tandatanganinya ke Sandira.
Sandira membulatkan matanya melihat surat yang di berikan oleh Smith padanya.
" Apa yang akan terjadi jika aku tak menandatanganinya?" ucap Sandira sambil menunjukan surat yang di berikan Smith padanya.
John dan Lory saling melirik bingung mendengar pertanyaan Sandira. Sedangkan Smith menekuk mukanya mendengar pertanyaan Sandira.
" Jika kau tak mau menandatanganinya, kenapa kau tak memberikanku racun saja untuk aku minum. Aku rasa aku sudah tak sanggup lagi menerima penolakan darimu, " ucap Smith yang membuat John dan Lory berteriak memanggil nama Smith karena ucapan Smith itu.
Sandira terkejut dengan jawaban Smith kemudian bergegas menandatangani surat yang ada di tangannya.
" Aku tak akan memberimu racun jadi aku mengembalikan surat ini yang sudah aku tandatangani. Apa kau senang sekarang ?" ucap Sandira sambil memberikan surat tersebut pada Smith.
Melihat Sandira yang sudah menandatangani surat tersebut membuat senyuman manis mengembang di bibir Smith.
__ADS_1
" Kau milikku sekarang, " ucap Smith kemudian mencium singkat nan lembut bibir Sandira.
Lory dan John sampai menganga melihat kelakukan Smith sedangkan Sandira membulatkan matanya dengan wajah memerah menerima ciuman singkat tersebut.
Smith memasuki kamar Sandira kemudian memeluknya dari belakang. " Aku merindukanmu, " bisik Smith tepat di telinga Sandira.
" Kita bertemu setiap hari, kenapa kau masih saja merindukanku? Apa kau sudah sehat?" ucap Sandira sambil tersenyum.
" Aku sudah sangat sehat jadi biarkan aku tidur denganmu malam ini, " rengek Smith sambil mempererat pelukannya.
Sandira menghela nafasnya mendengar perkataan Smith. " Besok kita harus mengadakan resepsi pernikahan. Tak bisakah kau menunggu satu hari lagi?" ucap Sandira.
Smith terbelalak mendapat perlakukan berani dari Sandira namun Smith langsung memejamkan matanya dan menikmati ciuman itu sambil memeluk Sandira.
Setelah cukup lama menikmati ciuman mengairahkan itu, Sandira melepaskan ciumannya dengan Smith hingga membuat Smith mengerutkan keningnya.
" Kita tak tidur bersama karena kau harus segera sembuh!" ucap Sandira dengan menaikkan nadanya sekalipun wajahnya memerah akibat ciumannya dengan Smith. Dengan memesang wajah cute, Smith menganggukkan kepalanya mendengar perkataan Sandira.
" Iya, tapi aku sekarang sudah sembuh jadi ayo nikmati malam ini, " ucap Smith kemudian mencium kembali Sandira dan menggiring Sandira hingga jatuh ke ranjangnya.
__ADS_1
Sandira dan Smith menikmati ciuman mereka di atas ranjang hingga menjalar ke aktifitas yang bukan hanya sekedar ciuman.
Tangan Smith yang tidak berhentinya merayap memenangi badan Sandira hingga dia menyentuh tempat sensitif Sandira.
" Ehm.. " lengun Sandira nikmat.
" Kau cepat sekali basah sayang " bisik Smith pelan yang terdengar seksi di telinga Sandira.
Smith pun membuka pakaian hingga kebra dan Bh-nya Sandira. Mata Smith terpaku pada kedua gunduk Sandira yang masih ranum dan sintal itu.
Smith yang sudah tidak tahan melepaskan seluruh pakaiannya kerana sesuatu di dalam seakan-akan meronta meminta kehangatan.
Sandira yang melihat kejantanan Smith yang begitu susah di katakan. Badannya yang six pack dan berotot itu menambahkan lagi kesan keseksian Smith.
" Aku mula ya sayang ini akan sedikit sakit tapi percayalah itu hanya sebentar " ujar Smith yang dibalas anggukan oleh Sandira.
Mereka menikmati malam pertama mereka dengan penuh gairah.
END
__ADS_1