Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab26


__ADS_3

Keesokan harinya Smith menatap Sandira yang tidur di sampingnya dengan tubuh yang hanya tertutup selimut putih.


" Dia benar – benar sudah menjadi milikku, " ucap Smith lirih sambil mencium kening Sandira yang masih tertidur pulas dan membelai rambut Sandira lembut.


" Kakak! " ucap Que tiba – tiba berteriak menerobos masuk ke kamar Sandira hingga membuat Sandira terbangun dan menatap adiknya itu.


Que terbelalak melihat keadaan Sandira dan Smith yang berada dalam satu ranjang dengan pakaian berserakan di lantai dan tubuh hanya berbalut selimut.


Smith dengan santai tersenyum pada Que sambil menyapa Que yang masih terdiam mematung melihat pemandangan di hadapannya.


" Selamat pagi, adik ipar! " sapa Smith ramah.


Sedangkan Sandira memalingkan wajahnya yang memerah karena sangat malu membuat adiknya melihat keadaannya yang seperti ini terlebih lagi ini kali pertama mereka bertemu setelah sekian lama.


Tak lama kemudian John datang ke kamar Sandira dan sama terkejutnya dengan Que melihat pemandangan di hadapannya.


" Apa kau sudah bertemu dengan ka-, " ucap John terpotong saat menyadari pemandangan di hadapannya itu.

__ADS_1


" Bisakah kalian keluar dulu, aku dan Sandira akan memakai baju, " ucap Smith dengan santainya tak peduli dengan ekspresi orang – orang di sekitarnya.


Mendengar hal itu, Que dan John langsung keluar kamar Sandira dengan canggung. Beberapa saat kemudian Sandira dan Smith keluar kamar mereka.


Sandira dengan wajah merah karena masih menahan malu atas kejadian beberapa saat yang lalu sedangkan Smith dengan wajah santainya seakan tak terjadi apapun.


Que manatap kakaknya dengan mengerutkan keningnya. " Sejak kapan kakak berkencan? Kenapa kakak tak mengatakan apapun padaku? Aku benar – benar sangat terkejut ketika seseorang memberikanku tiket untuk pulang dan mengatakan jika kakak akan menikah.


Terlebih lagi calon suami kakak bukan dari kalangan biasa. Sebenarnya apa yang terjadi? Mungkinkah kakak menikah karena sudah berisi dulu? Kalian bahkan tidur satu ranjang, " ucap Que yang semakin membuat Sandira malu bukan kepalang.


" Kami tak berkencan. Kami sudah menikah beberapa hari yang lalu, hari ini hanya resepsinya saja.


Que bergidik tak percaya mendengar perkataan kakak iparnya itu yang sangat blak – blakan.


Que manarik Sandira ke sisinya kemudian bergegas pergi sambil mengatakan jika Sandira harus bersiap – siap.


Begitu pula dengan John yang mendorong Smith kearah yang berbeda dan menyuruhnya segera bersiap – siap untuk pesta pernikahannya.

__ADS_1


Di ruang rias, Sandira menceritakan bagaimana dirinya dan Smith bertemu serta bagaimana mereka memutuskan untuk menikah pada Que.


" Terlepas dari semuanya, apa kakak mencintainya?" tanya Que yang di jawab anggukan kepala oleh Sandira di iringi dengan senyum dan wajah yang merona merah.


" Jika kakak mencintainya aku tak akan peduli seperti apa dia karena aku percaya pilihan kakak, " ucap Que kemudian memeluk kakaknya yang sudah berbalut gaun putih dan di rias dengan sangat cantik.


Beberapa saat kemudian. Di ruang pesta, Lory mengumumkan pernikahan Smith dan Sandira di atas panggung pesta.


Setelah pengumuman itu, Smith dan Sandira memasuki ruangan dengan bergandengan tangan.


Mereka berada di depan para pengunjung pesta sambil saling melempar senyum satu sama lain dan terlihat sangat bahagia.


Melihat kebagiaan mereka, Lory tersenyum begitu pula dengan John dan Que.


TAMAT


SEMOGA NGAK MENGECEWAKAN YA ENDINGNYA

__ADS_1


P̄hm rạk khuṇ❤ YOU 😜


__ADS_2