Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab8


__ADS_3

 


Seorang pelayan mendatangi kamar yang di tempati oleh Sandira dengan terburu – buru. Pelayan itu bergegas masuk dan membisikan sesuatu pada Smith. Smith melirik Sandira yang terlihat kebingungan kemudian bergegas pergi meninggalkan Sandira seorang diri.


" Ada apa ? Kenapa dia melirikku seperti itu ?" ucap Sandira dalam hati sambil menatap punggung Smith yang semakin menjauh.


Smith bergegas ke dapur dan melihat keadaan pelayan yang tergeletak di lantai dapur tersebut.


" Dia memakan bubur itu kemudian terjatuh dan meninggal. Saya pikir, mungkin saja dia keracunan makanan, " ucap salah satu pelayan sambil menunjuk ke bubur yang ada di meja hingga membuat Smith menyadari sesuatu.


Smith memerintahkan beberapa pelayannya untuk mengurus pemakanan pelayan yang meninggal tersebut. Smith kemudian menelepon seseorang.


" Sepertinya ada yang tak beres disini. Bisakah kau kemari dan menyelidikinya. Aku ingin kau memeriksa sesuatu, " ucap Smith dalam telepon kemudian menutup teleponnya.


Tanpa Smith sadari, seseorang misterius yang sedang bersembunyi dari tempatnya berdiri terlihat sangat kesal karena rencananya untuk membunuh Sandira itu gagal. Smith bergegas menuju keruangan yang di tempati oleh Sandira.


"Mungkinkah, gadis itu punya informasi yang penting hingga membuat seseorang ingin membunuhnya? Atau mungkin mereka hanya ingin menyingkirkannya karena sudah tak berguna lagi ?" ucap Smith dalam hati sambil menatap Sandira yang berada di hadapannya.


Smith duduk di ranjang samping Sandira hingga membuat Sandira menatapnya dengan tatapan tak suka.


"Seorang pelayan meninggal karena memakan bubur yang tadi akan di berikan kepadamu. Mungkin saja seseorang sengaja meracuni bubur tersebut dan targetnya adalah dirimu. Kenapa mereka ingin membunuhmu ? Mungkinkah ada hubungannya dengan khasus kakekku ? Apa kau masih tak ingin memberitahu padaku siapa yang menyuruhmu untuk melakukan hal itu pada kakekku ? Mungkin mereka ingin menyingkirkanmu agar membuatmu terdiam untuk selama – lamanya ?" ucap Smith secara beruntun.


Sandira terbelalak mendengar perkataan Smith. " Mereka ingin membunuhku setelah aku menuruti apa yang mereka inginkan ? Mereka ingin membuatku benar – benar terdiam , huh ? Mereka sama sekali tak mempercayaiku? Que! Bagaimana keadaan Que sekarang ? Mereka tak melakukan apapun padanya kan ?" ucap Sandira dalam hati yang mulai gelisah.


Menyadari hal itu, Sandira menatap Smith dengan serius. " Apa kau bisa melindungi adikku ? Jika aku memberikan informasi penting padamu, bisakah kau melindungi adikku dan memastikan dia baik – baik saja ?" ucap Sandira yang membuat

__ADS_1



Smith terkejut dengan perkataan Sandira. " Mungkinkah kau di ancam menggunakan adikmu ? " tanya Smith yang di jawab oleh tatapan serius dari Sandira.


" Baiklah, akan aku pastikan adikmu akan selamat dan baik – baik saja. Aku akan mengirim orang untuk menjaganya secara sembunyi – sembunyi tapi jika informasi yang kau berikan itu memang akurat. Tapi, jika tidak. Aku akan pastikan kau dan adikmu tak akan bisa menghirup udara lagi, " ucap Smith sinis.


" Aku mengerti. Aku akan pastikan informasi ini akurat karena aku mendengarnya sendiri. Kakekmu, akan di bunuh besok malam menggunakan alasan medis. Jadi, sebaiknya kau harus waspada dan hati – hati, " ucap Sandira.


" Apa ?! Dari mana kau mengetahuinya ? Siapa pelakunya ?" ucap Smith dengan nada khawatir.


" Dokter yang memeriksaku waktu itu berencana melakukannya. Aku mendengarnya sendiri, " ucap Sandira yang membuat Smith semakin terbelalak.


" Bagaimana mungkin aku percaya denganmu?! Katakan padaku, siapa yang menyuruhmu mencoba membunuh kakekku ?" ucap Smith yang terlihat mulai emosi.


 


 


" Bagaimana bisa kau tak tau ? Bukankah kau kaki tangannya?" ucap Smith dengan nada tinggi. Sandira menatap Smith dengan tatapan terluka.


" Jika aku mengatakan aku bukan pelaku percobaan pembunuhan kakekmu, apa kau mempercayaiku ?" ucap Sandira yang membuat Smith terbelalak mendengarnya.


" Jika bukan kau, lalu siapa ? Bagaimana bisa aku percaya jika semua bukti mengarah padamu ? Apa kau pikir aku ini bodoh ? Kau ingin aku mempercayaimu jika kau bukan pembunuhnya? Hah!" ucap Smith dengan mengebu – gebu di sertai dengan luapan emosi. Sandira menghela nafasnya.


 

__ADS_1


" Jika memang itu yang kau percaya, ya sudah. Anggap saja aku memang pelakunya. Yang terpenting ingat janjimu untuk memjamin adikku akan baik – baik saja, " ucap Sandira.


 


Smith tersenyum kecil mendengar perkataan Sandira. " Baik aku menjamin keselamatannya tapi bukan berarti aku akan mengampunimu dan melepaskanmu begitu saja karena telah membuat kakekku terbaring koma! " ucap Smith kemudian pergi meninggalkan Sandira dengan marah.


" Itulah kenapa selama ini aku tak bicara. Percuma saja mengatakan kenyataannya jika tak ada yang mempercayai ucapanku, " ucap Sandira dalam hati.


 


Flashback,


Sebelum ambulan datang, seseorang yang memakai topeng hitam mengancam Sandira.


 


" Diam saja dan terima nasibmu! Jika kau mengatakan apa yang terjadi sebenarnya. Aku akan pastikan, adikmu yang akan menjadi taruhannya!" ucap orang bertopeng itu.


....Sandira mengangguk mengerti dan menatap Lory yang terbaring berlumuran darah di hadapannya.


 


Falshback end.


See You Next Bab!

__ADS_1


__ADS_2