Cruel Fate

Cruel Fate
Part 13.2


__ADS_3

Malam ini, langit terasa begitu pekat dan kelam. Jauh lebih


pekat dari biasanya dan angin yang berhembus pun terasa begitu dingin hingga


membuat bulu kuduk siapapun meremang.


Suara lengkingan makhluk malam yang mulai bangun dari


tidurnya terdengar. Kelelawar, burung hantu, bahkan serangga kecil yang tak


berhargapun mulai naik ke permukaan saat malam mulai beranjak dengan bulan


penuh yang tampak bersinar terang.


Mengiringi hal itu. Darrick, sang penguasa kegelapan dan


pemimpin dari seluruh iblis di neraka juga sedang melakukan hal yang serupa


dengan apa yang malam lakukan. Yaitu membangunkan makhluk kegelapan dan paling


kejam di seluruh neraka untuk di tundukkan. Tujuannya hanya satu, agar makhluk


itu bisa membantunya dalam perang yang akan dia lakukan demi menundukkan


seluruh penjuru surga dan segala isi dunia atas. Juga menguasai tiga dunia dan


membalaskan dendam dai kedua orang tua, adik perempuan serta seluruh rakyatnya.


Dengan seluruh kekuatan serta kekuasaannya pada seluruh


neraka. Dia mulai membangkitkan seluruh makhluk kejam dan segala iblis bahkan


yang paling kelam sekalipun.


“Bangun!!! Aku perintahkan kalian semua untuk bangun! Bangun


dan terimalah perintahku sebagai pemimpin kalian!!!!” pekik Darrick dan


emngangkat tongkatnya yang mulai mengeluarkan sinar berwarna merah dari ujung


atas tongkat itu dan meluncukan sinar tersebut ke arah kawah neraka yang


bergejolak. Dengan api super panas yang membara dan menggelegar kini kawah itu


semakin bergolak hingga api nya pun beberapa berjatuhan dan terciprat ke luar


kawasan kawah.


Bisa di pastikan, bahwa siapapun yang terkena cipratan api


itu akan meleleh dan menyatu bersama api dalam sekejap. Namun Darrick, dia


dengan mudahnya menggenggam lelehan api itu dan menyeret makhluk paling kelam


di neraka itu hanya dengan satu tangannya. Membawa makhluk – makhluk itu


berlutut di bawah kakinya dan bersiap menerima perintah dari pemimpin mereka


yang baru.


“Kami berlutut dan mengakui dirimu sebagai pemimpin kami…”


ujar salah satu makhluk neraka itu sambil menundukkan kepalanya di hadapan


Darrick.


“Berikan kami perintahmu. Yang Mulia…” seru mereka


bersamaan.


Dan segera saja, hal itu membuat Darrick tertawa terbahak –


bahak dan senang bukan kepalang. Pasukannya akan semakin lengkap dengan


kehadiran mereka di sisinya. Pasukannya akan bertambah kuat dan tak akan bisa


di kalahkan dengan mudah, meskipun ada ribuan malaikat yang menyerangnya di

__ADS_1


pertempuran nanti. Dia yakin, bahwa dirinya akan menang dengan telak atas Arrio


serta pasukannya. Juga mampu menguasai tiga dunia beserta seluruh kekuatannya.


“Perintahku akan segera kalian dengar. Persiapkan dulu diri


kalian, dan tunggu saja…” kata Darrick.


Tangannya mengusap dan mengelus kepala para iblis kelam itu


layaknya binatang peliharaan dan membuat suara gemuruh dari sorakan para iblis


yang gembira itu menggema di seluruh penjuru neraka.


“Baik, Yang Mulia,” ucap para iblis itu.


***


Di tempat lain, Ellard juga tengah mempersiapkan pasukan


elit nya. Pasukan para iblis yang mematikan dengan senjata yang lengkap. Tombak,


panah besi, tameng, juga pedang hitam khas milik para iblis kini mulai keluar


dari tempat penyimpanannya dan di asah agar siap di gunakan. Para iblis pun


memulai latihan mereka tiap hari untuk bersiap menghadapi para malaikat.


Ya, para malaikat yang berada di bawah komando Arrio adalah


malaikat – malaikat terpilih dan terkuat dalam sejarah. Pasukan itu merupakan


pasukan besar yang sangat sulit, bahkan mustahil untuk di kalahkan. Ellard


sendiri tak pernah lupa, bagaimana kekalahannya beberapa ratus tahun lalu di


hadapan Athens dan Arsen. Para panglima besar pasukan malaikat yang bergerak di


bawah komando Arrio. Mereka menebas habis seluruh pasukannya tanpa tersisa


seorang pun.


karenanya. Dan membuat harga diri serta kemampuan perangnya di remehkan oleh


para malaikat sekaligus para iblis.


Perang kali ini. Bukan hanya akan menjadi ajang pembalasan


dendam bagi Darrick atas keluarga dan rakyatnya. Namun sekaligus pesta balas


dendam bagi Ellard atas kekalahannya di masa lalu. Serta menunjukkan diri,


bahwa dia mampu untuk membuat para malaikat tunduk di hadapan pasukannya.


“Ellard!” suara Darrick memanggilnya terdengar.


“Yang Mulia. Apa yang membawa Yang Mulia datang ke tempat


ini?” tanya Ellard yang cukup terkejut dengan kedatangan Darrick ke tempatnya.


“Aku hanya ingin melihat langsung bagaimana mereka


mempersiapkan diri. Ingat! Waktu kita semakin dekat dan mereka juga pasti


sedang mempersiapkan diri. Aku tidak ingin ada kekalahan di pihak kita. Untuk alasan


apapun!” ujar Darrick.


“Tentu saja Yang Mulia. Saya pastikan, kita aka menang telak


dan membuat Arrio si malaikat itu terbunuh di tangan anda…” jawab ellard.


“Bagus…” mata Darrick kini mengarah pada pasukan yang jumlahnya


begitu besar di hadapannya.


Pasukan iblis itu sepertinya sudah sangat siap dengan perang

__ADS_1


yang akan terjadi.


“Aku tak akan membiarkanmu menang kali ini Arrio. Aku akan


membuat kau dan pasukanmu itu, juga seluruh malaikat memohon ampun dan berlutut


di hadapanku.”


***


---Dunia atas di waktu yang hampir sama---


“Ada apa dengan wajahmu itu?” tanya Athens yang melihat


wajah Aiden murung.


“Kau tahu. Aku terus terpikir tentang sang penyembuh,” jawab


Aiden.


“Memangnya kenapa dengannya?”


“Aku seperti pernah bertemu dengan dia sebelumnya. Entah dimana


dan bagaimana. Tapi kemarin, saat aku bertemu dengannya dan melihatnya di rumah


Arrio. Rasanya itu bukan yang pertama untuk kami,” jelas Aiden pada Athens.


“Kau malaikat, mungkin saja kau pernah berpapasan dengannya


saat melakukan tugas.” Athens menjawab sambil mengusap pedangnya yang


mengkilat.


“Tugas? Kau lupa ya, aku sudah berapa waktu ini tida pernah


turun ke bumi untuk urusan tugas. Terakhir kali aku turun, itu juga atas


perintah ayah dan itupun sudah sangat lama. Aku bahkan tak ingat kapan waktu


tepatnya,” ucap Aiden.


“Lalu? Kenapa itu seperti sanga mengganggu untukmu?”


Aiden kini kembali menatap pada Athens, “aku berusaha keras


mengingatnya Athens. Ada perasaan tak enak dan mengganjal di hatiku karena hal


ini.”


“Kau kan tidak sedang melakukan kesalahan padanya Aiden. Jangan


terlalu memikirkan itu, mungkin kau hanya pernah berpapasan dengannya beberapa


kali.”


“Hmm… mungkin saja…”


Athens kini tersenyum tipis mendengar jawaban Aiden dan


melirik ke arah pasukannya yang ada di sana dengan jumlah besar.


“Arsen belum datang ya?” tanya Aiden.


“Belum, aku rasa dia akan datang agak terlambat saat ini. Karena


banyak hal yang harus di lakukan di sana…” jawan Athens.


“Menurutmu, apa kita akan menang?” tanya Aiden menelisik, “ayahku


masih belum berubah pikiran. Dia sama sekali tak menginginkan perang ini.”


Athens terdiam sejenak dan pandangannya jadi menerawang,“Tidak


ada satupun yang menginginkan perang untuk alasan apapun Aiden. Bahkan aku pun,


ingin menghentikan perang ini jika bisa. Dan membawa kedamaian juga ketenangan

__ADS_1


di tempat ini…”


***


__ADS_2