
“Ehmm… hmmhh…hahh.. hmmhh…”
Suara desahan itu terdengar begitu lembut dan indah di telinga Arrio. Terlebih saat dia juga memandang wajah Arra yang kini berada tepat di bawah tubuhnya. Gadis itu memejamkan matanya sambil memalingkan pandangan saat Arrio terus saja mencumbunya dengan mesra.
Arrio menghentikan gerakannya dan membuat mata Arra terbuka, menatapnya seolah bertanya apa yang salah.
“Tatap mataku sayang, jangan memalingkan pandanganmu dariku. Kau harus melihatnya, jika aku sekarang hanya akan menjadi milikmu seutuhnya. Selamanya…” bisik Arrio dan mengecupi tiap ujung jari gadis itu.
Wajah Arra kembali merona. Mengingat apa yang terjadi beberapa jam lalu, saat dia menanyakan perasaannya melakukan itu dengan Illona pada Arrio.
Saat itu pula, Arrio sontak mendekat dan mendaratkan ciuman di bibir tipisnya, menyesap dan ******* habis bibir Arra tanpa memberikan jeda sedikitpun untuk gadis itu mengambil nafas. Tangan Arrio lalu naik untuk memeluk Arra, jarinya yang dengan lembut menyusuri pungung gadis itu hingga akhirnya Arrio melepaskan ciumannya,
lalu menempelkan keningnya dengan kening Arra sambil matanya lekat menatap pada Arra yang tengah mengambil nafas dalam.
Cupp!
__ADS_1
Ciuman itu kembali di berikan oleh Arrio, begitu dalam hingga suara sesapannya terdengar ke seluruh penjuru ruangan. Ciuman yang sebelumnya hanya mendarat di bibir Arra kini mulai bergerak ke leher dan telinga gadis itu, membuat bulu kuduk Arra meremang dan suara tertahan gadis itu terdengar lirih pada akhirnya. Menandakan
bahwa dia juga menginginkan hal yang sama dengan Arrio. Dan mengijinkan Arrio melakukan tindakan yang lebih jauh lagi.
Arra bahkan diam saja saat Arrio mulai melucuti seluruh pakaian yang di pakainya dan menyisakan pakaian dalam tanpa bra yang menutupi dadanya. Lalu setelahnya, Arrio juga melucuti pakaiannya sendiri dan membuat Arra bisa melihat dengan jelas tubuh kekasihnya dengan sinar terang matahari yang terlihat begitu menggoda karena
keringat yang masih membekas di sana. Ibu jari Arrio mengusap lembut wajah Arra. Dari bagian mata, pipi, hidung dan berakhir di bibir gadis itu. Yang di hadiahi Arra dengan kecupan lembut di jari itu.
“Aku hanya milikmu sayang. Hanya milikmu…” kata Arrio.
Dan setelahnya, Arrio kembali mencium bibir Arra dengan ketat sebelum kemudian menyusuri tiap inci dari tubuh gadis itu. Gadis yang di cintainya.
tubuhnya. Terlebih saat Arrio telah mencapai pusat tubuhnya dan melesakkan wajahnya ke dalam pusat tubuh Arra dan memainkannya dengan begitu lihai. Rasanya Arra ingin berteriak karena bergelut dengan kenikmatan yang luar biasa itu. Arrio memperlakukannya dengan begitu lembut namun juga agresif dalam satu waktu yang bersamaan.
Setelah puas menikmati tiap jengkal tubuh gadisnya dengan bibir dan kedua tangannya, Arrio kini siap untuk masuk ke inti permainannya.
__ADS_1
Jari jemarinya di sematkan di antara jari jemari Arra, Arrio mengecup kening Arra yang sudah di penuhi keringat dengan lembut dan memasuki pusat tubuh Arra dengan lembut namun cepat.
“Eeegghhh… Rio!” pekik Arra begitu Arrio telah memasukinya.
Arrio mendiamkan sejenak tanpa merubah posisinya hingga akhirnya dia bergerak terus secara
konstan dan membuat Arra terus mendesahkan namanya tanpa henti.
Arra sendiri rasanya begitu kewalahan karena sudah lebih dari 2 jam Arrio memasuki tubuhnya, namun pria itu sama sekali belum menunjukkan tanda akan keluar. Meskipun Arra sudah beberapa kali merasakan pelepasan. Sekarang bahkan, Arrio memasukinya dengan memposisikan Arra untuk bersandar pada rak buku sementara Arrio terus saja bergerak dengan tangannya yang menahan tubuh Arra dan lengan Arra yang melingkar di leher Arrio. Buku – buku yang ada di dalam rak itu bahkan sampai berjatuhan karena guncangan yang di timbulkan. Peluh sudah terus mengaliri sekujur tubuh mereka dan menjadi satu. Arrio sendiri terus saja menghujani Arra
dengan ciuman tanpa jeda, ini adalah posisi ke – 6 mereka yang berbeda dan di spot yang berbeda pula.
“Aku… hahh… mencintai… hahh… kau sayang…” ujar Arrio dengan nafas tersengal. “Shit! Kenapa kau… sempit! Arrghh!” teriak Arrio frustasi karena merasa begitu nikmat.
“Kau… menyumpah… hahh… eerrgghh… hmhh…” balas Arra.
__ADS_1
“Inih… Luar biasa… aarrhhgg…” Arrio menggeram tertahan karena merasakan miliknya di remas begitu kuat. “Aku… Aaaarrgghhh! Arrra!!!” teriak malaikat itu di pelepasannya.
****