Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab15


__ADS_3

Merasa jika Sandira mencoba melepas ciumannya.


Smith semakin kalap, Smith mendorong Sandira hingga jatuh di sofa kemudian merobek helai demi helai baju Sandira.


Smith tak peduli ketika Sandira berteriak dan menangis histeris karena perbuatan brutalnya itu.


Setelah setengah pakaian Sandira terlepas. Smith menciumi tubuh Sandira hingga membuat Sandira semakin menangis histeris karenanya.


Sandira terus berteriak sambil terisak meminta Smith untuk menghentikan aksinya.


"Aku akan membencimu seumur hidupku jika kau melakukannya lebih lanjut! Aku bersumpah akan membencimu seumur hidupku! " teriak Sandira yang membuat Smith menghentikan perbuatannya.


Smith menatap Sandira yang sedang terisak sambil menutupi sebagian tubuhnya yang terekspos dengan kedua tangannya.


Smith menghela nafas menyesali perbuatan bodohnya yang baru di lakukannya beberapa saat yang lalu.


Smith mengambil selimut di ranjang Sandira dan melemparkannya tepat di tubuh Sandira. Smith pergi meninggalkan kamar Sandira, membiarkan Sandira menangis karena perbuatan kejinya itu.

__ADS_1


Setelah keluar dari kamar Sandira, Smith bersender di pintu kamar Sandira sambil mengerutuki perbuatannya.


"Sial! Setan apa yang ada dalam diriku hingga membuatku melakukan hal seperti itu. jika saja Sandira tak menghentikanku mungkin aku sudah menodainya. Ini benar – benar gila! Harusnya aku lebih bisa mengendalikan diriku. Jika seperti ini, bagaimana bisa dia akan menyukaiku atau ingin menjadi wanitaku ? Apa yang harus aku lakukan sekarang ?" ucap Smith dalam hati.


•••


Smith masuk ke ruangan yang di tempati oleh kakeknya.


" Kau kenapa ?" tanya John saat melihat ekspresi Smith yang tak biasa.


Smith duduk di sofa kamar tersebut kemudian berkali kali mengehela nafasnya. Selesai memeriksa keadaan Lory, John duduk di depan Smith.


Smith menatap John dengan tatapan memelas hingga membuat John membulatkan matanya.


" Apa yang harus aku lakukan? Aku pikir, Sandira benar – benar akan membenciku sekarang, " ucap Smith yang membuat John mengerutkan keningnya.


"Apa yang telah kau lakukan? Bukankah kau kesana untuk bertanya secara baik – baik tentang kejadian itu?" ucap John penasaran.

__ADS_1


Smith menghela nafasnya, memberantakkan rambutnya frustasi. " Ya, awalnya memang seperti itu. Tapi, dia bernegosiasi denganku dan memintaku untuk melepaskannya dan secara bersamaan melindunginya karena itu aku memintanya menjadi wanitaku saja. Tapi, dia menolaknya mentah – mentah. Aku tak tau ada setan apa di dalam hatiku, aku hampir saja menodainya tadi, " ucap Smith.


John membulatkan matanya saat mendengar perkataan Smith.


John tak menyangka jika Smith maju dengan cepat untuk meminta Sandira menjadi wanitanya tapi yang membuat John tak pernah menyangka adalah penolakan Sandira dan perbuatan gila yang di lakukan oleh Smith pada Sandira.


"Hey! Apa tak ada wanita lain di dunia ini hingga karena kau di tolak membuatmu mencoba cara sekeji itu untuk mendapatkannya?" ucap John menatap Smith dengan tatapan tak percaya.


Melihat tatapan temannya itu membuat Smith semakin menekukkan mukanya.


" Aku tak melakukannya! Aku hanya hampir melakukannya. Aku berhenti di tengah - tengah! " ucap Smith yang mulai meninggikan suaranya.


John menghela nafasnya. " Hampir? Tapi, itu cukup membuat seorang gadis menjadi sangat ketakutan. Kau bisa saja membuatnya menjadi trauma karena perbuatanmu itu. Ini bisa menjadi sebuah masalah pada psikologisnya. Aku akan mengecek keadaannya, " ucap John beranjak pergi.


Smith menahan John untuk pergi. "Kau tak boleh pergi. Jika kau pergi sekarang kau akan jadi pahlawan dan aku penjahatnya. Biarkan dia menangis sendirian. Dia akan tenang dengan hal itu. Aku tak mau dengan sikapmu yang satu ini akan membuatnya memberikan hatinya padamu. Jadi, biarkan dia sendiri. Aku yang akan mengecek keadaannya. Aku juga yang akan minta maaf padanya. Jangan ikut campur, " ucap Smith dengan menatap tajam ke arah John.


Mendapat tatapan seperti itu membuat John kembali duduk di hadapan Smith. " Kau sangat egois. Bahkan di saat seperti ini kau tak membiarkan orang lain menghiburnya hanya karena takut dia akan semakin menjauhimu, " ucap John kemudian menghela nafasnya.

__ADS_1


" Ya, aku sangat egois. Bahkan jika dia bukan pelakunya dan dia tak menyukaiku. Aku hanya ingin terus mengurungnya di rumah ini bagaimanapun caranya, " ucap Smith sambil memejamkan kedua bola matanya.


See You Next Bab !


__ADS_2