
Arrio sama sekali tak bisa tidur setelah dia menemui Arra.
Tangisan gadis itu terus mengusik batinnya. Tak habis pikir rasanya
membayangkan bagaimana Andrew yang mengatakan dia sangat mencintai Arra dengan
segenap hatinya, justru meninggalkan Arra dengan cara tidak manusiawi seperti
ini.
Arrio tahu kalau Andrew sakit hati dan tersinggung. Tapi itu bukan
alasan untuk membenarkan tindakannya yang meninggalkan Arra tanpa pesan dan
membiarkan gadis itu menangis sambil menyalahkan diri sendiri seperti ini.
Setidaknya, kalau itu terjadi pada dirinya. Arrio akan memastikan bahwa
perpisahan itu akan meninggalkan luka sekecil mungkin untuk Arra, dan tidak
akan membiarkan Arra larut dalam kesedihan yang mendalam semacam ini.
“Mau kemana lagi kak?” tanya Jason yang keluar dari kamarnya dan
melihat Arrio mengambil kunci mobil.
“Aku harus menemui seseorang. Titip Arra ya, dia baru saja tidur.
nanti kalau terjadi sesuatu atau apapun, segera hubungi aku,” ucap Arrio.
***
Sementara di tempat lain, Darrick tengah memantau pasukannya yang
sedang melakukan penyerangan ke arah bagian lain dari Surga. Malam ini,
rencananya mereka akan melakukan invasi secara beruntun dan bebarengan dengan
jumlah pasukan yang sangat banyak.
Darrick terpaksa harus mengubah rencananya untuk membunuh Arrio
dan Arra yang adalah penyembuhnya sebelum peperangan. Karena keberadaan mereka
sangat sulit di temukan, sementara waktu yang di milikinya tidak banyak.
“Bagaimana pasukan yang lainnya?” tanya Darrick.
“Mereka sudah siap di tempatnya masing – masing dan menunggu
perintah,” jawab Ellard.
“Lalu, bagaimana dengan mereka yang bertugas mencari Arra. Apa
mereka sudah punya kabar baik?” tanya Darrick lagi.
“Kami sudah melacak ke semua tempat termasuk tempat tinggal gadis
itu sebelumnya. Namun sama sekali tak ada jejak dan tanda keberadaannya saat
ini. Bahkan Edward yang sebelumnya mengatakan akan bekerjasama dengan kita
untuk mendapatkan Arra, juga menghilang entah kemana,” jelas Ellard.
“Kau ini bodoh ya!” pekik Darrick, “bagaimana mungkin kau
mempercayai seorang manusia seperti Edward yang punya perasaan khusus pada
gadis itu?”
“Maafkan saya tuanku…” Ellard menunduk.
“Cari dia, cari Edward sampai ketemu. Kita memasang benda itu di
__ADS_1
tubuhnya. Selagi dia tidak mendapat perlindungan dari para malaikat atau berada
di tempat yang dekat dengan para malaikat. Maka seharusnya dia bisa dengan
mudah di temukan,” perintah Darrick pada Ellard.
“Baik, saya akan melakukan tugas ini,”
Ellard keluar dari ruangan Darrick dan segera menuju ke bumi untuk
melanjutkan tugas ini, sementara Darrick masih fokus dengan penyerangannya.
Sambil anak buahnya mencari sebuah benda yang jika dia bisa menguasai benda
itu. Maka Darrick akan dapat menguasai tiga dunia sekaligus. Dan memiliki
kekuatan tanpa batas.
Dunia Manusia, Iblis, dan juga Malaikat.
Semua yang Darrick lakukan tidak lebih hanya untuk membalaskan
atas apa yang membuat keluarganya hancur dan tewas dengan cara mengenaskan.
“Maafkan aku ayah, ibu… aku terpaksa melakukan ini, demi kalian
dan demi rakyatku…” ucap Darrick.
***
Aiden terbangun dari tidurnya dan melihat Athens yang tengah
memakai baju zirahnya.
“Kenapa kau pakai itu tengah malam begini?” Aiden bangun perlahan
dan menatap tajam Athens.
secara bertahap, di mulai dari malam ini,” jawab Athens dan terus bersiap tanpa
menoleh pada Aiden.
“Darrick?” Athens mengangguk menjawab Aiden.
“Aku harus pergi dan menghadapi mereka. Kau tetaplah disini dan
tunggu sampai Arsen datang. Aku juga titip semua tempat ini padamu, kau… yang
mengambil alih kepemimpinan di tempat ini sementara aku pergi. Aku percaya
padamu, Aiden,” ujar Athens dan menatap Aiden dengan senyuman.
“jangan bodoh Athens, kau tahu aku adalah putra dari seorang
pengkhianat yang sesungguhnya. Kenapa kau masih percaya padaku?” jawab Aiden
dengan senyum tipis.
“Karena kau adalah sahabatku, saudaraku, dan kita sudah berjanji
untuk saling percaya dan membantu dalam hal apapun kan? Jika kau masih bisa
membantu dan mempercayai Arrio, aku, dan Arsen setelah semua ini. Kenapa aku
harus tidak percaya padamu Aiden?” ucapan Athens membuat hati Aiden seperti di
remat kuat.
“Aku pergi dulu, jaga dirimu baik – baik. Dan pakai baju zirah ini
di dalam bajumu. Itu salah satu yang di miliki Arrio dan di berikan padamu, kau
ingat ini kan?”
__ADS_1
Athens kini berlalu meninggalkan Aiden dalam kesunyian.
***
Andrew mengemudikan mobilnya secepat mungkin dan membawa
seluruh barangnya dari rumah Arrio. Lebih tepatnya, abju yang sebelumnya dia
pakai saat pertama kali datang ke rumah itu dengan baju yang menempel di
tubuhnya juga. Karena selouruh pakaian yang ada di rumah Arrio bukan murni
miliknya, melainkan barang yang secara sengaja di belikan oleh Arrio untuk
memenuhi kebutuhannya selama tinggal di rumah itu.
Bahkan obatnya pun tak di bawa oleh pria itu. dia bertekad
akan melepaskan apapun yang di berikan Arrio selama ini untuk membantu dirinya
dan berdiri dengan kakinya sendiri.
Di tengah perjalanan kembali menuju rumahnya, dia kembali
teringat akan Arra yang tadi sempat dia lihat sekilas masih duduk di tempat
yang sama dan berurai air mata. Andrew tahu dirinya sangat jahat pada gadis
itu, perlakuannya juga tak pantas untuk Arra terima. Tapi dia tak mau berbalik
dan berjalan kembali ke arah Arra tadi, karena itu hanya akan membuatnya
semakin sulit meninggalkan gadis itu dan merelakannya demi Arrio.
Andrew kini kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya
dengan kecepatan penuh, dia tak sadar bahwa keinginan Arrio untuk merawatnya di
rumah dan tak mengijinkannya keluar dari area rumah Arrio sama sekali itu bukan
sekedar karena ingin luka Andrew cepat sembuh, atau hanya karena Arra semata. Melainkan
karena Arrio yang memang ingin melindungi Andrew dari serangan para iblis
karena tanda yang membekas pada tubuhnya.
Dan dengan keluarnya Andrew dari area perlindungan Arrio. Maka
akan memudahkan para iblis melacak keberadaannya dan bersiap memberikan
sambutan hangat bagi sekutunya untuk menghancurkan Arrio dan gadis yang di
cintai oleh sang malaikat juga dirinya, Arra.
Dari atas langit yang cukup jauh, terdapat dua sayap hitam
besar yang terbang dan pemiliknya tengah memperhatikan gerak laju mobil Andrew.
Dia tersenyum dan segera membisikkan sesuatu pada rekannya.
“Laporkan ini pada Tuanku Ellard,” pintanya dan sang iblis
itu langsung terbang melesat masuk ke dalam tanah dan menembusnya demi mencapai
dunia bawah, sementara yang lain juga melesatkan dirinya mengikuti pergerakan
Andrew.
Andrew tak sadar, emosinya dan rasa kecewanya juga sakitnya
lah yang menjadi boomerang dan akan mencelakakan semua orang yang dia cintai.
***
__ADS_1