Cruel Fate

Cruel Fate
Part 19.2


__ADS_3

Arrio sama sekali tak bisa tidur setelah dia menemui Arra.


Tangisan gadis itu terus mengusik batinnya. Tak habis pikir rasanya


membayangkan bagaimana Andrew yang mengatakan dia sangat mencintai Arra dengan


segenap hatinya, justru meninggalkan Arra dengan cara tidak manusiawi seperti


ini.


Arrio tahu kalau Andrew sakit hati dan tersinggung. Tapi itu bukan


alasan untuk membenarkan tindakannya yang meninggalkan Arra tanpa pesan dan


membiarkan gadis itu menangis sambil menyalahkan diri sendiri seperti ini.


Setidaknya, kalau itu terjadi pada dirinya. Arrio akan memastikan bahwa


perpisahan itu akan meninggalkan luka sekecil mungkin untuk Arra, dan tidak


akan membiarkan Arra larut dalam kesedihan yang mendalam semacam ini.


“Mau kemana lagi kak?” tanya Jason yang keluar dari kamarnya dan


melihat Arrio mengambil kunci mobil.


“Aku harus menemui seseorang. Titip Arra ya, dia baru saja tidur.


nanti kalau terjadi sesuatu atau apapun, segera hubungi aku,” ucap Arrio.


***


Sementara di tempat lain, Darrick tengah memantau pasukannya yang


sedang melakukan penyerangan ke arah bagian lain dari Surga. Malam ini,


rencananya mereka akan melakukan invasi secara beruntun dan bebarengan dengan


jumlah pasukan yang sangat banyak.


Darrick terpaksa harus mengubah rencananya untuk membunuh Arrio


dan Arra yang adalah penyembuhnya sebelum peperangan. Karena keberadaan mereka


sangat sulit di temukan, sementara waktu yang di milikinya tidak banyak.


“Bagaimana pasukan yang lainnya?”  tanya Darrick.


“Mereka sudah siap di tempatnya masing – masing dan menunggu


perintah,” jawab Ellard.


“Lalu, bagaimana dengan mereka yang bertugas mencari Arra. Apa


mereka sudah punya kabar baik?” tanya Darrick lagi.


“Kami sudah melacak ke semua tempat termasuk tempat tinggal gadis


itu sebelumnya. Namun sama sekali tak ada jejak dan tanda keberadaannya saat


ini. Bahkan Edward yang sebelumnya mengatakan akan bekerjasama dengan kita


untuk mendapatkan Arra, juga menghilang entah kemana,” jelas Ellard.


“Kau ini bodoh ya!” pekik Darrick, “bagaimana mungkin kau


mempercayai seorang manusia seperti Edward yang punya perasaan khusus pada


gadis itu?”


“Maafkan saya tuanku…” Ellard menunduk.


“Cari dia, cari Edward sampai ketemu. Kita memasang benda itu di

__ADS_1


tubuhnya. Selagi dia tidak mendapat perlindungan dari para malaikat atau berada


di tempat yang dekat dengan para malaikat. Maka seharusnya dia bisa dengan


mudah di temukan,” perintah Darrick pada Ellard.


“Baik, saya akan melakukan tugas ini,”


Ellard keluar dari ruangan Darrick dan segera menuju ke bumi untuk


melanjutkan tugas ini, sementara Darrick masih fokus dengan penyerangannya.


Sambil anak buahnya mencari sebuah benda yang jika dia bisa menguasai benda


itu. Maka Darrick akan dapat menguasai tiga dunia sekaligus. Dan memiliki


kekuatan tanpa batas.


Dunia Manusia, Iblis, dan juga Malaikat.


Semua yang Darrick lakukan tidak lebih hanya untuk membalaskan


atas apa yang membuat keluarganya hancur dan tewas dengan cara mengenaskan.


“Maafkan aku ayah, ibu… aku terpaksa melakukan ini, demi kalian


dan demi rakyatku…” ucap Darrick.


***


Aiden terbangun dari tidurnya dan melihat Athens yang tengah


memakai baju zirahnya.


“Kenapa kau pakai itu tengah malam begini?” Aiden bangun perlahan


dan menatap tajam Athens.


secara bertahap, di mulai dari malam ini,” jawab Athens dan terus bersiap tanpa


menoleh pada Aiden.


“Darrick?” Athens mengangguk menjawab Aiden.


“Aku harus pergi dan menghadapi mereka. Kau tetaplah disini dan


tunggu sampai Arsen datang. Aku juga titip semua tempat ini padamu, kau… yang


mengambil alih kepemimpinan di tempat ini sementara aku pergi. Aku percaya


padamu, Aiden,” ujar Athens dan menatap Aiden dengan senyuman.


“jangan bodoh Athens, kau tahu aku adalah putra dari seorang


pengkhianat yang sesungguhnya. Kenapa kau masih percaya padaku?” jawab Aiden


dengan senyum tipis.


“Karena kau adalah sahabatku, saudaraku, dan kita sudah berjanji


untuk saling percaya dan membantu dalam hal apapun kan? Jika kau masih bisa


membantu dan mempercayai Arrio, aku, dan Arsen setelah semua ini. Kenapa aku


harus tidak percaya padamu Aiden?” ucapan Athens membuat hati Aiden seperti di


remat kuat.


“Aku pergi dulu, jaga dirimu baik – baik. Dan pakai baju zirah ini


di dalam bajumu. Itu salah satu yang di miliki Arrio dan di berikan padamu, kau


ingat ini kan?”

__ADS_1


Athens kini berlalu meninggalkan Aiden dalam kesunyian.


***


Andrew mengemudikan mobilnya secepat mungkin dan membawa


seluruh barangnya dari rumah Arrio. Lebih tepatnya, abju yang sebelumnya dia


pakai saat pertama kali datang ke rumah itu dengan baju yang menempel di


tubuhnya juga. Karena selouruh pakaian yang ada di rumah Arrio bukan murni


miliknya, melainkan barang yang secara sengaja di belikan oleh Arrio untuk


memenuhi kebutuhannya selama tinggal di rumah itu.


Bahkan obatnya pun tak di bawa oleh pria itu. dia bertekad


akan melepaskan apapun yang di berikan Arrio selama ini untuk membantu dirinya


dan berdiri dengan kakinya sendiri.


Di tengah perjalanan kembali menuju rumahnya, dia kembali


teringat akan Arra yang tadi sempat dia lihat sekilas masih duduk di tempat


yang sama dan berurai air mata. Andrew tahu dirinya sangat jahat pada gadis


itu, perlakuannya juga tak pantas untuk Arra terima. Tapi dia tak mau berbalik


dan berjalan kembali ke arah Arra tadi, karena itu hanya akan membuatnya


semakin sulit meninggalkan gadis itu dan merelakannya demi Arrio.


Andrew kini kembali melajukan mobilnya menuju rumahnya


dengan kecepatan penuh, dia tak sadar bahwa keinginan Arrio untuk merawatnya di


rumah dan tak mengijinkannya keluar dari area rumah Arrio sama sekali itu bukan


sekedar karena ingin luka Andrew cepat sembuh, atau hanya karena Arra semata. Melainkan


karena Arrio yang memang ingin melindungi Andrew dari serangan para iblis


karena tanda yang membekas pada tubuhnya.


Dan dengan keluarnya Andrew dari area perlindungan Arrio. Maka


akan memudahkan para iblis melacak keberadaannya dan bersiap memberikan


sambutan hangat bagi sekutunya untuk menghancurkan Arrio dan gadis yang di


cintai oleh sang malaikat juga dirinya, Arra.


Dari atas langit yang cukup jauh, terdapat dua sayap hitam


besar yang terbang dan pemiliknya tengah memperhatikan gerak laju mobil Andrew.


Dia tersenyum dan segera membisikkan sesuatu pada rekannya.


“Laporkan ini pada Tuanku Ellard,” pintanya dan sang iblis


itu langsung terbang melesat masuk ke dalam tanah dan menembusnya demi mencapai


dunia bawah, sementara yang lain juga melesatkan dirinya mengikuti pergerakan


Andrew.


Andrew tak sadar, emosinya dan rasa kecewanya juga sakitnya


lah yang menjadi boomerang dan akan mencelakakan semua orang yang dia cintai.


***

__ADS_1


__ADS_2