Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab5


__ADS_3

Dengan menghela nafasnya dan takut takut. Sandira memegang ujung jas Smith kemudian memejamkan matanya. Smith tersenyum puas melihat perubahan sikap Sandira .



" Ini kesalahanmu karena kaulah yang membuatku ingin menciummu, " ucap Smith dalam hati sambil mengingat kembali senyuman Sandira yang di perlihatkannya beberapa menit yang lalu. Smith kemudian mencium Sandira kembali.



Sandira mengepalkan tangannya erat ketika tangan Smith mulai menjelajahi tubuhnya. Tubuh Sandira gemetaran karena ulah Smith tersebut. Airmata Sandira menetes hingga membuat Smith menghentikan aktifitasnya itu. Smith menatap Sandira yang tiba – tiba saja jatuh terduduk di lantai dengan berlinang airmata.



" Dia sangat membenci hal seperti ini, huh ? " ucap Smith dalam hati.



" Kau bisa pergi sekarang, atau kau mau melanjutkan apa yang kita lakukan tadi ? Aku bisa memberikanmu sesuatu yang lebih. Apa kau mau ?" ucap Smith yang membuat Sandira bergegas berdiri dan keluar dari kamar Smith.


__ADS_1


Sandira berlari dan masuk ke ruang kosong yang di jadikan kamarnya itu. di ruangan tersebut Sandira menangis tersedu – sedu dengan terus mengelap bibir dan tubuhnya yang di sentuh oleh Smith.



" Ini menjijikan! Sangat menjijikan! Iblis! Dia benar – benar iblis. Aku menyesal telah berterima kasih padanya. Aku menyesal karena sempat berpikir jika mungkin dia berubah jadi baik! Ciuman pertamaku kenapa harus dengan iblis sepertinya?! Ini sangat mengerikan . hal Ini juga membuatku sangat takut. Dia benar – benar menakutkan, " ucap Sandira dalam hati dengan tubuh yang masih bergetar. Sandira terus menangis dan menangis hingga terlelap tidur.



Di tempat lain, seseorang memegang sebuah botol yang berisi serbuk putih. Orang itu kemudian memberikan botol tersebut pada seorang pelayan yang bekerja di rumah Smith.



•••


Sandira melihat salju yang turun dengan lebatnya dari dalam rumah Smith. Sandira mengeluh dalam hati karena pekerjaannya yang selalu menumpuk setiap hari dan hanya makan sekali atau dua kali sehari membuat tubuh Sandira terasa sangat tak bertenaga. Sandira memegang kepalanya berkali – kali karena merasa pusing. Sandira menyadari jika tubuhnya tak normal karena suhu tubuhnya meningkat tajam. Tapi, Sandira terus saja memaksakan diri untuk mengerjakan tugas – tugas yang di berikan padanya. Menurut Sandira lebih baik mengerjakan perkejaan yang melelahkan dibandingkan melakukan hal seperti yang dilakukannya di kamar Smith.



Smith menatap Sandira yang sedang membersihkan perabotan rumahnya. Smith kemudian melangkahkan kaki mendekati Sandira.

__ADS_1



"Apa kau masih belum selesai ?" ucap Smith yang berbicara tepat di samping telinga Sandira. Sandira mundur menjauhi Smith sambil memegangi telinganya yang memerah akibat perbuatan Smith tersebut. Melihat hal itu, Smith tersenyum kecil.



" Kau lama sekali! Tinggalkan saja pekerjaan itu lalu bersihkan salju yang ada di depan rumah, " perintah Smith. Namun, Sandira masih terdiam sambil menatap Smith dengan tatapan tak suka.



" Ayo cepet kerjakan ! Atau kau lebih suka melakukan sesuatu di kamarku seperti waktu itu?" ucap Smith yang membuat Sandira berlari dan segera mengerjakan apa yang Smith perintahkan.



Melihat Sandira yang lari terbirit – berit karena ucapannya membuat Smith mengerutkan keningnya.



" Apa dia sangat tak menyukainya? Ini sedikit melukai harga diriku sebagai seorang pria ketika melihatnya bersikap seperti itu. Apa teknik ciumanku sangat buruk hingga dia perlu bersikap lebay seperti itu ? Lagian, kenapa dia tak menyukai berciuman denganku? Aku kan tampan dan kaya!" ucap Smith dalam hati.

__ADS_1


See You Next Bab !


__ADS_2