
Keesokan harinya, John dan Smith mendatangi kamar yang di tempati oleh Sandira.
" Hello, aku John. Aku akan memeriksa keadaanmu sekarang, " ucap John tersenyum pada Sandira yang hanya terduduk di ranjang dan diam saja tanpa menjawab sapaan dari John. Smith yang melihat hal itu langsung tersenyum sinis.
" Kau lihat kan ? Suaranya itu sangat mahal. Dia bahkan tak membalas sapaan orang lain. Dia bahkan tak tersenyum sama sekali," ucap Smith dengan sinis.
John tertawa kecil mendengar perkataan Smith. John kemudian memeriksa keadaan Sandira.
"Demammu sudah turun tapi sebaiknya kau istirahat lebih lama. Kau juga harus memakan makanan yang lebih bergizi . Kau selemah ini karena kekurangan gizi dan terlalu kecapaian, " ucap John.
Mendengar hal itu, Sandira menatap Smith dengan datar hingga membuat Smith jadi kikuk di tatap oleh Sandira seperti itu.
" Kenapa? Apa kau menyalahkanku membuatmu jadi seperti sekarang ini ? Apa kau lupa, apa yang telah kau lakukan pada kakekku? Bukankah aku cukup baik membiarkanmu hidup? Aku bahkan sudah mengirim orang untuk melindungi adikmu di luar sana, " ucap Smith dengan sebal. Raut wajah Sandira melembut mendengar Smith telah mengirim orang untuk melindungi adiknya.
" Terima kasih, " ucap Sandira tersenyum yang membuat Smith lagi – lagi terpaku karena senyuman itu. Sedangkan John cukup kaget melihatnya. John kemudian menatap Smith dengan tatapan seakan menyadari sesuatu.
__ADS_1
Tak lama, pelayan membawakan makanan untuk di berikan pada Sandira. John menyadari sesuatu yang tak biasa di atas nampan makanan yang di bawa oleh pelayan tersebut hingga membuatnya melirik kearah Smith.
John menatap makanan yang di bawa oleh pelayan tersebut. John menyadari ada yang sesuatu yang tak biasa di atas nampan tersebut.
John melirik kearah Smith kemudian tersenyum kecil. John semakin yakin dengan dugaannya pada Smith.
" Kau hanya makan sereal saja ? Kenapa kau tak makan bubur dengan beberapa lauk yang bergizi dan juga buah – buahan agar kau cepat sembuh ? " ucap John saat melihat makanan yang pelayan bawakan untuk Sandira.
Sandira mengerutkan keningnya mendengar perkataan John. " Aku tak suka makan bubur. Bentuknya tak enak di lihat, aku tak bisa memakannya, " ucap Sandira yang membuat Smith mengerutkan keningnya karena Sandira menjawab pertanyaan John.
" Kalau begitu kau harus banyak memakan buah, " ucap John yang membuat Sandira menatap Smith dengan datar.
Melihat Smith yang bersikap seperti anak – anak, membuat John pamit pergi menyusul Smith. Setelah cukup jauh dari kamar yang di tempati oleh Sandira, John menanyakan sesuatu.
" Kenapa kau terlihat marah padahal dia hanya menatapmu saja ?" tanya John.
__ADS_1
" Apa kau tak melihatnya ? Tatapannya itu seperti kode yang mengatakan apa yang di inginkannya. Lagian, kau baru bertemu dengannya tapi dia langsung menjawab pertanyaanmu begitu saja. Sedangkan aku ? Dia hanya mau berbicara setelah beberapa hari bertemu, itupun aku paksa. Apa yang sebenarnya di pikirkan gadis itu ?" ucap Smith dengan sebal.
John terkejut dengan perkataan Smith tersebut. " Orang akan salah paham dan mengira jika kau sedang cemburu sekarang, " ucap John yang membuat Smith menghentikan langkahnya.
" Kenapa aku harus cemburu ? Aku hanya sebal saja karena dia berlaku tak adil. Aku sudah baik padanya, apa kau tak tau itu ? Tapi kenapa dia memperlakukanku seperti itu ? Dimana rasa terima kasihnya ?" ucap Smith.
" Yah, kau sangat baik padanya bahkan kau memberikan sendok yang aku buat untuk mendeteksi racun padanya, " ucap John sambil tersenyum kecil menatap Smith.
" Itu karena aku tak ingin dia mati begitu saja. Aku masih ingin bermain – main dengannya, " ucap Smith kemudian melanjutkan langkahnya.
" Tapi, mungkinkah kau melakukan sesuatu yang membuatnya bersikap seperti itu padamu ? Kau bilang kau bermain – main dengannya kan ? Mungkin permainanmu itu membuatnya menjadi tak suka padamu bahkan mungkin membencimu, " goda John yang membuat Smith menghentikan langkahnya lagi.
Smith menatap John dengan raut wajah gelisah. " Mungkinkah dia membenciku ?" ucap Smith yang membuat John tertawa terbahak – bahak mendengar pertanyaan Smith.
" Mungkin saja, kenapa kau tak tanyakan langsung saja padanya? " ucap John kemudian kembali tertawa.
__ADS_1
Melihat hal itu Smith menyadari jika John sedang menggodanya. Smith menghela nafasnya kemudian melanjutkan kembali langkahnya.
See You Next Bab !