
Melihat kedatangan Smith membuat John bergegas bertanya tentang motif Natasha melakukan semuanya.
Begitu pula Sandira yang terlihat penasaran dengan hal tersebut.
Smith meminta John dan Sandira untuk ke ruangannya dan merekapun duduk bertiga.
Smith menceritakan segalanya yang terjadi. John dan Sandira jelas terkejut mendengar cerita yang di katakan oleh Smith.
" Jadi, ketua Natasha dari anak perusahaan keluargamu adalah adik dari ibumu? Wah! Takdir macam apa ini?" ucap John tak percaya sedangkan Sandira lebih memilih diam dan merasa tak enak hati mendengar masalah keluarga Smith padahal dirinya adalah orang asing yang baru mengenal Smith.
" Ya, tapi ya sudahlah. Masa lalu biarkan berlalu. Aku tak peduli dengan wanita itu entah dia hanya bibi yang aku kenal ataupun adik kandung ibuku. Yang terpenting sekarang adalah keadaan kakek. Bagaimana keadaan kakek ? Apa masih belum ada perkembangan ?" ucap Smith yang di jawab gelengan kepala oleh John.
Hal tersebut membuat Smith menghela nafas kecewa karena kakeknya tak kunjung sadarkan diri.
Sandira menelan ludahnya dan melonggarkan tenggorokannya. " Hmmm, bukankah semuanya sudah selesai dan menjadi lebih jelas sekarang? Jadi, aku ingin kembali ke rumahku. Aku ingin kembali ke kehidupanku yang sebelumnya jadi aku ingin pergi dari rumah ini segera. Aku ingin kembali, " ucap Sandira menatap Smith dan John yang berada di hadapannya.
__ADS_1
Mendengar perkataan Sandira, John langsung menatap Smith yang berada di sampingnya.
Smith menatap Sandira tajam sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat mendengar perkataan Sandira.
•••
Smith menatap Sandira tajam sambil mengepalkan kedua tangannya erat.
" Apa yang kau katakan tadi?" ucap Smith yang terlihat sangat marah. Sandira menelan ludahnya melihat reaksi Smith karena perkataannya.
" Hmmm, aku pikir aku ingin kembali kerumah, " ucap Sandira canggung.
" Tapi, " ucap Sandira yang terpotong karena Smith memukul meja di hadapannya menggunakan kedua tangannya.
" Aku sudah bilang! Kau tak akan pernah bisa lepas dariku jadi yang harus kau lakukan hanya menyukaiku saja! Apa yang susah dengan hal itu! Aku tampan, kaya, apa yang kurang ? Kenapa kau masih ingin pergi ?! " teriak Smith penuh dengan emosi.
__ADS_1
" Aku dan kau terlalu banyak perbedaan. Dunia yang kita jalanipun jauh berbeda. Aku dan kau itu seperti nasi dan kaviar. Kau tidak bisa makan nasi dan kaviar bersama – sama. Kaviar punya tempatnya sendiri begitu pula dengan nasi, " ucap Sandira.
" Kata siapa kaviar tak bisa di campur dengan nasi? Aku akan memakannya dengan nasi! Aku bisa melakukannya! Aku juga akan menaruh nasi dan kaviar dalam satu tempat!" ucap Smith.
Sandira menghela nafasnya mendengar perkataan Smith. " Tapi, jika kau melakukan hal itu, teman – teman kaviar akan melihat perbedaan mereka dengan jelas. Jadi, biarkan aku pulang, " ucap Sandira.
Smith menatap Sandira dengan tatapan marah dan terluka karena mendengar penolakan yang kesekian kalinya oleh Sandira.
" Baik! Pergi jika kau ingin pergi! Jangan tunjukan wajahmu di hadapanku lagi! " teriak Smith kemudian pergi meninggalkan Sandira.
John menatap kepergian Smith kemudian menatap Sandira sambil menghela nafasnya. " Apa kau benar – benar ingin pergi ?" ucap John.
Sandira tersenyum kemudian menganggukkan kepalanya. " Apa kau benar – benar tak mempunyai perasaan pada Smith ?" tanya John yang membuat Sandira terdiam sejenak.
" Aku mempunyai perasaan ataupun tidak padanya itu tak akan mengubah keputusanku. Duniaku dengannya terlalu berbeda. Jika aku terlalu jatuh padanya mungkin sulit untukku untuk berdiri lagi jika aku terluka tapi jika itu dirinya aku yakin dia bisa berdiri bahkan tanpa aku di sisinya. Dia punya segalanya sehingga pasti banyak wanita yang menginginkan berada di sampingnya. Hal ini tak akan sulit untuknya, waktu akan memulihkan hatinya, " ucap Sandira kemudian meninggalkan John yang menghela nafasnya pasrah dengan keputusan Sandira.
__ADS_1
" Jika kalian saling menyukai kenapa tak bersama – sama saja ?" ucap John dalam hati.
See You Next Bab !