
Smith menatap pintu kamar Sandira.
Smith menghela nafasnya sebelum memasuki kamar Sandira.
Smith melihat Sandira yang terduduk di lantai dekat sofa di kamarnya sambil terisak.
Smith kembali menghela nafasnya melihat pemandangan itu.
Smith berjalan mendekati Sandira. Melihat kedatangan Smith membuat Sandira melemparkan barang – barang di sekitarnya kearah Smith.
" Pergi dari sini! Penjahat! Jangan mendekat! Pergi dari sini! Kau iblis! Kau bukan manusia! Kau iblis! Pergi dari sini! " teriak Sandira yang masih terisak sambil melemparkan barang – barang tersebut kearah Smith.
Smith tak peduli dengan hantaman barang – barang yang mengenai tubuh ataupun kepalanya.
Smith terus saja mendekati Sandira sekalipun Sandira terus saja mundur di dekati oleh Smith.
Smith bisa melihat amarah serta ketakutan di sorot Sandira ketika melihatnya.
__ADS_1
Smith mendekati Sandira kemudian langsung memeluk Sandira. Hal itu membuat Sandira berteriak histeris dan menangis di buatnya.
Tubuh Sandira gemetaran karena ulah Smith. " Lepaskan aku! Jangan lakukan lagi! Lepaskan aku! " teriak Sandira dalam tangisannya sambil memukul – mukul tubuh Smith dan meronta minta di lepaskan dari pelukan Smith.
Mendengar perkataan Sandira, membuat Smith semakin mempererat pelukannya.
" Maafkan aku, aku minta maaf. Kau boleh memukulku sesukamu tapi maafkan aku. Aku berjanji tak akan melakukannya lagi. Jadi aku mohon maafkan aku. Aku salah, aku jahat tapi maafkan aku, " ucap Smith yang terus memeluk Sandira.
Mendengar permintaan maaf Smith membuat Sandira tak menangis histeris lagi.
Sandira masih memukul – mukul tubuh Smith sekalipun Sandira sudah tak meronta – ronta minta di lepaskan lagi.
" Maafkan aku. Aku salah, " ucap Smith lagi.
" Kenapa kau melakukan hal ini padaku? Apa salahku? Bukankah kau sudah tau jika aku bukan pelakunya? Kau sudah tau kan karena itu kau menanyakannya tapi kenapa kau sangat kejam padaku? Kenapa kau melakukan hal ini padaku? Apa salahku? Apa salahku?" ucap Sandira dalam tangisnya.
" Maafkan aku, aku minta maaf. Kau tak salah apapun. Aku yang salah. Aku salah karena tak bisa mengendalikan diriku untuk tak menyentuhmu. Maafkan aku karena aku menyukaimu. Saat mendengar kau menolakku, tanpa pikir panjang hal itu membuatku kalap dan sangat marah hingga mencoba melakukan hal keji padamu. Maafkan aku tapi aku sungguh – sungguh menyukaimu, " ucap Smith yang membuat Sandira terpaku di buatnya hingga membuat Sandira berhenti memukuli Smith.
__ADS_1
Smith melepas pelukannya dan menatap Sandira dalam.
" Sebaiknya sedikit demi sedikit kau harus mencoba menyukaiku. Aku akan berbuat lebih baik padamu mulai sekarang. Maafkan aku tapi terlepas dari kau benar – benar bukan atau kau memang pelaku yang mencelakai kakekku. Aku tak akan pernah melepasmu. Jadi, cobalah untuk menyukaiku, " ucap Smith.
Mendengar perkataan Smith itu , membuat Sandira melayangkan tamparan ke pipi Smith.
" Kau sangat egois! Benar – benar egois! " ucap Sandira menatap Smith tak percaya karena ucapan yang baru saja Smith lontarkan padanya.
Smith memegang ujung mulutnya yang berdarah karena tamparan dari Sandira.
Bukannya marah tapi Smith malah tersenyum kecil mendapatkan sebuah tamparan dari Sandira. Smith kembali menatap Sandira dalam.
" Ya, aku egois jadi cepat menyukaiku bahkan jika itu hanya akting saja kau harus menyukaiku. Jika kau menyukaiku bahkan jika kau adalah pelakunya, jika kau berjanji tak akan mengulanginya dan mempunyai alasan yang kuat untuk melakukan kejahatan itu aku akan berusaha memaafkanmu jadi kau hanya perlu menyukaiku, itu saja, " ucap Smith.
Sandira terpaku dengan ucapan – ucapan yang Smith lontarkan di hadapannya hingga membuat Sandira terdiam menatap Smith dengan tatapan tak percaya.
See You Next Bab !
__ADS_1