Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab7


__ADS_3

Smith menyuruh pelayan untuk membuatkan bubur daging untuk Sandira. Pelayan tersebut menurutinya. Tak selang lama bubur buatannya sudah selesai dan pelayan itu menata makanan yang akan di berikan kepada Sandira. Namun, tak lama seseorang memanggil pelayan tersebut hingga membuat Pelayan tersebut meninggalkan makanan yang akan di berikan kepada Sandira. Tanpa pelayan itu tau, seseorang misterius memasukkan bubuk kedalam bubur yang akan di berikan kepada Sandira.



Orang misterius itu berjalan pergi dan bertemu dengan sang dokter. Mereka saling melempar tatapan dan senyuman satu sama lain. Orang misterius itu memberikan tanda jempol pada dokter tersebut seperti mengisyaratkan jika dirinya sudah menjalankan tugasnya.



Tak lama kemudian, pelayan tersebut membawa makanan yang di buatnya ke kamar yang di tinggali oleh Sandira.



" Permisi, ini makanan anda, " ucap Pelayan kepada Sandira yang sedang duduk di ranjangnya sambil menatap baju tidur yang di pakainya.



" Hmmmm, apa kau yang mengganti bajuku ?" ucap Sandira yang membuat pelayan tersebut terkejut karena baru pertama kali mendengar Sandira berbicara.


" Bukan saya. Saya pikir, tuan Smith yang mengantikannya, " ucap pelayan tersebut yang membuat Sandira terbelalak mendengarnya.


Sandira mengepalkan tangannya berusaha menahan amarahnya. " Dasar pria mesum! Beraninya dia menggantikan bajuku! Pria yang mengerikan!" ucap Sandira dalam hati. Sandira dan pelayan tersebut tak menyadari jika Smith sedang berada di pintu melihat mereka.



Sandira menatap makanan yang di bawakan oleh pelayan tersebut. Melihat bubur yang ada di nampan pelayan tersebut membuat Sandira mual. Pelayan tersebut panik melihat Sandira yang mual – mual seakan ingin muntah. Smith pun sama, dia hampir saja melangkahkan kaki mendekati Sandira namun di urungkan niatnya itu ketika mendengar ucapan Sandira.


__ADS_1


Aku mohon, bawa pergi bubur itu. Aku tak menyukai bubur. Jika aku melihat bubur, aku akan mual – mual, " ucap Sandira menunjukkan kearah makanan yang ada di bawa pelayan tersebut. Hal itu membuat pelayan tersebut menyembunyikan bubur di mangkok dari hadapan Sandira.



Smith mengerutkan keningnya karena baru pertama kali mendengar Sandira berbicara sangat panjang. Terlebih lagi melihat Sandira memprotes sesuatu. Tanpa Smith sadari, senyum kecil terukir di bibirnya ketika melihat sikap dan ucapan Sandira tersebut.



" Jadi , apa yang ingin kau makan ?" ucap Smith yang membuat pelayan dan Sandira menatap kearahnya.



Tanpa menjawab perkataan Smith, Sandira mengambil nampan yang di bawa pelayan tersebut dan memakan lauk yang tersedia di nampan tersebut.


" Kau masih tak ingin berbicara denganku? Haruskah aku memaksamu berbicara seperti waktu itu ?" ucap Smith sambil berjalan mendekat ke ranjang yang di duduki oleh Sandira.



" Sereal, " ucap Sandira lirih yang membuat Smith tersenyum ketika mendengar Sandira berbicara.



" Apa? Aku tak mendengar. Katakan dengan jelas, " ucap Smith.


Sandira mengepalkan tangannya.


" Aku biasanya makan Sereal ketika aku sakit, " ucap Sandira memalingkan wajahnya.

__ADS_1



" Apa dia anak kecil ? Berapa umurnya? Kenapa dia masih makan sereal ? " ucap Smith dalam hati.



" Bawakan sereal untuknya, " ucap Smith yang membuat pelayan tersebut membawa bubur yang di sembunyikannya dan pergi dari ruangan tersebut, meninggalkan Smith dan Sandira berdua saja. Smith menatap Sandira yang masih memalingkan wajahnya.



" Terkadang dia terlihat sangat ketakutan padaku tapi kadang dia terlihat sangat marah padaku. Kadang – kadang juga dia menatap tak suka kearahku. Apa yang sebenarnya di pikirkannya ? Aku jadi ingin tau, " ucap Smith dalam hati.



Tak lama pelayan tersebut membawa sereal untuk Sandira. Sandira memakannya dengan lahap tak peduli jika Smith dari tadi berada di ruangan tersebut dan terus saja menatapnya dalam diam.



" Kenapa dia menatapku seperti itu ? Apa yang di pikirkannya? Apa dia sedang merencanakan sesuatu lagi ? Iblis itu ! Kadang dia membuatku sangat marah, kadang dia membuatku sangat ketakutan, tapi kadang aku berpikir dia tak seburuk itu. Namun kemudian dia melakukan hal yang paling aku benci. Aku benci seseorang yang mengancamku tentang adikku. Aku juga membencinya karena menyentuh tubuhku dan merenggut ciuman pertamaku. Karena semua perbuatannya itu aku sangat membencinya! Sangat sangat membencinya hingga membuatku tak ingin melihatnya lagi ! Aku harap aku tak pernah melihatnya lagi! " ucap Sandira dalam hati.



Di tempat lain, pelayan yang membawakan makanan untuk Sandira merasa sayang untuk membuang bubur daging yang di buatnya dan memilih untuk memakannya. Beberapa sendok setelah memakan bubur tersebut. Pelayan itu merasa lehernya tercekik dan kemudian tubuhnya terjatuh ke lantai.



Para pelayan lain yang melihatnya terkejut dan memeriksa keadaannya. Salah satu dari mereka terbelalak ketika menyadari pelayan tersebut sudah meninggal.

__ADS_1


See You Next Bab !


__ADS_2