Cruel Fate

Cruel Fate
Part 27.1


__ADS_3

“Rio…” panggil Arra saat melihat Arrio tengah


menyiapkan semua barang milik Arra dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak kayu


besar untuk di bawa Phoenix.


“Kenapa sayang?” tanya Arrio.


“Apa aku boleh menemui Andrew sebelum ikut


denganmu? Aku tak tahu kapan akan bisa menemuinya lagi saat sudah sampai di


sana. Aku… ingin minta maaf dan juga berterima kasih pada Andrew yang selama


ini sudah menjagaku dengan sangat baik. Apa… kau keberatan?” tanya Arra lagi.


Arrio tersenyum, “boleh sayang. Tentu aku tak


keberatan. Aku juga berencana mengajakmu kesana sebelum aku ke sana sebelum


kita berangkat ke dunia atas…” ujar Arrio yang membuat hati Arra lega.


Gadis itu mendekat pada Arrio dan menunduk sambil


menatap Arrio lekat, “kau tidak akan berpikir kalau aku gadis yang buruk kan?


Karena aku meminta hal semacam ini padamu?” tanya Arra lagi meyakinkan dirinya.


“Buruk? Kau gadis yang terbaik sayang. Jangan


pernah berpikir kalau aku menilaimu seperti itu. Aku memahami benar apa yang


kau rasakan dan pikirkan, lagipula Andrew memang perlu di pamiti juga di


berikan ucapan terima kasih yang lebih layak karena selama ini sudah menjagamu


dan mencintaimu sepenuh hatinya. Apa yang terjadi antara aku dan Andrew, itu


hal wajar yang bisa terjadi pada pria manapun demi mendapatkan gadis yang di


cintainya. Dan disini aku yang mendapatkan gadis itu,” jelas Arrio lagi.


Arra kemudian tersenyum kecil mendengarnya.


Ada rasa aneh saat mendengar bagaimana dua pria luar biasa itu merebutkan


dirinya. Dia yang hanya seorang gadis buta dan tak memiliki kelebihan apapun


selain memasak tanpa gosong dalam keadaan buta. Terkadang, Arra selalu


berpikir, apa yang di pikirkan Arrio dan Andrew sampai melakukan perjanjian


gila itu demi mendapatkan dirinya.


**


Arrio sudah selesai bersiap. Sementara Aksel


dan Jason juga sudah mengambil senjata yang dimaksud oleh kakaknya di tempat


penyimpanan, lalu membawanya untuk di perlihatkan pada Arrio sebelum


membungkusnya dengan kain khusus untuk mengamankan senjata.


Mereka berempat, Arra, Arrio, Jason dan Aksel


kini bertemu di ruang tengah rumah mereka dan berunding menentukan jalan yang


akan mereka tempuh untuk memasuki dunia atas. Hal ini di lakukan, karena akses


menuju dunia atas yang semakin sempit akibat kepungan para iblis yang kini


sudah banyak berkeliaran di wilayah dunia atas saat ini. Jason segera membuka


sebuah kertas yang cukup besar dan membentangkannya di atas meja tamu.

__ADS_1


“Ini peta terbaru dari dunia atas dan seluruh


wilayah yang mencangkupinya. Ada beberapa pintu masuk dan keluar yang di


tunjukkan disini,” ujar Jason.


“Kenapa ini berbeda dari milikku?” tanya


Aksel.


“Karena aku yang menggambarnya,” jawab Jason.


“Ahh… kau menelusuri seluruh wilayah untuk


bisa menggambar ini?” tanya Aksel lagi.


“Ya, gambar ini berdasarkan pengamatanku


selama berpuluh – puluh tahun menyusuri seluruuh kawasan dunia atas. Dan juga


hasil dari pencarianku pada para tetua di sana. Mereka ternyata punya banyak


pintu masuk rahaia yang selama ini tak pernah terjamah oleh malaikat manapun…”


jelas Jason lagi.


“Oke, jadi… kau mau memberi jalan yang mana


untuk kami?” tanya Arrio pada Jason.


“Aku memilihkan jalan ini.” Jason menunjuk ke


salah satu kawasan yang berwarna merah di sana.


Kawasan tersebut bertuliskan wilyah neraka dan


wilayah surga. Dengan jalan tengah yang membelah di antara keduanya. Di kedua


ujungnya, terdapat pintu gerbang Surga dan pintu gerbang Neraka yang masing –


masing terlihat sangat berbeda jauh.


“Lalu, terbang dengan melewati kawasan ini dan menuju ke pintu Surga yang ada


di ujungnya. Namun, saat kalian menedekati pintunya, kalian akan menemukan


sebuah pohon besar yang berwarna hijau. Di tempat itu adalah tempat paling aman


dan bisa di gunakan untuk beristirahat, karena energi dari dalam pohon tersebut


mampu menetralisir kekuatan iblis maupun malaikat dan jika malaikat yang


berlindung di bawahnya, maka pohon itu akan memberikan kekuatan malaikat yang


besar hingga mampu mengalahkan iblis yang akan menyerangnya. Begitu juga


sebaliknya,” lanjut Jason lagi.


“Tidak ada jalan lain yang lebih normal?”


tanya Arrio.


“Tidak, karena kakak akan membawa Arra bersama


dengan kakak. Kita tak mungkin membawanya masuk ke dunia atas melalui rute yang


biasanya. Itu akan mencolok dan aroma manusia dari Arra pasti mampu tercium


oleh para Iblis. Kita tak boleh mengadakan perang di luar padang,” kata Jason


lagi.


“Oke, lalu kita berdua dengan benda ini


bagaimana?” tanya Aksel.

__ADS_1


“Kita akan melalui jalur barat, tempat busur


ini di buat dan di tempa. Karena kabut dari wilayah barat yang akan melindungi


keberadaan busur ini,” ujar Jason lagi.


“Kalian jangan lupa pakai jubah kalian untuk


melindungi diri.” Perintah Arrio pada kedua adiknya yang langsung mengangguk


mengerti dan menyetujui keinginan sang kakak.


Setelah itu, Arrio segera membuka satu jubah


yang ada di dalam tasnya untuk di tudungkan pada tubuh Arra. Menutupi seluruuh


bagian tubuh dari gadis itu, dari ujung kepala hingga ke ujung kakinya.


“Ayo sayang, kita harus berangkat duluan


karena harus menemui Andrew sebelum pergi…” ajak Arrio pada Arra.


Arra mengangguk singkat dan menerima uluran


tangan dari kekasihnya lalu mengikuti langkah Arrio menuju balkon. Dia kemudian


melihat Aksel dan Jason yang mengikutinya, kedua malaikat muda itu juga tak


tinggal diam dan segera merapalkan banyak mantra pelindung lalu melingkupi


tubuh Arra dengan banyak pelindung tersebut hingga beberapa lapis tebalnya. Pun


dengan Arrio yang tak segan melepaskan setengah dari seluruh kekuatannya demi


melindungi gadis yang dia cintai itu.


Arra kini naik ke punggung Arrio setelah semua


perlindungan di berikan oleh tiga malaikat tersebut pada dirinya, dan dengan


lembut Arrio menyentakkan kakinya untuk melayang sebentar di udara sebelum


akhirnya terbang dengan sayap besar miliknya menuju ke kediaman Andrew sore


itu.


**


Di tempat lain, Andrew kini tengah menangis


tersedu di sambil menundukkan wajahnya. Kejadian beberapa waktu lalu, saat para


iblis mendatangi tempatnya dan hampir menyerang dirinya juga melukai Arra dan


Arrio membuatnya begitu syok dan hampir saja mengakhiri hidupnya sendiri karena


rasa bersalah yang begitu dalam atas pengkhianatan yang di lakukannya pada


Arrio, sosok yang justru telah menyelamatkan nyawanya selama ini juga


melindungi gadis yang di cintainya. Namun, rasa bersalah paling besar tentu


saja di rasakan oleh Andrew pada sosok Arra. Gadis yang selama ini mati –


matian dia lindungi dengan segenap tenaga. Namun justru terancam nyawanya


karena tindakan gegabah yang Andrew lakukan sendiri.


Di tengah tangisannya malam itu, jendela dari


balkon apartemennya mendadak terbuka dan angin masuk dengan kencangnya. Hingga


membuat tirai di apartemennya lepas dari ikatan.


Betapa terkejutnya Andrew, saat dia melihat

__ADS_1


sosok gadis yang di cintainya kini telah datang menemuinya, dan berjalan


mendekat ke arahnya.


__ADS_2