Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab22


__ADS_3

Di tempat lain,


Smith dan John terpaku melihat kamar Sandira sudah kosong dan yang di tinggalkan hanya sepucuk surat bertuliskan dua kata yaitu selamat tinggal.


" Wah, dia mengatakan akan pergi dari sini beberapa jam yang lalu dan sekarang dia sudah tak ada di sini lagi, " ucap John menggeleng – gelengkan kepalanya.


Smith mengerutkan keningnya saat menyadari Sandira sudah pergi dari rumahnya ini.


" Cih! Gadis itu benar – benar!" ucap Smith sambil mengepalkan tangannya sangat erat dan sorot mata yang sangat marah.


Smith meremas sepucuk surat dengan dua kata yang di tinggalkan oleh Sandira.


" Dia sangat ingin pergi dari sini, huh ? Dia benar – benar tak tahan tinggal denganku? Apalagi mencoba menyukaiku! Gadis itu! " ucap Smith dalam hati.


Tiba – tiba seorang perawat datang memanggil John dan mengabarkan jika Lory sadar. Mendengar berita itu, Smith dan John berlari bergegas menuju ke kamar Lory.


John memeriksa keadaan Lory dan tersenyum ketika melihat Lory sudah sadarkan diri dan tersenyum padanya dan Smith.


" Keadaan kakekmu sudah membaik bahkan bisa di katakan sangat baik, " ucap John yang membuat senyuman mengembang di wajah Smith.


 

__ADS_1


" Kakek, kau membuatku sangat khawatir, " ucap Smith dengan mata berkaca – kaca kemudian memeluk kakeknya yang masih terbaring lemah.


 


Mendapat pelukan dari cucu tersayangnya membuat senyuman Lory terus terpancar di bibirnya.


" Berapa lama aku berbaring di sini ?" ucap Lory dengan lemah.


" Hampir dua bulan kakek berbaring di sini, " ucap Smith melepas pelukannya.


" Kau pasti sangat ketakutan, " ucap Lory yang di jawab anggukan kepala oleh Smith sambil menahan airmatanya.


•••


Lory sudah mengetahui jika dalang di balik semua ini adalah anaknya sendiri yaitu Natasha.


Lory menyesali karena telah mengeluarkan Natasha dari rumah sakit jiwa. Lory pikir Natasha sudah sembuh karena sikapnya sudah normal selama bertahun – tahun tapi dia tak menyangka keputusannya itu membuat orang tua Smith menjadi meninggal dan dirinya terbaring koma akibat perbuatan Natasha.


Lory juga tau cerita tentang Sandira dari John. Lory berniat mencarikan Sandira untuk Smith karena Lory melihat sikap Smith yang tak seperti biasanya.


Smith menjadi lebih menyibukkan diri dari pekerjaannya lebih dari biasanya. Lory juga tau jika Smith sudah berusaha mencari Sandira beberapa hari ini namun hasilnya nihil.

__ADS_1


Sandira sudah pindah entah kemana dan sudah tak bekerja lagi di pabrik tempat Sandira bekerja dulu.


Lory juga tau, Smith semakin menyibukkan dirinya karena kabar jika Sandira yang menghilang tanpa jejak sehingga membuat Smith mulai menyerah untuk mencari keberadaan Sandira dan lebih memilih menenggelamkan dirinya pada pekerjaan.


Smith merasa kepalanya pusing. Smith memegang hidungnya dan kaget saat melihat darah mengalir dari hidungnya.


Smith segera mengambil tisu dan mengelap darah yang terus mengalir dari hidungnya itu. Sejak beberapa hari ini terlebih sejak mendengar Sandira menghilang tanpa jejak membuat Smith tak bisa tidur sama sekali.


Sekalinya tertidur Smith selalu terbangun dan bermimpi buruk. Sehingga Smith lebih memilih menghabiskan waktunya untuk bekerja dan bekerja tanpa mempedulikan waktu.


Smith duduk di sofa kamarnya sambil terus menghela nafas dan mengelap darah yang terus mengalir di hidungnya.


" Sial! Tubuhku mulai protes, huh?! Sandira dimana kau? Apa kau sangat membenciku hingga kau menghilang begitu saja? Ini membuatku sangat frustasi karena tak tau bagaimana keadaanmu sekarang. Apa kau baik - baik saja ?" ucap Smith lirik yang terlihat sangat sedih.


John masuk ke kamar Smith, dan betapa terkejutnya dia ketika melihat banyak tisu berserakan dengan noda darah di atasnya.


John melirik kearah Smith yang memegang hidungnya menggunakan tisu. John buru – buru berlari dan mengambil obat untuk Smith.


Tak selang lama John kembali ke kamar Smith dan memberikan Smith obat yang di bawanya.


" Kau tak bisa tidur beberapa hari ini, makanmu tak teratur, kau bahkan bekerja lebih keras dari biasanya. Apa kau mau membunuh dirimu secara berlahan ?" ucap John marah melihat sikap temannya itu.

__ADS_1


BYE SEE YOU NEXT BAB !


__ADS_2