Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab24


__ADS_3

Sandira duduk di dalam kontrakannya, dia memegang koran sambil melingkari berbagai macam lowongan pekerjaan yang akan di cobanya.


Namun, aktifitas Sandira tersebut terhenti ketika mendengar suara ketukan pintu. Sandira membuka pintu kontrakannya dan terkejut melihat John berdiri sambil tersenyum di hadapannya.


" Lama tak berjumpa, sudah berapa hari ini ya? Bagaiamana keadaanmu ?" ucap John pada Sandira.


"Bagaimana dokter tau aku ada di sini ?" ucap Sandira tanpa basa basi. John tersenyum mendengar perkataan Sandira.


" Apa aku tak di persilahkan masuk ?" ucap John yang membuat Sandira tak enak hati dan menyuruh John masuk ke kontrakannya.


John duduk di lantai dengan di suguhi teh hangat oleh Sandira. John meminum teh yang di sajikan untuknya sebelum mulai bicara pada Sandira.


" Smith mencarimu kesana kemari tapi kau menghilang hingga membuatnya menyibukkan diri dengan pekerjaannya.


Dia tak bisa tidur dengan tenang selama beberapa hari ini dan makanpun tak teratur karena memikirkanmu.


Hingga tubuhnya berada dalam limit. Ketika kakek Smith menemukan keberadaanmu, Smith akan menemuimu tapi tubuhnya sudah di ambang batas hingga membuatnya pingsan sebelum menemuimu.

__ADS_1


Sekarang dia berbaring lemah tak sadarkan diri dan terus memanggil namamu. Jadi, kau mau menemuinya kan? " ucap John.


Sandira terpaku medengar keadaan Smith sekarang ini. Sandira tak menyangka jika kepergiannya akan berdampak sejauh ini pada Smith.


" Jadi, kakek Smith sudah sadar?" ucap Sandira.


" Ya, dia sadar tepat ketika kau pergi jadi kami tak langsung menyusulmu tapi ketika kami mencarimu kau menghilang tanpa jejak hingga akhirnya kakek smith menemukan keberadaanmu.


Jadi, kau mau menemui Smith kan? Jika kau terus lari, nyawa Smith jadi taruhannya, " jelas John.


Sandira memejamkan matanya mendengar perkataan John. " Baiklah, aku akan menemui Smith, " ucap Sandira yang membuat John tersenyum senang.


Sandira menatap Smith yang masih tak sadar kan diri. Sandira menghela nafasnya melihat wajah pucat Smith yang berada di hadapannya.


Hatinya sakit melihat pria yang di hindarinya itu sekarang berbaring lemah.


Sandira mengenggam tangan Smith sambil menyesali keputusannya untuk tak menghadapi perasaannya dan lebih memilih lari.

__ADS_1


" Aku pikir keputusanku salah, maafkan aku jadi bangunlah, aku tak suka melihatmu berbaring lemah seperti ini. Ini seperti bukan kau, Smith, " ucap Sandira lirih sambil mengengan erat tangan Smith dengan kedua tangannya.


Mendengar perkataan Sandira membuat Smith tersenyum dan membuka matanya. " Aku sudah sadar dari sebelum kau datang kemari, " ucap Smith yang membuat Sandira melepas gengamannya dan menatap Smith dengan datar.


" Apa kau sengaja berpura – pura masih pingsan ?" ucap Sandira sebal karena kekhawatirannya menjadi bahan candaan Smith.


Smith langsung menarik tangan Sandira hingga membuat Sandira jatuh di atas tubuhnya kemudian Smith memeluknya.


" Aku tak berpura – pura tapi aku tak bisa langsung membuka mataku ketika mendapat perlakuan manis darimu.


Aku ingin sedikit menikmati moment itu. Tak ada yang salah dengan hal itu kan? Aku sangat merindukanmu, " ucap Smith sambil memeluk Sandira dengan erat.


Mendengar hal itu membuat Sandira memeluk Smith balik. Dunia mereka tergangu ketika John dan Lory sama-sama batuk untuk memberitahu secara halus jika mereka berada di tempat yang sama dengan Smith dan Sandira.


Hal itu membuat Sandira melepas pelukan Smith dan membuat Smith menatap John dan kekeknya dengan sebal sedangkan Sandira memalingkan mukanya dengan wajah memerah.


" Jangan menatap kakek seperti itu. Kakek mau meminta tanda tanganmu dengan Sandira. Kakek yakin kau akan sangat senang setelah menandatangani surat yang kakek bawa, " ucap Lory mendekati Smith yang sudah duduk di ranjangnya kemudian memberikan surat yang perlu Smith tanda tangani.

__ADS_1


SEE YOU NEXT BAB!


Watashi wa, anata o aishiteimasu šŸ˜™


__ADS_2