
Beberapa orang berjas hitam berada di luar sel tahanan Sandira. Seorang polisi membuka gembok jeruji besi tersebut dan menyuruh Sandira keluar dari tempat itu. Ketika Sandira mengikuti perintah polisi itu. Beberapa orang yang berjas hitam itu menyuruh Sandira mengikutinya.
Sandira menatap polisi dengan tatapan bingung. "Cucu dari orang yang mencoba kau bunuh menjaminmu. Jadi kau bebas sekarang. Dia ingin menemuimu sekarang. Wah, kau sangat beruntung. Mungkinkah wajah cantikmu itu membuatnya memaafkanmu karena membuat kakeknya koma? Wanita benar – benar sangat menakutkan, " ucap sang polisi menatap Sandira dengan tatapan merendahkan.
Sandira bingung tapi menuruti para pria berbaju hitam itu untuk mengikutinya. Sekalipun dalam hatinya merasa cemas dan takut tapi Sandira bersyukur karena dia bisa keluar dari penjara.
Sandira menaiki sebuah mobil yang mengantarkannya kesebuah rumah mewah yang sangat megah. Rumah itu membuat Sandira memuji keindahan dan kemegahan rumah itu di dalam hatinya. Sandira memasuki rumah tersebut.
Para pria berjas hitam itu memberi salam pada seorang pria yang duduk santai sambil membaca beberapa lembaran kertas di tangannya. Pria itu memberikan perintah untuk pergi dan meninggalkannya dengan Sandira berdua saja.
__ADS_1
Pria itu menatap Sandira dari ujung kaki hingga ujung rambut. Pria itu kemudian menaruh dokumen yang berada di tangannya. " Memang yah, seseorang tak boleh menilai orang lain dari luarnya saja. Lihatlah, gadis yang terlihat polos sepertimu mencoba untuk membunuh orang. Jadi, apa alasanmu mencoba membunuh kakekku ? Siapa yang menyuruhmu ? Katakan padaku, aku akan memberikan uang lebih banyak dari orang itu tapi jangan pikir kau akan lepas begitu saja dariku, " ucap Smith menatap tajam Sandira.
Perasaan lega Sandira karena sudah keluar dari penjara kini sudah musnah. Dia tau jika manusia yang di hadapanya ini sangat mengerikan. Sandira hanya terdiam menunduk dengan mengengam kedua tangannya yang bergetar itu dengan erat.
Smith memegang dagu Sandira kemudian mengangkat wajah Sandira agar menghadap ke arahnya. " Kau cukup cantik, " ucap Smith kemudian mengelilingi tubuh Sandira sambil menatap dari ujung kaki dan ujung rambut.
__ADS_1
" Pilih salah satu, kau akan menjajahkan tubuhmu untuk di nikmati para rekan bisisnisku atau menjadi budak yang akan menuruti semua ucapanku ?" ucap Smith yang membuat tubuh Sandira gemetar hebat.
Sandira meneteskan airmatanya mendengar perkataan Smith padanya. " Aku pernah bertemu dengan orang jahat tapi baru kali ini aku bertemu dengan sosok iblis yang mempunyai wujud manusia. Dia bukan tak ingin membunuhku tapi dia ingin menyiksaku dan membunuhku secara berlahan – lahan, " kata Sandira dalam hati.
Tubuh Sandira bergetar hebat, Airmata mulai mengalir di pipinya saat mendengar pilihan yang harus di pilihnya itu, pilihan yang sama sama membuatnya masuk kedalam pintu neraka di dunia. Sandira masih terdiam , hanya isak tangis yang terdengar dari mulutnya. Hal tersebut jelas membuat Smith tersenyum penuh kemenangan melihat gadis yang membuat kakeknya koma ketakutan hingga menangis di hadapannya.
See You Next Bab !
__ADS_1