Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab3


__ADS_3

 


" So, kau memilih yang mana? Pilihan yang pertama ? Atau kedua ? Kau harus ingat jika tak ada pilihan lain kecuali keduanya itu. Jika kau cerdas, kau pasti tau jika tak akan bisa pernah lari dari kedua pilihan itu. Kau kan hanya manusia rendahan yang tak punya koneksi maupun kekuasaan apalagi uang. Tugas manusia sepertimu hanya menerima saja, " ucap Smith sambil tersenyum sinis.


Tekanan yang di berikan Smith itu membuat semua beban di hati Sandira semakin berat hingga membuatnya jatuh pingsan. " Aku bahkan baru memulainya, kenapa dia sudah seperti ini ?" ucap Smith lirih sambil melihat Sandira yang tergeletak di lantai dengan sinis. Smith kemudian memanggil beberapa orang dan menyuruh mereka membawa Sandira kedalam sebuah ruangan.



Sandira di bawah ke sebuah ruangan kosong yang cukup gelap. Sandira di geletakkan begitu saja di lantai ruangan tersebut. Smith kemudian menyiramkan air ke muka Sandira agar Sandira terbangun. "Hey! Bangun! " ucap Smith sambil menggoyahkan tubuh Sandira dengan kakinya.



Sandira membuka matanya. Melihat Smith di dekatnya membuat Sandira menjauh dan duduk dengan tubuh gemetaran dan menatap Smith dengan tatapan takut, marah, tak suka, sedih, terluka yang bercampur aduk jadi satu. Smith cekikikan melihat tatapan dari Sandira. " Jadi, apa pilihanmu ?" ucap Smith sambil menatap Sandira tajam.


__ADS_1


Sambil menahan airmatanya, Sandira memperlihatkan dua jarinya pada Smith. " Kau tak ingin bicara denganku, huh? Jadi kau lebih memilih menuruti semua keinginanku daripada menjajahkan tubuhmu ? Wow, kau pasti sangat menyukaiku. Aku juga sangat suka bermain – main denganmu, " ucap Smith sinis sambil tersenyum pada Sandira.



" Oya, mulai sekarang. Ruangan ini adalah kamarmu, " ucap Smith yang membuat Sandira mengangguk mengerti. Smith kemudian berjalan pergi meninggalkan Sandira. " Aku harus bisa menghubungi Que jika tidak dia akan khawatir, " ucap Sandira dalam hati sambill menatap kepergian Smith.


 


•••


Di sebuah ruangan, seorang laki – laki sedang membaca berkas – berkas yang menumpuk di mejanya. Laki – laki itu menghentikan aktifitasnya ketika melihat seseorang datang menemuinya dan memberitahunya jika Sandira sekarang berada di rumah Smith. Orang itu juga memberitahu jika Smith yang melepaskan Sandira dari penjara.



__ADS_1


" Baik saya mengerti, " ucap orang itu kemudian keluar dari ruangan laki – laki misterius tersebut. " Iblis itu selalu saja menghalangi jalanku. Seharusnya aku membunuhnya dari dulu, " ucap laki – laki misterius itu dalam hati.


•••


Smith mengerutkan keningnya menatap Sandira yang sedang membersihkan dan menata buku – buku di perpusatakaan pribadinya. " Beberapa hari ini aku sudah menyuruhnya melakukan ini dan itu. Pekerjaan yang biasanya di kerjakan oleh 3 sampai 4 pelayan. Aku juga sangat yakin dia hanya tidur 3 sampai 4 jam perhari. Aku bahkan memberikan makan padanya sehari sekali atau dua kali. Tapi kenapa gadis itu masih baik – baik saja ? Kenapa ekspresi gadis itu tak menderita sama sekali ? Dia bahkan mengerjakan semuanya dengan sangat rapi. Mungkinkah, dia sudah biasa mengerjakan hal – hal seperti itu ? Apa yang harus aku lakukan untuk membuat gadis itu memperlihatkan ekspresi wajah seperti saat pertama kali aku bertemu dengannya ? Harus aku apakan lagi dia ?" ucap Smith dalam hati.



Sandira yang menyadari Smith menatapnya hanya pura – pura bersikap biasa . " Kenapa dia menatapku seperti itu ? Setelah membuatku menghabiskan tenagaku dan membuatku kelaparan, sekarang apa yang sedang dia pikirkan? Tapi yang paling penting adalah kapan aku punya kesempatan untuk menggunakan internet ? Aku ingin mengubungi Que segera tapi aku selalu saja di awasi, " ucap Sandira dalam hati.



Smith kemudian tersenyum licik menatap Sandira. Smith mempunyai rencana untuk membuat Sandira memperlihatkan ekspresi tersiksanya lagi seperti waktu itu. " Datang ke kamarku setelah kau selesai membereskan semua ini, " ucap Smith kemudian pergi meninggalkan Sandira.


__ADS_1


Sandira membelalakkan matanya mendengar perkataan Smith. " Kamar ?" ucap Sandira dalam hati dan mulai merasakan takut karena berpikiran sesuatu yang buruk akan terjadi. Sandira sangat takut jika Smith akan melakukan hal – hal yang tidak – tidak padanya. " Dia tidak akan melakukan hal gila kan ?" ucap Sandira lirih dan terlihat tangannya mulai gemetaran.


See You Next Bab !


__ADS_2