Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab13


__ADS_3

Smith dan John sekarang sudah duduk di sofa kamar tempat kakek Smith masih berbaring koma.


" Kau tau gadis itu adalah penjahat. Kau tak boleh mendekatinya. Aku tak mengijinkan kau dekat – dekat dengannya, " ucap Smith yang terlihat sangat serius.


John tertawa mendengar perkataan Smith.


" Kau tak mengijinkanku terlalu dekat dengannya, apa kau yakin itu semua hanya karena gadis itu seorang penjahat ? Entah kenapa aku punya firasat jika dia bukan seorang penjahat, " ucap John.


" Apa kau menyukainya? Apa kau sudah di butakan olehnya? Kenapa kau berkata seperti itu? Tentu saja dia seorang penjahat! Semua buktinya sudah ada! Jadi jangan pernah berpikiran untuk lebih dekat dengannya! " ucap Smith dengan nada tak suka.


" Apa kau yakin kau melarangku mendekatinya karena dia seorang penjahat?" ucap John kemudian menghela nafasnya.


" Tentu saja, karena apa lagi ?" ucap Smith.


" Hey, kau tak bodoh. Aku yakin kau sudah tau maksud pertanyaanku. Kau tertarik pada Sandira kan? Aku melihatnya dengan jelas! " ucap John.

__ADS_1


Mendengar perkataan John membuat Smith menjatuhkan punggungnya ke sofa dan memejamkan matanya.


Smith menghela nafasnya tidak menyangkal perkataan John kepadanya


•••


Melihat reaksi Smith, John tau jika Smith sudah menyadari perasaannya.


" Jika kau menyukainya, kenapa kau tak mencoba mendengarkan ceritanya? Tentang apa yang sebenarnya terjadi? Aku pikir, Sandira hanya di jebak. Aku juga yakin kau sudah menyadari hal itu kan? Kau sudah menyelidiki semuanya kan? " ucap John serius.


John menghela nafasnya mendengar perkataan Smith.


" Menggoda? Kapan Sandira menggodamu? Aku tak pernah melihatnya. Yang ada kau mencoba mencari – cari perhatiannya, aku jelas melihatnya. Tapi, jika Sandira yang menggodamu? Bicara denganmu saja dia terlihat tak suka, " ucap John.


Smith menatap John dengan tatapan tak suka. " Kau ada di pihak siapa sebenarnya? Lagian apa kau tak tau? Kalau dalam novel atau komik wanita itu menggoda pria dengan memainkan peran sulit untuk di dapatkan. Karena mereka tau, pria akan terus mengejar dan mengejar jika mereka seperti itu, " ucap Smith yang membuat John menganga tak percaya.

__ADS_1


" Hey! Apa kau hidup jadi pemeran utama sebuah novel atau komik?! Sadar ! ini kenyataan! Mana ada wanita yang menggoda pria dengan cara seperti itu? Yang ada mereka langsung menarikmu dalam pesonanya, menggodamu dengan tubuh dan kecantikannya. Apa kau mau mengelak lagi? Kau sudah tau kenapa terus mengelak sih ?" ucap John.


" Aku tak mengelak, aku hanya mengutarakan pendapatku, " ucap Smith sambil memalingkan mukanya.


" Jadi, siapa kandidat yang paling menonjol dalam khasus ini ?" ucap John.


" Aku tak menyadarinya karena orang ini tak begitu memperlihatkan aksinya tapi setelah aku selidiki lebih lanjut. Banyak sekali hal yang membuatku mencurigainya. Dokter itu beberapa kali menemuinya secara diam – diam. Bukti – bukti yang mengarah padanya memang tak banyak seakan bukti – bukti itu di hilangkan begitu saja. Mungkin orang ini sengaja menghilangkan bukti – bukti sehingga tak di curigai. Tapi, ada yang aneh, jika dia orang di balik kematian kedua orangtuaku dan percobaan pembunuhan kakek juga. Hal ini tak menguntungkan baginya. Kematian orangtuaku sama sekali tak memberi keuntungan padanya. Bahkan keadaan kakek bisa mempengaruhi harga saham perusahaannya. Jadi kenapa dia harus melakukan hal seperti itu? Apa alasannya? Aku masih belum bisa menemukannya. Aku akan menyelidikinya lebih lanjut, " ucap Smith.


" Jadi, maksudmu dia tak di beri keuntungan apapun atas kematian orangtuamu atau kakekmu? Tapi, kemungkinan besar dia pelakunya? Ini aneh, sangat aneh, " ucap John yang bertanya – tanya.


" Iya sangat aneh, aku bahkan menemukan kenyataan jika Sandira sama sekali tak pernah berhubungan dengan orang ini ataupun kaki tangannya.


Jadi, kenapa Sandira berada di lokasi waktu itu dan semua bukti mengarah padanya. Sebenarnya apa yang terjadi? Haruskah aku menanyakannya tapi apa Sandira benar – benar bisa di percaya ?" ucap Smith dalam hati.


See You Next Bab !

__ADS_1


__ADS_2