Cruel Fate

Cruel Fate
Part 29.1


__ADS_3

Arra di buat takjub dan tak percaya dengan apa


yang tengah dia lihat saat ini. Sebuah padang yang terlihat asri kini terhampar


di hadapannya, begitu luas namun terbagi menjadi dua bagian. Di bagian satunya


terlihat begitu kelam, dengan banyaknya nuansa hitam dan merah yang ada di


sana. Juga dengan panji – panji yang berisi ajakan kejahatan, khas milik para


iblis yang terbentang di sana. Sementara di sisi yang berlawanan, terlihat


begitu cerah dengan warna putih dan biru yang menyelimuti. Panji – panji yang


terbentang juga merupakan kalimat khas yang di miliki oleh para malaikat.


Dia bisa melihat dengan begitu jelas bahwa kedua


sisi, sama – sama memiliki kekuatan yang luar biasa dan tak bisa di jelaskan


dengan sekedar kata – kata. Bahkan sepertinya melebihi kekuatan militer dari


Negara manapun di dunia.


“Aku merasa sangat bersemangat melihat semua


ini…” lirih Arra.


“Kau ingin kita menang ya?” tanya Arrio.


Arra mengangguk, “tapi lebih dari itu. Aku


justru ingin melihat dua pasukan ini bersama dan menunjukkan kekuatan mereka


dengan cara berpawai atau semacamnya. Ketimbang berperang,” ucap gadis itu.


“Hahahaha… aku paham maksudmu sayang.


Bersiaplah, kita sudah sampai.” Arrio kini mulai turun dan kakinya kembali


menjejak di atas tanah.


Malaikat itu dengan cepat menurunkan Arra dan


menuntun gadis itu masuk.


“Sayang… kenapa mereka melihatku seperti itu?”


tanya Arra yang melihat para malaikat memandangi dirinya tanpa berkedip.


Membuatnya sangat tak nyaman.


“Mereka tidak percaya bisa melihat dirimu di


tempat ini sayang. Tenang saja, mereka yang akan melindungimu disini, tidak


akan ada yang menyakitimu selama di sini.” Arrio mengulas senyum dan mengusap


punggung tangan gadisnya.


“Arrio!” teriakan terdengar, Arrio dan Arra


sontak menoleh dan melihat Athens yang berlari dengan semangat sembari


tersenyum lebar.


“Bagaimana perjalanan kalian? Apa sulit?”


tanya Athens begitu dia menghampiri keduanya.


“Lancar, hanya tadi ada setan kecil yang


mengganggu. Tapi beruntungnya, sang penyembuh ada bersamaku.” Ucapan Arrio


membuat Athens mengalihkan atensinya pada Arra.

__ADS_1


“Kau kelihatan lelah. Masuklah, kami akan


menyiapkan tenda khusus untukmu. Tapi sebelum itu, kau bisa beristirahat di


tendaku. Atau tenda milik Arrio…” ajak Athens.


 **


Arra kini memasuki sebuah tenda yang cukup


besar, yang terletak di paling ujung dari tenda para panglima perang. Arrio


yang mengantarkannya ke tempat ini untuk beristirahat. Sebelum nanti bertemu


dengan seluruh malaikat utama dan panglima perang yang juga adalah sahabatnya


saat makan malam. Gadis itu butuh tidur yang cukup dan membersihkan diri


setelah perjalanan jauh ini.


Seperti sebuah keajaiban dalam negeri dongeng.


Dari luar tenda itu memang terlihat cukup besar, namun menurut perhitungan


Arra, tenda tersebut hanya akan muat di isi oleh satu ranjang ukuran single dan


itupun berada di bawah. Layaknya kemah pada umumnya.


Namun, begitu memasuki tenda bagian dalam.


Arra di buat takjub untuk ke sekian kalinya oleh keajaiban yang di perlihatkan


padanya setiap waktu. Bagian dalam tenda itu begitu luas dan mewah. Ada kursi


besar yang mirip sofa di sisi kiri dengan perapian di sebelahnya. Juga ada


ranjang besar dengan kelambu berwarna putih transparan yang menyelimuti


ranjangnya. Juga sebuah ruangan tertutup yang ternyata berisi kamar mandi


“Woahh… seperti masuk ke tenda Harry Potter…”


gumam gadis itu merasa sangat takjub.


Arra kemudian berkeliling ke seluruh bagian


tenda dan menyentuh hampir semua benda di dalamnya untuk mengetahui apa fungsi


dari setiap benda itu dan melihat apa yang akan terjadi jika dia menyentuh


benda tersebut. Sangat norak untuk ukuran gadis seperti Arra. Namun bisa di


anggap wajar karena ini pertama kalinya dia kembali melihat dengan kedua


matanya setelah sekian lama. Senyum di wajahnya pun terasa begitu merekah dan


bahagia. Gadis itu masih belum menyadari, kalau di tempat yang di penuhi para


malaikatpun, nyawanya bisa terancam kapanpun.


**


Ellard memegang kepala yang masih mengucurkan


darah segar itu dengan tangan kanannya. Matanya menyipit dan tatapannya begitu


tajam menusuk melihat wajah iblis yang tercetak disana. Dia heran, bagaimana


mungkin darah dari iblis itu sama sekali tak berhenti mengalir sementara


sepertinya iblis ini sudah terbunuh cukup lama.


“Dia di bunuh dengan pedang milik malaikat,”


ucap seseorang yang membuat kepala Ellard tertunduk seketika.

__ADS_1


“Tuanku…” ujar Panglima perang itu yang segera


melepaskan genggamannya dari benda menjijikkan tersebut.


“Pasti ada malaikat yang melintas di tempat


ini. Dan mereka bertarung…” ujar Darrick lagi dan memperhatikan dengan cermat


luka yang ada di sana.


“Tapi, para iblis di tempatkan di banyak sudut


tempat ini Tuanku. Dan tidak ada laporan dari mereka yang melihat sosok


malaikat manapun melewati lembah ini…” lapor Ellard.


Darrick menarik nafas panjang dan tertawa


kecil sambil melemparkan kepala itu dan menghancurkannya tanpa bekas. “Kau


piker ‘dia’ sebodoh itu sampai mau melewati tempat ini tanpa persiapan sama


sekali?” tanya Darrick.


“Maksud anda dengan dia adalah…”


“Siapa lagi menurutmu? Lihat saja bekas


lukanya, sekali tebas dan begitu tajam tanpa sempat memberikan kesempatan untuk


lawannya memberikan perlawanan apapun,” jawab Darrick yang membuat semuanya


terdiam. “Ellard, kau ikut denganku sekarang. Kita akan menemui seseorang yang


mampu membuat sang malaikat utama bertekuk lutut! Dan yang lainnya, siapkan


peperangannya. Perasaanku mengatakan, perang ini akan di mulai lebih cepat dari


prediksi kita sebelumnya…” ucap Darrick yang segera terbang menjauh dari itu,


di ikuti oleh Ellard yang juga terbang cepat di belakangnya.


**


Angin dingin tiba – tiba menyusup masuk ke


dalam tenda milik Arra yang membuat gadis itu menggeliat dalam tidurnya. Dia


menaikan selimutnya dan kembali berusaha memejamkan mata. Namun gadis itu


merasakan tirai di sana yang mulai tertiup angina dan terbuka hampir


seluruhnya. Membuat dirinya semakin tak nyaman dan membuat udara yang semula


sangat dingin berubah menjadi begitu panas.


Sementara itu, di luar tenda milik Arra.


Darrick dan Ellard sudah mulai terbang rendah dan mendekati area tenda dengan


sangat berhati – hati agar keberadaan mereka tak terlihat dan terasa oleh para


malaikat. Memiliki kemampuan semacam ini juga merupakan berkah bagi penguasa


neraka yang bisa membuatnya menyelinap kemanapun. Darrick yang kini sudah


terlebh dahulu turun dan menunggu sembari berjaga di luar tenda. Membiarkan


Ellard memasuki tenda dan dalam sekejap, buruan mereka sudah berada di tangan


Ellard yang langsung di bawa menjauh dari wilayah para malaikat untuk menuju ke


markas mereka.


****

__ADS_1


__ADS_2