Cruel Fate

Cruel Fate
#Bab12


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


" Kau sudah sangat sehat sekarang, kau sudah sembuh, " ucap John setelah memeriksa keadaan Sandira.


Sandira tersenyum manis dan mengucapkan terima kasih pada John. Interaksi mereka tak luput dari tatapan mata Smith yang menatap keduanya tak suka.


Atmosfer yang terpancar antara John dan Sandira selalu membuat Smith tak nyaman melihatnya.


Atmosfer itu membuat Smith bisa melihat betapa berbedanya perlakuan Sandira padanya dan pada John.


Sejak kedatangan John ke rumah Smith dan John memeriksa keadaan Sandira setiap harinya. John dan Sandira mempunyai hubungan yang cukup baik.


John mampu membuat Sandira merasa nyaman. Pertanyaan – pertanyaan yang John lontarkan pun hampir selalu langsung di jawab oleh Sandira.


Berbeda halnya dengan Smith. Terkadang Sandira lebih memilih diam dan mengacuhkan pertanyaan Smith dan tak menjawab pertanyaannya sekalipun sekarang ini Sandira sudah tak membisu seperti dulu.


" Lihatkan? Dia memperlakukan ku dengan John sangat berbeda. Aku kan yang memberi dia tempat tinggal, aku yang memberi dia makanan, aku juga mengeluarkannya dari penjara tapi apa ini? Kenapa dia tak adil sekali? Harusnya dia memperlakukanku lebih baik dari siapapun!" ucap Smith dalam hati sambil menatap sebal ke arah John dan

__ADS_1


Sandira yang sedang berbincang masalah kesehatan. " Kalian cepat sekali akrab ya ?" ucap Smith sinis yang membuat John dan Sandira langsung menatap kearahnya.


John menahan tawanya mendengar perkataan Smith yang menurutnya sangat aneh karena Smith memperotes keakraban hubungan dokter dan pasiennya dengan Sandira.


Tentu saja John harus ramah dan baik pada semua pasiennya, John tak habis pikir kenapa Smith harus memprotes hal sekecil ini.


" Tentu saja, dia pasienku. Jadi kami harus dekat satu sama lain, " ucap John yang menambah minyak di kobaran api dalam hati Smith.


" Kami?! Sejak kapan kau dan dia jadi kami?!" ucap Smith menatap John tak suka sambil mengepalkan tangannya erat.


" Iya, kami, " ucap John tersenyum jahil sambil meraih tangan Sandira dan menunjukkannya pada Smith.


Sandira terkejut dengan apa yang di lakukan oleh John namun membiarkan John mengenggam tangannya.


Smith yang melihat hal itu langsung memisahkan tangan John dan Sandira dengan kasar.


" Apa memegang tangan pasien juga termasuk hubungan antara dokter dan pasien ? Kau mencoba mengambil kesempatan dalam kesempitan kan ? " ucap Smith menatap John tak suka.

__ADS_1


Tatapan Smith beralih kearah Sandira yang sedang menatap tangannya yang di genggam oleh John beberapa saat yang lalu.


" Dan kau! Jangan menggoda temanku! " ucap Smith menunjuk kearah Sandira.


" Aku tak pernah menggoda siapapun, " ucap Sandira membela dirinya.


" Jika kau tak menggodanya kenapa dia jadi bersikap seperti itu padamu? Apa maksudnya dengan kami? Apa lagi maksudnya dengan mengenggam tanganmu. Kau pasti menggodanya ketika aku tak di rumah kan? Iya kan ? Ayo mengaku saja, " ucap Smith yang membuat Sandira menghela nafasnya.


" Aku akan kembali ke kamarku yang dulu, " ucap Sandira kemudian bangun dari ranjang yang di tempatinya dan beranjak pergi. Smith memegang pergelangan tangan Sandira.


" Mulai sekarang, ini kamarmu jadi jangan berani – berani kau pergi dari sini!" ucap Smith yang membuat Sandira terpaku. Smith kemudian menatap John yang terlihat menikmati apa yang sedang terjadi.


" Ayo pergi dari sini, " ucap Smith menarik tangan John dengan kasar.


" Apa dia dan dokter John mempunyai hubungan yang spesial? Kenapa dia terlihat sangat tak suka aku dekat – dekat dengan dokter John?" ucap Sandira dalam hati sambil menatap punggung John dan Smith yang semakin menjauh.


Bye See You Next Bab !

__ADS_1


__ADS_2