
YURI
**berdiri kaku dengan mata terbelalak dan lidah membeku saat melihat sosok seorang pria tinggi, dengan rambut yang hampir menutup matanya itu tidak asing bagi yuri.
sosok pria tampan yang sedang menatap tajam ke arah yuri itu tidak membuat yuri terpesona melainkan membuat tubuh yuri gemetar ketakutan dan membuatnya tidak bisa melangkah masuk ke dalam gerbang sekolahan.
"oh, Tuhan" pikir yuri sambil menelan liur tanpa bisa mengeluarkan sepatah katapun dari bibirnya, pria itu adalah
RIO
**sahabat saat yuri masih kecil.
__ADS_1
dan entah apakah mereka masih sahabat?
rio dengan wajah dingin nya yang sangat menjelaskan bahwa ia tidak menyukai keberadaan yuri.
hampir 10 menit lamanya mereka saling menatap tanpa mengucapkan sepatah katapun, dan tidak lama kemudian rio mulai melangkah santai masih dengan tatapan tajamnya yang dingin yang sangat jelas tertuju untuk yuri, tentu saja ini membuat yuri mulai mundur dengan ragu-ragu, dan kembali menelan liur "glek".
tetapi kemudian rio mulai tersenyum dan melambaikan tangan, tentu saja ini membuat yuri sangat terkejut "pada-ku ?" pikir yuri.
belum sempat yuri membalas dengan ragunya tiba-tiba seorang pria dan wanita melewatinya sembari menyapa "Rio" sapa mereka, sang wanita setengah berlari dan memeluk rio.
yang wanita masih memeluk rio dengan manjanya dan tertawa seolah-olah mereka sangat dekat, dan si pria yang satunya langsung merangkul rio dengan sang wanita di tengah-tengahnya yang masih memeluk rio, mereka bertiga tertawa sangat akrab.
ya sang wanita memiliki tubuh yang lebih kecil dari yuri berwajah imut dan ceria matanya yang bulat menatap rio dengan tawa yang memiliki lesung pipit*
__ADS_1
"sempurna" pikir yuri.
yuri pun mulai melangkah maju saat rio dan teman-temannya berjalan sudah lumayan jauh, yuri menghentikan langkahnya dan kembali berpikir "apa ini, kenapa? apakah aku harus mundur disini?" pikir yuri.
"tidak bisa, sudah banyak yang aku korbankan untuk masuk ke SMA terbaik di kota ini" sementara yuri ragu-ragu untuk benar-benar melangkah masuk karena perdebatan di benak dan pikirannya bel sekolahpun berbunyi membuatnya kembali terperanjat dan tanpa ragu berlari masuk ke dalam sekolah.
yuri yang baru memulai awal kisahnya di kota ini dan memulai masa SMAnya benar-benar sangat berharap bahwa ini akan menjadi awal baru dan kisah yang indah serta bisa merubah seluruh hidup yuri, tapi semua itu seketika menjadi pertanyaan yang sangat besar, akankah indah jika musuh terbesar dan sekaligus orang yang sangat yuri cintai berdiri di depannya, di sini, di sekolah ini.
ya rio tidak pernah tau betapa yuri menyesal, berharap akan bertemu dan mengatakan betapa dia sangat menyukai rio.
tapi bukan disini, saat ini yuri sangat tidak siap, dan ini bukan waktu yang tepat.
yuri sangat sadar bahwa perasaannya pada rio tidak akan terbalas karena perbuatan nya terhadap rio dan keluarga rio di masa lalunya.
ya yuri adalah orang yang merusak kehidupan keluarga rio,sekaligus menghancurkan masa kecil rio dan yuri sangat sadar bahwa bukan kenangan indah yang menantinya tetapi dia harus bersiap untuk badai yang mungkin akan mengahancurkannya**.
__ADS_1