DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
menyakitinya


__ADS_3

Brak


Tama mendobrak pintu setelah menempelkan sidik jarinya dilockdoor pintu apartemen.


Elza yang tengah duduk sembari bermain ponsel terlonjak kaget, apalagi melihat Tama mendekat dengan tatapan mata Tama yang menatapnya tajam.


"ada apa ini?" gumamnya penasaran, hatinya berdebar takut saat melihat aura yang belum pernah dia lihat sebelumnya.


Elza berdiri dengan raut wajah pias "selamat siang tuan"


Tama berhenti dihadapan gadis itu, dia menatap lekat mata cantik milik Elza dengan fikiran berkecambuk "apa yang sebenarnya kamu rencanakan?" Tama hanya bisa bertanya didalam hati.


Grep


Tangan besar Tama memegang kedua bahu Elza membuat gadis itu menyernyit kesakitan "tu-tuan"


Nafas Tama sampai mengenai wajah Elza saat pria itu semakin mendekatkan wajahnya.


Tercium aroma alkohol dari mulut pria itu. membuat Elza merasa pias dan takut.


"el"


Elza tatap lekat mata Tama yang tampak begitu tertekan "dia kenapa sebenarnya? atau jangan jangan" menggelengkan kepalanya saat hendak memikirkan bahwa pria itu telah mengetahui sesuatu tentang dirinya.


Elza mendorong dada bidang Tama agar tubuh mereka menjauh, tapi hasilnya nihil, kekuatannya tak sebanding dengan kekuatan Tama.

__ADS_1


gluk


Elza menelan salivanya susah payah saat melihat Tama menyeringai, sungguh sekarang tubuhnya gemetar ketakutan.


Tama masih menikmati wajah pias gadis yang ada di hadapannya "kenapa? kamu takut?" ujarnya dengan nada rendah.


Elza diam saja tak berani menjawab, bibirnya kelu.


"kalau kamu takut, kenapa bermain main denganku?"


Elza menatap penasaran pria tersebut, dia mabuk atau tidak? batinnya terus bertanya tanya, atau dia memang telah mengetahui sesuatu tentang dirinya.


"a-apa maksud anda tuan?" tanya Elza gagap, dia mengepalkan tangan yang ada disisi tubuhnya.


Tama mendorong tubuh Elza sampai terhempas dan terjerambah disofa, lalu dia kungkung tubuh mungil tersebut "tidak ada maksud apa apa " ujarnya santai.


"el" Tama menatap bibir merah Elza yang sedikit terbuka, entah mendapatkan dorongan dari mana Tama segera segera menyatukan bibir mereka, ******* lembut bibir tipis milik gadis yang ada di bawah kendalinya.


Elza terbelalak dia tak menyangka kalau Tama akan mencium dirinya, dia terus menutup mulut agar Tama tak menjelajahi mulutnya.


Seringai kembali muncul dibibir Tama, dia menggigit bibir bawah Elza sehingga membuat mulut Elza terbuka.


"hmmmppt" Elza semakin terbelalak "bagaiamana ini, lidahnya sudah masuk kedalam mulutku!" batinnya mencari cara agar pagutan tersebut terlepas.


Satu ide muncul, dia menggigit bibir bawah Tama dan itu berhasil membuatnya terlepas.

__ADS_1


hos hos hos


Elza menarik nafas berkali kali, "apa yang anda lakukan tuan!" pekik Elza, matanya sudah memerah dan air matanya sudah hampir keluar dari sudut matanya.


Mendorong sekuat tenaga sampai membuat Tama terjungkal kebawah saat dia sedang terdiam melihat Elza yang hampir menangis.


Dan kesempatan bagus itu segera dimanfaatkan oleh Elza, dia lari menuju kamar dan mengunci pintu, dia memecahkan tangis yang sedari tadi dia tahan.


"huaaaa kak Zara..."


Jatuh terduduk didepan pintu, memukul dadanya yang terasa sakit sekali "dia menciumku! hiks hiks"


Elza membenamkan wajahnya di kaki sambil terus terisak, sungguh hatinya sakit sekali diperlakukan seperti itu tadi.


Elza yang sudah puas menangis langsung menuju bathroom, berdiri didepan westafel dan segera mencuci mulutnya "brengsek!! hiks hiks"


**


Tama masih diam terduduk dibawah, dia masih memikirkan apa yang barusan terjadi.


"bodoh!!" mengacak rambutnya, merutuki kebodohannya barusan yang telah menyakiti Elza.


Tama sungguh menyesal telah membuat Elza menangis, apalagi tadi dia melihat ketakutan dimata gadis itu. "maaf el" gumamnya pelan., meraup wajahnya sembari menunduk.


Tama tadi dikuasai oleh emosi apalagi dia juga sedikit mabuk membuat kendali dirinya juga tak bisa dia kuasai dengan baik.

__ADS_1


Emosi yang seharusnya tidak dia lampiaskan pada gadis itu, seharusnya dia bersabar untuk mendapatkan informasi detail tentang gadis itu, tapi sekali lagi dia sejak dikantor sudah panik dan pias mengetahui fakta tentang gadis yang sekarang sudah memenuhi hatinya.


Ada ketakutan tersendiri kalau sampai dia tak bisa memiliki Elza, sehingga tanpa sadar malah menyakitinya.


__ADS_2