
****yuri berjalan menuju papan pengumuman untuk melihat nama nya yang tertera agar tau di kelas mana dia harus masuk,
"a.. astaga" yuri berucap, dia terlambat di depannya sudah penuh Kerumunan siswa siswi yang berdiri di depan papan pengumuman dan mereka semua adalah anak kelas satu yang baru masuk ke sekolah ini.
"uuuhh" keluh yuri, yuri hanya berdiam sambil menunggu mereka menyingkir satu persatu dari depan papan pengumuman.
yuri adalah anak yang tidak pandai bergaul serta memiliki wajah yang tidak memiliki Ekspresi, dia lebih memilih diam dari pada mengungkapkan apa yang ada di pikirannya dan tidak ingin repot selagi bisa mengalah dia akan memilih berdiam diri dan menunggu.
"sudah tinggal dikit " kata hati yuri, ia pun berjalan dan melihat ke arah papan.
mencari namanya di setiap kelas, tidak perlu lama yuri sangat tau dimana namanya akan tertera, yuri hanya fokus mencari antara kelas 1A dan kelas 1B.
kelas 1A, ya namanya tertera di kelas itu, yuri sedikit tersenyum, yakin dan berharap dalam hati bahwa dia tidak satu kelas dengan rio karena yuri sangat mengenal rio yang pemalas saat kecil dan tidak suka belajar, wajar saja yuri berada antara kelas 1A karena yuri adalah murid yang masuk dengan beasiswa dan memiliki nilai yang tinggi, yuri harus melihat papan pengumuman untuk memastikan dia tidak salah kelas nantinya jika terlalu percaya diri.
yuri pun bergegas mencari kelas 1A.
di ujung lorong paling ujung di sana tertera papan bertuliskan kelas 1A, yuri pun mengambil nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya sebelum memasuki kelas, yuri berjalan ke arah pintu kelas dan memantapkan diri untuk masuk ke dalam kelas, dan saat yuri membuka pintu kelas benar saja sudah penuh siswa dan siswi di dalam kelas yang sedang asik berkenalan dan bahkan sudah ada yang ngobrol dengan serunya dengan akrab.
yuri celingak celinguk mencari kursi yang masih kosong, "ada" seru yuri lega di dalam hati.
tempat kosong itu terletak di baris ke empat di ujung,kursi itu dekat jendela dan dekat dengan jendela adalah kesukaan yuri. kursi nomor 16 posisi nomor dua dari paling belakang****.
****yuri sebenarnya tidak suka duduk di belakang karena dia adalah anak yang teladan dan selalu berharap bisa duduk di depan dekat dengan jendela, dan papan tulis serta sekaligus bisa bertatap muka dengan para guru saat belajar.
"tak apa yuri" kata yuri menghibur diri sambil berjalan menuju kursinya.
__ADS_1
yuri duduk dan sambil malu-malu mulai memperhatikan sekitarnya berharap ada yang menyapanya duluan, tapi sepertinya semua org sudah membentuk gengnya sendiri-sendiri pikir yuri.
di kursi belakang yuri hanya ada tas dan sebelahnya pun nomor 15 dan 19 tak ada seorang anak yang duduk, yuri pun semakin merasa sendiri di dalam kelas "hmm semoga yang duduk di belakang dan di sebelahku anak yang baik" harap yuri.
tidak lama kemudian pintu kelas terbuka dan seorang guru pun masuk.
"selamat pagi anak-anak" sapa ibu guru tersebut, ibu guru itu berkaca mata dengan gaya kasual yang terlihat tegas dan rambut pendek seleher serta tubuh langsing dan tinggi.
"saya adalah wali kelas kalian, dan saya adalah guru matematika, perkenalkan nama saya emi" bu guru mulai menulis di papan tulis, ia menulis namanya emi
"panggil saja bu emi, tidak ada nama panjang karena saya adalah satu-satunya guru yang bernama emi" katanya dengan sedikit senyuman singkat, kemudian membuka dan melihat kesebuah buku absen.
"hari ini kita akan melakukan perkenalan ya, karena ini hari pertama kalian, di kelas hanya akan ada perkenalan dan kemudian kalian bebas keliling sekolah dan memilih klub untuk Ekstrakurikuler, karena di sekolah ini wajib mengikuti klub"
"di kelas ini kalian hanya berisi 20 siswa dan siswi" tambah bu emi
tegas bu emi.
"di kelas ini juga ada 1 siswa yang mendapatkan beasiswa, artinya hanya ada 1 siswa di sekolah ini yang masuk dengan beasiswa" lanjut bu emi
"Deggg" jantung yuri berdegup karena kaget, "hanya ada satu ?" pikir yuri "artinya hanya aku saja ? "
yuri terdiam dan yuri juga sangat tau sekolah ini adalah sekolah khusus anak-anak dari kaum selebriti, anak pengusaha sampai anak pejabat semuanya bersekolah disini, yang yuri tidak tau bahwa yuri lah satu-satunya murid dengan beasiswa.
yuri gugup, yuri takut jika dia adalah satu-satunya murid dengan beasiswa apakah akan jadi bahan tertawaan di kelasnya bahkan di sekolah ini, karena yang yuri tau saat dia SMP murid dengan beasiswa akan di anggap siswa miskin oleh teman-temannya.
"*ya, kang yur*i" panggil bu emi, sontak membuyarkan lamunan yuri, "ya bu" jawab yuri pelan sambil mengangkat tangannya "mari berikan tepuk tangan untuk kang yuri, dia adalah satu-satunya siswa dengan beasiswa di kelas ini" ujar ibu emi.
__ADS_1
semua siswa menepuk tangan,sambil menoleh kearah yuri, bahkan ada yang berbisik-bisik mengatakan "wah hebat dia ya murid beasiswa ? wajahnya seperti boneka".
tentu saja bagi yuri yang pemalu ini hal yang membuatnya salah tingkah hingga kuping nya pun memerah.
bu emi menepuk tangan sedikit keatas di sebelah wajahnya dengan kencangnya dan terlihat sangat bangga karena di kelasnya ada murid dengan beasiswa, dan dia di percaya bertanggung jawab mengayomi atas murid di kelas khusus tersebut.
"mungkin nak yuri tidak tau bahwa di sekolah ini sangatlah langka ada murid dengan beasiswa, apalagi bisa memasuki kelas 1A maka dari itu kami memberikan sambutan yang mengesankan untuk mu nak" kata bu emi dengan senyum bangga.
"baiklah silahkan nak yuri memulai perkenalan kita hari ini" kata bu emi sambil memberi senyum ramah.
"dduuhh" keluh yuri dalam hati, yuri pun pelan-pelan berdiri, mengepalkan tangannya yang basah berkeringat karena gugup dan mulai berbicara, "perkenalkan nama saya kang yuri, saya dari SMP B di kota C dan saya baru pindah ke kota A ini untuk mengejar cita-cita, saya pun masuk kesekolah yang luar biasa ini, saya harap walaupun saya dari desa kalian semua mau berteman dengan saya" yuri pun membungkuk tanda selesai memperkenalkan diri, hening pikir yuri, ia pun duduk.
"ppffttt.."
"eeh apa itu aku tidak salah dengarkan ada yang tertawa" pikir yuri setelah duduk sambil kepala sedikit menunduk pura-pura tenang dan berusaha mencari sumber suara tersebut.
"hhhh.." terdengar helaan
"lagi ?" pikir yuri dengan mata terus mencari-cari sumber suara "apa aku melakukan kesalahan ?" pikir yuri keras.
"baiklah itu tadi perkenalan dari yuri, selanjutnya" bu emi mengabsen satu-satu para siswa untuk memperkenalkan diri, yuri yang masih memikirkan siapa yang menertawakannya dengan mata kosong menatap kedepan tapi tidak memperhatikan perkenalan teman sekelasnya.
"tok tok" tiba-tiba pintu kelas di ketuk, seorang guru pun masuk dan berbisik pada bu emi.
"ya anak-anak pemeran utama kita hari ini sudah datang" bu emi senyum singkat dan ragu-ragu untuk menghela nafas agar tak terdengar menghela nafas panjang tanda keluh, lanjutnya "dan kebetulan sekali memang sisa tiga siswa yang harus memperkenalkan diri, mereka terlambat karena mendapatkan arahan dari guru klub, mereka adalah seorang cucu dan anak-anak dari rekan bisnis keluarga SAO group pemilik dari sekolahan kita ini" semua murid terdiam dan mata mereka berbinar-binar, yuri yang sejak tadi tidak memperhatikan pun ikut mendengarkan karena yuri baru di kota ini dia tidak tau siapa itu cucu dari pemilik SAO group, yang yuri tau sekolah ini memang milik SAO group tempatnya ingin bekerja jika lulus SMA nanti.
Tap tap tap, bunyi sepatu masuk ada tiga murid masuk dan seketika membuat tubuh yuri merinding dan gemetar bagaimana tidak mereka adalah siswa yang bertemu dengan-nya di depan gerbang sekolah pagi ini, dan tidak lain adalah rio dan dua orang temannya tadi.
__ADS_1
"Ya, Tuhan" lagi-lagi yuri berucap seperti pertama yuri menjadi membatu sambil menatap mata tajam dan dingin rio****.