DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
memakai jasa


__ADS_3

Elza saat ini sedang duduk disalah satu cafe favoritnya, dengan sesekali menyesap minuman yang dia pesan matanya tetap fokus menatap leptop yang berada diatas meja.


Bibirnya yang tipis tiba tiba saja menyeringai, dia menemukan sesuatu yang dia cari sedari tadi.


Tangannya lincah menari diatas keyboard, menyimpan data penting yang baru saja dia dapatkan.


greb


Elza terperanjak karena terkejut bukan main saat ada tangan berat menepuk pundaknya, Elza langsung menoleh kebelakang.


Elza kembali terkejut melihat wajah seseorang pria yang saat ini menjelekkan wajah serta menjulurkan lidah "kyaaa" pekiknya.


"serius sekali? boleh abang temenin cantik?" tanyanya setelah terkekeh melihat keterkejutan seorang Elza.


Elza mendengus kesal melihat pria berpawakan kekar menyapa dirinya "tidak!!"


"ihh elza kok begitu? keni nggak dapet tempat duduk tahu" gerutu pria yang tak lain adalah temannya saat bekerja direstoran, Keni.


Elza menoleh kekanan dan kiri, memang benar saat ini cafe tersebut sangat ramai, dengan sedikit malas akhirnya Elza mengizinkan Keni duduk bersamanya.


Setelah memesan minuman dan makan Keni kembali fokus pada wanita cantik dihadapannya "El" sapanya.


"hmm" Elza hanya membalas sekenanya karena fokusnya masih pada leptop miliknya.


"ihh keni sebel deh kalau diabaikan" rujuk pria itu, dia sampai melipat tangannya didada serta mengerucutkan bibir, sungguh pemandangan yang menurut Elza sangat mengerikan mengingat otot yang dimiliki Keni saat ini.

__ADS_1


Dengan memaksa senyum Elza mulai memperhatikan pria yang sedang merajuk itu "miss Keni yang syantik, jangan marah sayang" ucap Elza lembut.


Keni melirik Elza, dia memang sangat kesal kalau ada seseorang yang mengabaikan dirinya "hmm" jawabnya malas.


"maaf sayang, gue sibuk menyusun tugas kampus" menunjuk leptopnya.


Keni menghela nafasnya "oke, keni maaafkan sekarang, tapi lain waktu keni akan marah sama Elza!"


"hehehe nggak akan, oh iya elo habis dari mana?" tanya Elza, dia mengalihkan perhatian Keni supaya berhenti merajuk.


Dan benar saja, sekarang Keni tampak bersemangat dan mengangkat tinggi paper bag milikinya "Keni habis beli makeup, beli disebelah cafe ini"


"waaaw... elo beli apa?" tanya Elza penasaran.


Keni dengan bersemangat menunjukan barang apa saja yang dia beli dan menceritakan semua yang terjadi didalam toko makeup.


Hari menjelang malam dan Elza langsung pulang kerumah karena saat ini dia tidak ada pekerjaan.


Elza langsung bergegas membersihkan diri, setelah mandi Elza menggunakan piyama tidurnya dan langsung meraih ponsel miliknya, menekan nomor ponsel yang tadi sempat dia dapatkan saat di cafee.


Gadis cantik itu merebahkan tubuhnya ditempat tidur, dia mulai menghubungi nomor ponsel tadi.


"selamat malam" setelah sambungan telefon tersambung, langsung terdengar suara bariton dari seseorang.


"iya , selamat malam" jawab Elza.

__ADS_1


"ada yang bisa kami bantu nona?"


"i itu, saya ingin memakai jasa anda"


"hahaha... boleh sekali"


Elza menyernyit, dia agak heran mendengar tawa pria itu "apa anda bisa membantu saya untuk mencuri data pribadi salah satu perusahaan besar dikota ini?" tanya Elza agak ragu.


"tentu saja bisa, yang penting bukan perusahaan global grup yang sangat besar dan kuat itu" jelasnya.


"bukan! bukan perusahaan itu kok, perusahaan ini lebih kecil dibandingkan dengan global grup, apa bisa?"


"tentu saja bisa nona"


"baiklah, apa kita harus bertemu terlebih dahulu atau bagaimana?" tanya Elza.


"kita harus bertemu untuk membahas hal ini, ayo bertemu besok siang di cafe s"


"baiklah.. besok jam dua belas siang, di cafee s" Elza memperjelas.


"oke, bye gadis cantik hahaha"


tut


Sambungan telefon terputus, Elza tatap ponselnya lalu alisnya kembali mengkerut "apa yang gue lakukan sudah benar?" gumamnya pelan.

__ADS_1


Tapi sejurus kemudian dia menggelengkan kepalanya, membuang rasa ragu dalam hatinya supaya rencana yang sudah dia susun berjalan dengan lancar.


__ADS_2