DENDAM DAN CINTA

DENDAM DAN CINTA
bertemu kembali


__ADS_3

Setelah latihan, Elza mandi dirumah, dia mengajak sahabatnya untuk menonton drama sebelum gadis itu berangkat bekerja.


"nanti malam gue nginep sini ya el?"


Elza yang tadi fokus kelayar televisi menoleh dan mengangguk disertai senyuman manis. "oke, tapi nanti gue kerja, lo pulang dulu ya?"


Lisa berfikir sejenak "el gue males pulang, gue ikut elo kerja aja ya?"


"apa nanti elo nggak bosan disana? nanti merengek karena diabaikan"


"engga akan. gue janji deh" menatap Elza dengan penuh harap.


Elza mengangguk "oh kalo begitu boleh"


"yes" Lisa memekik senang, dan memeluk sahabatnya itu.


dreet


Ponsel elza bergetar tanda akan adanya pesan masuk, dia menyeringai saat tahu siapa yang baru saja menghubunginya.


"selamat siang nona elza, bisa kita bertemu?" isi pesan dari seorang pria yang tengah dia incar,Tama.


"untuk?" Elza berpura pura bertanya, hanya untuk menjaga image nya sebagai wanita dewasa.


"ada hal penting sekali yang akan saya bicarakan"


"em baiklah"


"kalau sekarang bagaimana? saya sekarang tengah berada dicafe depan hotel kemarin"


"oke"


Elza beranjak hendak pergi ke kamar untuk bersiap.


"lo mau kemana el?" tanya Lisa yang heran melihat Elza yang tiba tiba pergi.


"gue ada urusan, lo gue tinggal bentar nggak papa ya?"


"ck, tega sekali lo mau ninggalin gue" keluh Lisa dengan wajah bete nya.


"jangan marah, hanya sebentar kok" ucap Elza sembari lari menuju kamar. dia mengganti bajunya dengan dress dan merias wajahnya.


Penampilan Elza sangat elegant dan terlihat dewasa dengan make up yang menempel diwajah cantiknya.


Setelah melihat penampilannya terlebih dahulu di cermin dia mengambil tas kecil dan kunci mobil.


"waaaaw el lo cantik sekali" puji Lisa saat Elza melewati ruang santai saat hendak keluar.


"benarkah?" Elza nampak tersenyum malu. padahal yang memuji adalah sesama wanita.


"ya, emang lo mau kemana? kencan?" tanya Lisa penuh selidik.


"kencan? hahaha ngaco!"


"lalu? "


"cuma mau ketemu temen, dan lagi gimana penampilan gue? ada yang kurang tidak? riasan gue gimana?" tanya Elza bertubi tubi, kalau masalah baju dan riasan Lisa lah ahlinya.


Lisa memperhatikan Elza, bahkan gadis itu mendekatkan wajahnya kewajah Elza untuk melihat hasil riasan tersebut secara dekat "perfect, nggak sia sia lo ikut kelas make up"


"ya sudah, gue berangkat! dan jangan pergi kemana pun, nanti diculik! bye bye lisa sayang" Elza buru buru keluar rumah,


"ishh menyebalkan! sebenarnya dia mau menemui siapa?" gumam Lisa, lalu angkat bahu dan dia akan menanyakannya nanti saat temannya itu sudah pulang.

__ADS_1


**


Elza berjalan dengan sangat anggun menuju meja tempat diamana Tama berada, tadi pria itu sudah memberi tahu dimana dia duduk.


"selamat siang" sapa Elza, Tama yang tengah fokus keponsel mendongak saat mendengar suara yang terdengar sangat halus dari seorang gadis.


Tama sempat tertegun melihat kecantikan gadis itu.


"maaf jika anda terlalu lama menunggu" Ucap elza sembari tersenyum canggung karena melihat minuman yang ada didepan Tama sudah tandas, lalu gadis itu duduk didepan Tama.


"ah ti tidak papa" ucap Tama, sungguh saat ini dia merasa gugup padahal biasanya dia akan santai saja jika berhadapan dengan para wanitanya.


"jadi ada apa anda memanggilku kemari?" tanya Elza.


"pesan minum dan makanan ringan dulu bagaimana?" tawar Tama, lalu dia memberikan senyum manisnya yang selalu membuat wanita mana saja tergila gila padanya.


"cuih pake acara senyum segala, sok manis! mau senyum atau sebaik apapun elo sekarang gue nggak akan terpesona!" umpat Elza dalam hati.


"ahh benar" ucap Elza, dia berusaha tersenyum membalas senyuman dari Tama meski dalam hati gadis itu terus saja memaki.


Setelah memesan minuman dan makanan ringan mereka masih saja diam, Tama memandang wajah cantik Elza dengan terus saja tersenyum.


"bisakah tuan berhenti memandangiku? dan cepat katakan ada apa anda memanggiku kemari?" ucap Elza sedikit ketus, dia merasa risih dan jengah terus saja ditatap oleh Tama.


"hahaha maaf kalau itu membuatmu merasa tidak nyaman, saya hanya kagum saja melihat wanita secantik dirimu" ucap Tama, jiwa playboy nya akhirnya keluar juga.


Elza pura pura tersenyum malu, "anda paling bisa membuat hati wanita melayang ya tuan Tama"


"hahaha itu adalah kelebihanku, maaf bisakah kita tidak seformal ini, dan jangan panggil aku tuan karena aku bukan tuanmu, panggil Tama saja" ucap Tama sembari mengedipkan sebelah matanya.


"baiklah jika itu kemauanmu, ada apa kamu memanggilku kemari?" nada bicara Elza sudah hangat kembali.


"aku ingin mengenal dirimu yang snaaagat cantik ini, dan aku ingin sekali menjadikanmu pacarku, bagaimana? apa kamu mau?"


"hahaha wajahmu sangat lucu nona, aku hanya bercanda jangan terkejut seperti itu" seloroh Tama sembari terkekeh.


"oh seperti itu? padahal aku baru saja akan menerimamu loh kak Tama" ucap Elza sembari tersenyum manis.


deg


Sekarang Tama yang terkejut mendengar ucapan gadis itu.


"hahaha lihatlah wajahmu kak, lucu sekali, aku juga bercanda jangan dianggap serius!" ucap Elza sembari tertawa.


Tama kembali terpesona melihat Elza yang tengah tertawa lepas, lalu sudut bibirnya terangkat membuat wajah tampannya semakin tampan saja.


"maaf maaf, aku memang selalu tidak bisa mengontol diriku saat ada sesuatu yang lucu" ucap Elza setelah tawanya mereda, dia menyesap minuman yang tergeletak dihadapannya.


"tidak papa, aka malah senang karena kamu se asik ini"


"gadis yang begitu menarik, aku menyukainya dan badannya beuuhh maantap" batin Tama dengan pikiran liarnya langsung menerka bagaimana bentuh tubuh gadis itu.


"lalu sebenarnya kamu mengajakku kemari untuk apa?" tanya Elza kembali.


"aku hanya ingin berteman dan mengenal dirimu, dan lagi setelah kemarin kita bertemu, aku selalu terbayang wajahmu yang sangat cantik itu," memang jiwa play boy Tama tidak bisa diragukan lagi, disela sela ucapannya pun dia tetap menyelipkan gombalan recah.


"ternyata mulutmu begitu manis" ucap Elza seolah memuji.


"aku serius, setelah kemarin kita bertemu wajahmu selalu muncul dipikiranku setiap waktu, makanya aku menghubungimu untuk datang kemari karena akau takut sekali kalau nanti aku bisa gila," ucap Tama.


Ucapannya memang serius karena setelah beberapa jam bertemu dengan Elza dia melihat gadis itu dengan tampilan yang berbeda , serta tadi pagi juga dia melihatnya, hal itu yang membuat dia amat sangat penasaran.


Elza hanya membalas dengan senyum ramah, dia malas sekali menjawab bualan si casanova yang menurutnya itu kurang ajar, bagaiamana tidak beberapa kali dia melihat mata Tama melirik kearah dadanya dan bibirnya selalu tersenyum nakal seperti itu.

__ADS_1


"sungguh pria mesum!"


Mereka mengobrol santai sembari menikmati minuman yang telah mereka pesan.


**


Elza masuk kedalam mobil dengan perasaan kesal, menghembuskan nafasnya lelah dan menyandarkan kepalanya disetir mobil,bagaimana tidak dia lelah dan kesal karena tadi Tama terus saja merayu dirinya, dia terus saja berusaha menolak karena ingin main tarik ulur.


"seringaiannya menjijikan! sabar sabar el,supaya misiku berhasil" gumam gadis itu, lalu menyalakan mobil,dia akan pulang sekarang.


Sesampainya dirumah, terlihat Lisa tengah mengobrol dengan tetangganya diteras.


"lama banget sih el? untung ada bang Reza yang nemenin gue" keluh Lisa saat Elza baru saja mendekati mereka.


"sorry sorry"


"kamu darimana?" tanya Reza, dia adalah tetangga Elza semenjak lima tahun ini, rumahnya tepat berada disebelah rumah Elza, usianya sekitar tiga tahun lebih tua darinya.


(Kalau kalian ingat saat elza tanpa sengaja bertemu dengan Tama dimall, dia langsung pergi kemakan kak Zara dan disana dia juga bertemu dengan Reza, tapi belum author sebut namanya)


"ketemu temen" jawab Elza malas.


Reza menatap Elza dalam, "kenapa kamu berdandan seperti ini? habis kencan?" tanya nya dengan suara yang terdengar tidak suka.


"bukan urusan abang, aku masuk dulu mau ganti baju" Elza masuk begitu saja.


Lisa yang masih berada disana melihat tatapan nanar diberikan Reza pada Elza "bang, gue mau masuk kedalam? apa bang Reza mau masuk juga?"


Reza menggeleng "masuklah! abang akan pulang" pria yang berwajah manis itu tersenyum lembut pada Lisa sebelum beranjak pergi.


~~


"lo kenapa si el? kasihan tau bang Reza elo cuekin" ucap Lisa saat dia baru saja masuk kedalam kamar.


"gue bukan gadis bodoh yang tidak tahu kalau bang reza itu sebenarnya suka ke gue, gue cuma nggak mau dia terlalu berharap dan nantinya dia akan kecewa" ucap Elza.


"diihh pede nyaa..." ucap Lisa dengan bibir mencebik, dia pun sebenarnya dapat melihat nya kalau sebenarnyaa lelaki itu suka terhadap sahabatnya itu.


"kalau gue yang disukainya, gue nggak bakalan nolak, dia itu gagah dan lumayan tampan, dan lagi pekerjaannya kan pilot nanti gue bisa diajak terbang keliling dunia olehnya" ucapnya sembari membayangkan apa yang tadi dia ucapkan.


"ambil sono!" Elza melemparkan bantal kewajah Lisa, dia merasa jengah melihat sikap centil gadis itu.


"issh nyebelin deh! oh iya lo dari mana?" tanya Lisa, dia baru teringat kalau sahabatnya habis pergi.


"gue habis ketemuan sama cogan" ucap Elza sembari tersenyum jenaka.


"demi apa? lo serius?" gadis itu memepet Elza dan menatap wajah Elza dalam, Elza mengangguk.


"kyaaa.... kenapa gue nggak diajak? gue juga mau cuci mata keles!"


"hahaha bisa ae lo! minggir ih risih banget lo nemplok kayak cicak gini"


"biarin! cepat ceritakan!"


Elza duduk diranjaang dan mulai meneceritakan tentang bertemunya dengan Tama tadi, Elza sudah menceritakan segalanya kepada Lisa karena saat ini hanya sahabatnya lah yang dia miliki , Elza juga memperlihatkan foto Tama yang tadi dia ambil secara diam diam.


"ya ampuun el, dia ganteng parah!! gue kayak mau mimisan ini" pekik Lisa heboh semnari mengipasi wajahnya.


Elza hanya memutar bola matanya malas, melihat kehebohan Lisa.


" emang lo seriusan mau balas dendam? apa lo nggak takut nantinya malah elo terjebak dan terpesona oleh cogan itu?" Lisa menyelidik.


"gue serius dan ingin melihatnya hancur! dan gue juga sudah memasang tinggi pagar buat hati gue , supaya gue nggak mudah baper" terang Elza, padahal kan hanya Tuhan yang tau bagaiaman hati Elza kedapannya.

__ADS_1


__ADS_2