
"aku akan memutuskan mereka semua!dan menjadikanmu satu satunya" ucap Tama mantap dan serius, dia menggenggam kedua tangan Elza dengan lembut.
Elza dapat melihat tatapan jujur dimata pria itu, dia juga tercengang sebenarnya.
Sudut bibir Elza menyeringai sinis dan itu tertangkap mata oleh Tama "kenapa reaksimu begitu?"
"hahaha tuan tuan, bagaimana saya percaya kalau anda itu tulus mencintai saya? mengingat sekarang saja anda masih memiliki banyak kekasih?" ucap Elza sedikit ketus.
Tama menunduk, dia seperti tertampar saat ucapan Elza benar benar membuaatnya tersadar, tadi dia terlalu percaya diri dan sekarang dia kembali takut, takut kalau sampai Elza tak mau menerimanya "aku akan berubah" ucapnya lirih.
Hati Elza lagi lagi merasa tersentuh, saat dia melihat bagaimana tulusnya Tama saat ini.
Wajah yang tadi sempat terkejut sekarang datar kembali, dia memang hendak mempermainkan pria ini tapi kenapa rasanya malah jadi tak tega begini? Elza menggeleng untuk menyingkirkan pikirannya yang konyol tadi.
"bagaimana el?" tanya Tama saat tak mendapat respon dari gadis itu.
"bukankah ini terlalu mendadak?" tanya Elza.
"bukankah begini? aku harus tarik ulur agar pria iblis ini semakin penasaran?"
Benar, Elza akan memulai strategi tarik ulur agar pria ini benar benar jatuh dalam pesonanya dan membuatnya cinta sampai pada titik tak mau kehilangan.
"tidak! aku menyukaimu sudah lama tapi hatikku saja yang bodoh dan baru menyadarinya" ucap Tama serius.
Elza menatap manik mata Tama dalam "saya tidak bisa"
Tama menunduk, dia kecewa karena Elza benar benar menolaknya.
__ADS_1
Tangan yang tadi Tama genggam Elza lepaskan perlahan.
"tapi kalau anda bisa membuktikan ketulusan anda, bisa saya pikirkan lagi"
Seperti ada oase setelah berjalan dipadang pasir, Tama mendongak dengan mata berbinar "really?" tanyanya tampak tak percaya,
Elza mengangguk "ya"
Tama tak dapat membendung perasaan bahagianya, ini adalah kesepatan emas dan dia tak mau menyia nyiakannya.
Perasaannya memang benar, dia sangat mencintai gadis yang ada dihadapannya, alasannya pun sebenarnya dia masih tak tahu tapi yang pasti dia merasa gadis ini lain dari gadis kebanyakan, dan memiliki pesona alami yang dapat menggetarkan hatinya.
Hati yang semula hampa sekarang bisa merasakan debaran dan bunga bunga yang memenuhi hatinya, dan anehnya itu tanpa alasan karena hanya melihatnya tersenyum saja itu bisa membuatnya berdebar bahagia.
Dengan reflek pria itu menarik tangan Elza dan memeluk erat gadis itu, rasanya bahagia sekali "terimakasih" mengusap punggung Elza dan tanpa sadar mengecup pucuk kepala gadis itu.
"kenapa?" tanya Tama bingung saat pelukannya terlepas.
"kita belum memiliki hubungan! kenapa anda mencium kepalaku?" gerutunya sewot, dia mengerucutkan bibirnya sambil tangannya mengusap kepala bekas kecupan Tama barusan.
Tama tak marah tapi malah dia tersenyum senang saat melihat Elza tampak begitu menggemaskan.
Tama meringis, dia menggaruk tengkuknya yang tak gatal "maaf tadi kelepasan, karena saya merasa senang jadi refleks memelukmu" ucapnya jujur.
"sepertinya akan susah merubah sifat buaya darat yang sudah mendarah daging" berdiri dan segera melangkah pergi setelah menyindir Tama dengan kata kata telak.
Tama terkesiap, dia menarik lengan Elza agar gadis itu tak pergi "maaf, maaf el sungguh tadi tak disengaja, saya tak akan mengulanginya"
__ADS_1
Elza memutar tubuh dan menatap raut wajah penuh penyesalan, dan itu membuatnya iba "baik. lepaskan! aku hanya bercanda kok"
Tama menarik kedua sudut bibirnya, dia merasa sangat bahagia.
Elza memandang wajah tampan Tama sembari berfikir, benarkah yang dia lakukan? jika dilihat pria dihadapannya ini tak seburuk yang dia bayangkan, sifatnya baik lembut dan sangat manis dan jangan lupakan wajahnya sangat tampan membuat gadis itu betah untuk memandangnya.
plak plak
Elza menepuk pipinya sendiri, mengenyahkan pikiran anehnya tadi "jangan sampai aku jatuh kedalam pesonanya! ingat el ! dia adalah pria jahat! bahkan dia lah penyebab dirimu yang sekarang menjadi sebatang kara!"
"apa yang kamu lakukan?" tanya Tama saat melihat tindakan aneh Elza.
Elza meringis "tak ada, tadi gatal sepertinya ada nyamuk" ucapnya beralasan.
"mana ada nyamuk disini?" tanya Tama dengan wajah yang polos., dia bahkan menoleh kekanan dan kiri sepertinya mencadi keberadaan nyamuk itu.
"hahaha"
Tama tertegun melihat tawa lepas Elza, dia tersenyum melihat pemandangan indah ini "ahhhh cantik sekali gadis kecilku"
Gadis kecilku? wahai penduduk bumi ternyata pria tampan itu sudah mengklaim miliknya, meski gadis itu belum mau menjalin hubungan dengannya.
"*akan kubuktikan kalau ucapanku bukan omong kosong! aku tahu kamu memiliki niat tak baik saat mendekatiku tapi aku tak peduli, yang aku pedulikan sekarang adalah kamu sudah berhasil mengambil hati dan cintaku ini"
"aku akan menyentuh hatimu yang terlihat hampa itu el! sampai kamu juga akan mencintaiku juga*" batinnya penuh tekad.
Langkah pertama yang akan Tama lakukan adalah menyelidiki kematian Zara terlebih dahulu, kekasih yang dia sendiri sebenarnya tidak mengingatnya kalau saja Arlendra tak mengatakannya siang tadi.
__ADS_1