
"Elz.. Lo baik-baik saja?" tanya Lisa saat melihat sahabatnya itu baru saja sampai. Lisa sudah cukup lama menunggu Elza sembari ditemani oleh Kenni.
Lisa memutar tubuh Elza dan memperhatikan seluruh tubuh Elza, bahkan sekarang Lisa menolehkan kepala Elza kekanan dan kiri "syukurlah.. lo baik-baik saja"
"lo kenapa sih?"
"gue takut lo diper-kosa tahu saat melihat tadi Davin tampak sangat agresif"
tuuing
Elza menonyor kepala Lisa "bicara sembarangan!"
Lisa meringiskan giginya. "gue serius tahu"
"Elza cantik.. tadi kata Lisa kamu dicium oleh cowok ganteng, siapa dia? pacarmu?" tanya Kenni yang merasa penasaran. Dia sedari tadi berdiri diantara kedua gadis itu.
"kerja sana bang! jangan kepo deh"
"iiihh sebel deh" rajuk kenni, dia melipat tangannya didepan dada. Kenni kesal karena dipanggil abang.
Elza tergelak melihat pria berotot yang tengah ngambek itu, sungguh tidak cocok sama sekali jika dilihat dari tampilan luarnya "utututu cantik, maaf tadi salah bicara" ucap Elza sembari mencubit dagu Kenni dengan gemas.
Kenni melengos "jangan merayuku!"
Elza semakin tergelak, Kenni adalah salah satu alasan dia bertahan direstoran ini. Pria yang mengaku sebagai wanita itu selalu menaikkan moodnya yang buruk oleh tingkahnya yang lucu.
"cepat katakan padaku El.. lo ada hubungan apa dengan Davin? lo itu tadi hampir membuat gue mati berdiri tahu" ucap Lisa menggebu, dia sungguh penasaran sekali.
"nggak ada hubungan apapun" jawab Elza dengan cuek, dia berjalan kearah tempat istirahat karyawan yang bekerja direstoran.
Lisa dan Kenni mengekor dibelakang. Meski tadi sempat marah karena dipanggil abang, Kenni tetap ikut karena penasaran juga.
"eiitts"
Elza berbalik dan menahan dada bidang Kenni agar pria itu tidak ikut masuk "kenapa? gue juga penasaran sekali sama seperti Lisa"
"gue mau ganti baju!"
Kenni memutar bola matanya malas "kalaupun Elza tel-anjang sekalipun didepanku, aku tidak akan ber-naf-su!"
__ADS_1
"tapi tetap saja kau memiliki tongkat disini" Elza menunjuk kearah junior Kenni tanpa rasa malu.
"isshh.. Elza lo itu nyebelin banget sih" gerutunya sembari menutupi pangkal pahanya, wajahnya memerah karena malu.
"buahahaha" tawa Lisa tidak terindahkan, dia sampai memegang perutnya saking lucunya interaksi kedua orang itu.
Pada akhirnya Elza masuk kedalam ruangan itu sendiri meninggalkan Lisa dan Kenni didepan pintu.
"berhentilah tertawa atau kusumpal mulutmu itu ya!" ucap Kenni marah.
Lisa segera menutup mulutnya karena pria itu berbicara menggunakan suara baritonnya.
"ehem.. maaf Lisa kodamku keluar" ucap Kenni, dia kembali melembutkan suaranya.
Lisa menghela nafasnya panjang, dia tadi sungguh terkejut sekali.
Lisa tidak habis fikir akan jalan hidup yang Kenni jalani. Padahal tubuh Kenni kekar sekali menandakan betapa macconya pria ini.
Wajahnyapun sangat tampan, pantas saja banyak yang mengikutinya diakun media sosial pria ini. Bahkan Lisapun mengikutinya juga saat baru saja berkenalan dengan Kenni beberapa bulan yang lalu.
Saat Kenni menayangkan siaran langsung saat memasak, Lisa pasti menjadi salah satu penonton dari ribuan mata yang juga ikut menyaksikan aksi hebat seorang chef bernama Kenni Andreas yang memiliki pesona luar biasa.
"hey.. malah bengong! kesurupan nanti" ucap Kenni membangunkan lamunan Lisa.
Lisa menyeringai lalu mendekati pria itu lalu dia melingkarkan tangannya kepunggung kokoh Kenni. Wajanhnya mendongak melihat ekspresi wajah Kenni saat dia memeluknya secara tiba-tiba.
Kenni terbelalak lalu secara sepontan mendorong Lisa menjauh.
"kyaaa... jangan-jangan kau kesurupan benaran?!" ucap Kenni sembari mengusap tengkuknya.
Kenni segera berjalan kearah pintu dan menggedor pintu tersebut.
"tok tok tok"
"Elza.. temanmu kesurupan, cepatlah keluar.. Elza"
Lisa kembali menyeringai, dia melihat jelas sekali jika pria itu tadi menunjukan ekspreai lain. Ekspresi yang menurutnya begitu membuatnya penasaran meski hanya sekilas.
ceklek
__ADS_1
Elza keluar sudah mengenakan baju kerjanya, dia juga telah mengikat ekor kuda rambut lurusnya. "lo kenapa si bang-ke?"
"bang-ke bang-ke kepalamu! lihatlah temanmu El, sangat menakutkan. Sepertinya dia kemasukan penunggu besmant ini deh" bisik Kenni didekat telinga Elza.
"hahaha"
Tiba-tiba saja Lisa tertawa dan mengulurkan kedua tangannya kearah leher Kenni.
"aahhhkk.. pergi kau" pekik Kenni lalu dia lari terbirit-birit meninggalkan kedua gadis itu.
"puas lo ngerjain dia?" tanya Elza ketus. Membuat Lisa tertawa terbahak-bahak.
"ini sangat menyenangkan El" ujar Lisa.
"lo pulang sana, gue mau kerja"
"kan elo belum ngejelasin hubungan lo sama Davin"
Elza menghela nafasnya lelah "gue nggak ada hubungan apa-apa dengannya"
"gue nggak puas sama jawaban elo" keluh Lisa tapi saat melihat Elza melihat jam dipergelangan tangannya dia memilih mengalah "oke, besok lo jelasin sedetailnya, sekarang gue pulang" putusnya pada akhirnya.
Elza mengangguk "iya-iya"
Mereka berdua berjalan kearah dapur lagi. Saat Lisa melihat Kenni dia tergelak lagi "arrrgg" ucapnya sembari mengangkat tangannya seperti harimau hendak mencakar mangsa.
Kenni yang berdiri didepan meja kompor segera berjongkok, menghindari gadis itu.
"jangan menggodanya terus! nanti lo suka bahaya" ucap Elza memperingatkan.
"ya ampun cabut kata-kata elo barusan! ucapan adalah doa el" rajuk Lisa sembari cemberut.
"hahaha.. semoga Lisa berjodoh dengan Kenni"
"El....."
"hahahaha.. sudah sana pulang! hati-hati dijalan oke?"
Meski merasa kesal Lisa mengangguk dan melambaikan tangannya, dia segera pergi dan tidak mau mengganggu sahabatnya itu saat bekerja.
__ADS_1