
Elza mengajak Lisa kembali kevilla. Saat mulai mendekati villa ia melihat Tama yang sedang duduk santai sembari mengobrol dengan Arlendra dikursi santai yang ada di teras.
Duduk di sana dengan beberapa minuman didepan mereka.
"lihatlah sugar Daddy elu El" bisik Lisa sembari menyenggol lengan Elza. Lisa melihat Tama yang tampak tampan dengan baju santainya.
Elza memutar bola matanya "ucapanmu ini terdengar sangat ambigu. Kalau ada yang mendengar bisa menghancurkan reputasiku sebagai gadis polos"
Lisa berkekeh " gadis polos? hahaha yang ada gadis cupu"
Elza berdecak, tapi yang dikatakan Lisa benar, dia memang gadis cupu. Karena menjauhi pergaulan. Bahkan dikampus sekaligus ia hanya memiliki teman satu yaitu Lisa. Dan satu lagi jika Elza lupa, yaitu Vino yang terus mengganggunya.
"siapa yang bisa mendengar? hanya ada kita saja. Lagian memang benar kan jika dia sugar Daddy mu" tambah Lisa sembari menaik turunkan alisnya.
"cih" Elza memilih untuk berdecih, malas sekali menimpali ucapan Lisa yang memang tengah menggodanya.
"pantas saja banyak sekali wanita yang tergila-gila padanya. Selain tampan dia sangat kaya raya. Papiku saja kalah. Kau tahu El, ketampanan tuan Tama sungguh membuat jiwa jombloku meronta"
Elza memukul mulut Lisa pelan "bicara apa kau ini" gerutunya terdengar kesal.
"apa? Lo cemburu kan?"
"cemburu? cih.."
"hahaha... bay the way, yang duduk disebelahnya siapa? tampan juga" tanya Lisa, dia sempat terpesona saat pertama kali bertemu dengan Arlendra tadi.
"dia pria yang sangat ketus,sombong dan galak. Gue sarankan jangan mendekatinya atau lu akan makan hati setiap hari" ucap Elza memperingatkan.
"larangan adalah perintah kan?" tanya Lisa sembari tersenyum jenaka.
Hal itu membuat Elza menabok lengan Lisa "mau dikemana in bang-Ke?"
Lisa terkesiap dan menatap Elza tajam "jangan membahasnya! Lo membuat mood ku turun saat teringat pria tulang lunak itu!"
Elza tergelak "semoga jodoh ya?"
Lisa membelalakan matanya "yaaa!! apa yang kau ucapkan! jangan sampai ya Tuhan. Aku menginginkan suami yang macho dan lak-ik!!"
Elza kembali tergelak mendengar ucapan Lisa. Dia menggeleng karena Lisa terus berdoa.
"asik sekali kalian mengobrol? apa yang kalian bahas?"
Lisa dan Elza terkejut mendengar suara seseorang, mereka yang tengah asik berbincang sembari mengobrol itu menoleh kesumber suara.
__ADS_1
Tampak Tama tengah berjalan mendekati mereka berdua.
Lisa sampai membuka mulutnya melihat Tama yang memakai kemeja pendek dan celana pendek. Dua kancing baju bagian atas terbuka sehingga terlihat begitu sexy menurutnya.
Elza yang melihat Lisa terpesona segera meraup wajah manis Lisa, dia memelototi Lisa setelah gadis itu tersadar dari lamunannya.
"hehehe.. maaf El. Dia benar-benar menggoda sekali" bisiknya sembari terkekeh. Tama memang sangat menggoda imannya. Pria dewasa ini sangat ho-t sekali.
Elza menyenggol lengan Lisa karena merasa kesal. "sial .. gue kenapa sih?" batinnya menggerutu setelah menyadari tindakannya yang terjadi dengan spontan.
"apa yang kalian bahas?" tanya Tama sekali lagi karena tak mendapatkan jawaban. Hanya terdengar bisikan kecil dari mereka berdua. Tapi matanya tak lepas dari wajah cantik Elza. Wajahnya tampak lebih fresh setelah mengobrol dengan Lisa.
"tadi.. kami tengah membicarakan an--"
Elza membungkam mulut Lisa, Bisa-bisanya sahabatnya ini mau memberitahu Tama jika mereka tengah membicarakannya. Bodoh sekali.
"apa?"
"bukan apa-apa. bukan hal yang penting kok" ucap Elza dengan cepat.
plak plak
Elza terkesiap saat Lisa memukuli tangannya, dia membelalakan matanya saat melihat wajah Lisa memerah.
"eh--- sorry Lis"
Tama hanya angkat bahu, menyeringai sedikit lalu ia mendorong Lisa dengan sedikit kuat. Kemudian ia menarik tangan Elza masuk kedalam villa.
Hal itu membuat Elza terbelalak karena kaget "hey kenapa kau mendorong Lisa!" pekik Elza tidak terima.
"jangan marah, yang aku lihat dia senang-senang saja saat aku mendorongnya" ucap Tama acuh.
Elza yang penasaran menoleh kebelakang, lalu dia berdecak kesal melihat Lisa yang ternyata jatuh kedalam pelukan Arlendra. Lihatlah senyum merona itu, membuat Elza kesal saja padahal tadi ia sudah khawatir sekali.
"biarkan mereka berdua" Tama terus menarik tangan Elza memasuki villa. Mengajak gadis ini menuju keruang makan.
"mau apa kita kemari?"
"ck.. tentu saja makan, ya kali kita mandi disini" ucap Tama terdengar menggerutu.
Elza melipat mulutnya kedalam, ternyata Tama memiliki selera humor yang tinggi. Selama ini Elza tidak terlalu memperhatikan.
Mereka berdua telah duduk diruang makan, duduk bersisian.
__ADS_1
"makan El" ucap Tama, dia tahu dari Arlendra jika Elza tidak makan dari siang.
Elza menghela nafasnya panjang, dan mulai mengambil makanan untuknya sendiri. Elza menghentikan sendok yang hampir masuk kedalam mulutnya saat melihat Tama hanya diam memperhatikannya "anda tidak makan?"
Tanpa Elza duga Tama membuka mulutnya. Alisnya mengkerut karena tidak mengerti.
"suapi aku El" ucap Tama saat melihat raut bingung diwajah Elza.
Elza memutar bola matanya, sendok yang tadi terisi makanan dia arahkan kemulut Tama.
deg deg deg
Tanpa bisa dicegah jantung Elza berdetak sangat kencang saat menyuapkan makanan kedalam mulut Tama. Rasanya aneh menurutnya.
"lagi El"
Elza yang tadi terdiam sebentar menoleh, dia menggeser piringnya "makan sendiri!" ucapnya ketus. Dia mengalihkan pandangannya kesamping.
Tama memberengut "padahal rasanya menjadi lebih nikmat saat kamu menyuapiku"
Elza masih diam mendengar ucapan Tama yang terdengar mengeluh "diam dan makanlah!" ucapnya menekan, lalu ia mengambil piring baru mengisi piring tersebut dengan makanan, kemudian ia makan dalam diam.
Tama hanya mende-sah melihat Elza yang selalu dingin padanya. Padahal ia sudah menjelaskan semuanya. "aku akan pelan-pelan mendekatimu El" batinnya penuh tekad. Tama memakan makanannya sembari terus menatap wajah Elza.
Setelah makan malam selesai, Elza segera berdiri "terimakasih makan malamnya tuan, saya permisi"
"kamu mau kemana?"
"aku mau membersihkan diri" ucap Elza, dia merasa lengket sekali. ingin cepat mandi.
"boleh aku ikut?"
Elza tampak terkesiap dan kemudian menatap kesal wajah Tama yang tengah tersenyum usil padanya "apa katamu?! dasar pria mesum!!" ucap Elza dengan ketus.
Lalu Elza berjalan meninggalkan Tama yang tengah terkekeh mendengar dirinya mengatai Tama. Tak tersinggung atau marah sama sekali diwajah tampan itu "dasar tidak tahu malu!!"
"buahahaha" tawa Tama menggelegar, dia mendengar ucapan Elza yang terus mengatainya.
Elza menoleh kebelakang dan menatap kesal pria yang tengah duduk sembari tertawa itu. Sangat menjengkelkan sekali. "huh!!" mendengus lalu meninggalkan ruang makan. Langkah kakinya terdengar kencang karena ia tengah kesal.
Tama terus menatap punggung Elza sampai tak terlihat "sedikit-sedikit aku akan membuatmu takluk padaku! aku sudah terlanjur mencintaimu El. Aku tidak bisa jauh darimu lagi. Aku akan menjadikanmu istriku." ucapnya dengan wajah yang serius.
Lalu ia juga keluar dari ruang makan. Akan ia cari keberadaan sahabat Elza dan Arlndra. Penasaran juga bagaimana reaksi Arlendra saat berada didekat seorang gadis.
__ADS_1