
Elza berjalan memasuki universitas tempatnya kuliah, dikampus itu Elza tidak terlalu populer atau lebih tepatnya menghindari, karena dia selalu berpenampilan apa adanya, tidak terlalu mencolok bahkan dia kerap hanya menggunakan celana jeans dan hodie saja, wajah cantiknya pun hanya dilapisi bedak tipis dan bibirnya yang tipis hanya menggunakan liptint warna bibir.
Berjalan sembari menggunakan headseat ditelinganya. wajahnya menunduk karena sibuk membalas pesan dari Lisa yang katanya tidak berangkat karena sedikit pusing.
bruug
Karena tidak kosentrasi berjalan, Elza tanpa sengaja menyenggol bahu seseorang yang berjalan berlainan arah dengannya, Elza berhenti dan berbalik badan dia melihat seorang pria yang tadi tidak sengaja dia senggol tengah mengambil beberapa buku yang terjatuh.
"maaf" ucap Elza sembari membantu meraih buku buku tersebut.
Pria itu mendongak dan sedikit terkesiap saat matanya bertemu satu titik dengan iris hazel yang tampak sangat cantik milik gadis itu.
"kenapa?" tanya Elza.
Pria itu menggeleng lalu meraih buku yang ada ditangan Elza dengan sedikit kasar "kalau jalan pakai mata!" ucapnya ketus lalu berdiri dan meninggalkan Elza yang masih berjongkok.
Elza sedikit menyernyit karena heran kemudian berdiri dan angkat bahu tanda dia tidak peduli "gue udah minta maaf juga, masih ketus begitu" keluhnya lalu berjalan menuju kelasnya.
__ADS_1
Setelah selesai Elza pergi kekantin, dia hanya sendiri karena sahabatnya tidak berangkat. dia memang sangat membatasi diri hanya sekedar bergaul dan bersosialisasi dengan teman sekitar. bahkan dia tidak terlalu hafal nama temannya sendiri yang berada dijurusan yang sama dengannya.
Setelah membawa makanannya kesalah satu kursi dipojokan, Elza mulai menikmatinya dengan tenang sembari membalas pesan dari Lisa yang merengek memintanya menjenguk gadis manja itu. "ck manja sekali" keluh Elza tapi bibirnya tertarik keatas sembari menggeleng.
Tanpa disadari oleh gadis itu ada seorang pria yang memperhatikannya sedari tadi, dia adalah pria yang tidak sengaja bersenggolan dengan Elza , dia adalah Davin salah satu pria populer dikampus tersebut.
"kenapa mata gue tertuju padanya terus sedari tadi?" keluh nya dalam hati, "matanya sangat cantik, sama seperti dia"
"lo kenapa vin?" tanya Vito temannya yang duduk dihadapan Davin , dia heran karena sedari tadi Davin diam saja.
"ck, gue tahu lo sedari tadi merhatiin cewek yang dipojokan kan?" tanya Vito sembari menaik turunkan alisnya.
Davin menghela nafas kasar "sok tau lo!"
"gue emang tahu, dan lo nggak bisa mengelaknya" ucap Vito dengan diakhiri dengan cengiran dibibirnya.
Davin diam saja sembari menghabiskan makan siang tang tadi sempat diabaikan hanya demi memepehatikan Elza.
__ADS_1
"Vin apa lo beneran tertarik dengannya?" Vito berbisik.
"nggak"
"lah ngaku aja deh, kalau gue perhatiin dia biasa saja"
Davin mendongak dengan tatapan tajamnya "diam bisa nggak sih! atau mau gue lempar pakai piring?"
"woy santuy bro.."
Davin mendengus dan melanjutkan makannya.
"gue mau balik kekelas! " ucap Davin setelah makananya habis, dia segera berdiri dan berjalan menuju pintu tapi sebelumnya dia melirik Elza terlebih dahulu.
"woy Davin! jangan tinggalin Vito kembarannya V BTS ini dooong" pekiknya sampai membuat seisi kantin menoleh kearahnya, apalagi para gadis gadis yang memang sangat mengidolakan Davin dan Vito karena visual mereka yang diatas rata rata.
Begitupun dengan Elza yang juga ikut menoleh dengan kesal kearah pria yang tengah berdiri sembari memanggil temannya, dia menjadi pusat perhatian semua mahasiswi membuatnya jengah setengah mati. "ck pembuat onar!" gumamnya lalu melanjutkan makannya tanpa berniat melihat pria tampan yang sedang dibicarakan oleh semua gadis itu.
__ADS_1