
Elza menatap tidak percaya buku nikah yang ada ditangannya. Dia benar-benar menikah hari ini.
"selamat sayangku.." ucap Lisa sembari memeluk Elza, dia benar-benar merasa terharu melihat sahabatnya menikah.
Lisa sudah mengetahui bagaimana sikap dan perilaku Tama sehingga ia tak khawatir akan sahabat baiknya ini. Meski awalnya Tama memiliki banyak kekasih, tapi saat ia dengan serius memutuskan semua pacarnya dan hanya fokus pada Elza hal itu membuat Lisa yakin jika Tama benar-benar mencintai Elza.
"Lisa.. Tolong cubit gue!"
"hah?" Lisa yang bingung hanya menuruti ucapan Elza.
"aw aw aw.. sakit" pekik Elza saat tangan yang dicubit oleh Lisa terasa sakit sekali " Jadi gue nggak mimpi?! gue udah jadi istri?!" tanyanya pada Lisa.
Lisa mengangguk sembari menahan tawanya melihat reaksi wajah Elza "tentu saja. Lihatlah suamimu yang tampan itu" Lisa memutar kepala Elza kearah Tama, dimana pria itu tengah berbicara dengan seseorang di telefon.
"dan ini buku nikah elo! jadi elo nggak sedang mimpi ataupun halu" sambung Lisa sembari terkikik geli.
Elza menatap buku nikahnya lagi, dia memang benar-benar telah menikah sekarang. Lalu apa yang harus ia lakukan nanti kedepannya? dia masih merasa bingung.
Dengan mengenakan gaun sederhana yang entah dibeli dimana oleh anak buah Tama, tapi ukurannya benar-benar pas ditubuhnya. Gaun sederhana berwarna putih gading itu melekat indah ditubuhnya.
Wajahnya juga hanya dirias makeup tipis saja oleh Lisa. Dan entah dari mana Tama mendapatkan berkas-berkas miliknya. Sepertinya anak buah Tama mengobrak-abrik rumahnya untuk mencarinya.
"gue nikah kok kaya beli permen ya Lis?" tanyanya dengan wajah cengo, benar-benar tak habis pikir dengan kejadian ini.
"udahlah.. Jangan menggerutu terus, dia memang jodoh elo Elz.. Jadi berbahagialah mulai sekarang" ucapnya sembari memeluk Elza. "kalau dia jahat padamu telefon gue! akan gue bantu untuk memukulnya" tambah Lisa, dia menangis sembari memeluk Elza.
Elza yang ikut meneteskan air matanya mengangguk "Lo emang sahabat terbaik gue, makasih Lis"
__ADS_1
Lisa mengangguk dan melepaskan pelukannya "udah ah.. ini hari bahagia elo malah kita nangis gini" mengusap air mata Elza lalu bergantian menghapus air matanya sendiri.
"sayang.. ayo pulang"
Elza menoleh kearah Tama dan mengangguk "ayo Lis"
"Lisa tidak ikut kita, dia diantar Raka" ucapnya sembari menunjuk asistennya.
"tapi..."
"ah nggak papa Elz.. Gue bareng dia saja" ucapnya dengan semangat dan segera mendekati Raka. Tersenyum manis pada asisten Tama itu.
Elza hanya bisa mendengus melihat sahabatnya itu dengan cepat mau diantar oleh Raka. Lisa memang pecinta pria tampan jadi tak heran jika dia dengan sangat mudah menyetujui ucapan Tama. Raka memang cukup tampan dan cool. Sesuai lah dengan kriterianya.
"bye Elz.. Nikmati malam pertamamu.." pekik Lisa.
Elza masuk kedalam mobil diikuti oleh Tama, mereka duduk bersisian dan diantar oleh supir.
Tama menggenggam tangan Elza, dia mengecupnya sekilas "apa kamu mau mengadakan pesta untuk resepsi pernikahan kita?"
"eh- em- na-nanti aku pikirkan lagi" ucapnya terbata, dia merasa canggung dan malu saat Tama menyentuhnya.
Tama mengangguk dan tersenyum, reaksi Elza benar-benar lucu sekali. Tangannya terulur untuk menarik Elza mendekat kearah tubuhnya. Memutar tubuh Elza agar menghadap kearahnya dan setelah itu Tama menarik Elza masuk kedalam dekapannya.
"tuan" ucap Elza saat ia sudah masuk kedalam pelukan Tama. Saat mereka melakukan kontak fisik seperti ini rasanya tubuh Elza rasanya menegang. Jantungnya berdegup kencang sekali.
"kenapa? aku hanya mau memeluk istriku. Mulai sekarang kamu harus membiasakan diri bersentuhan denganku" ucap Tama, dia membenamkan kepala Elza didada bidangnya, mengelus surau lembut gadis cantik yang sekarang sudah menjadi istrinya ini.
__ADS_1
Sungguh Tama hari sangat bahagia, dari saat ia merasa kesal saat mengetahui Elza membawa pulang seorang pria. Sampai setelah itu ia mengucapkan janji pernikahan dengan gadis ini dihari yang sama, rasanya seperti mimpi. Tama merasa ini sungguh kejadian luar biasa. Hatinya sungguh terasa membuncah seperti banyak sekali kupu-kupu yang mengelilingi nya saat ini. Tama sangat bahagia sekali.
Elza yang hanya bisa pasrah, dapat mencium aroma maskulin dari tubuh Tama, dia memejamkan matanya merasakan kenyamanan saat ia berada didalam pelukan hangat suaminya "nyaman sekali"
***
Sesampainya di apartemen, Tama menunduk saat Elza hanya diam saja "pantas saja dia diam saja, ternyata tidur" gumamnya pelan sembari terkekeh geli, istri kecilnya ini terlihat menggemaskan saat sedang terlelap.
Tama membawa Elza keluar dari mobil, menggendongnya menuju unit apartemen milik nya.
Setelah sampai dikamar, Tama meletakan dengan pelan tubuh istri kecilnya ini lalu ia menyelimutinya.
Senyum tipis Tama kembali merekah saat melihat Elza yang tidur dengan begitu nyenyak, sepertinya dia benar-benar kelelahan. Sampai ia membawanya dari parkiran menuju rumahnya ini pun dia sama sekali tidak bangun.
"aku punya istri sekarang" ucapnya dengan senang, suasana hatinya benar-benar sangat bagus saat ini.
"tidurlah.. aku akan melepaskanmu saat ini" gumamnya lalu Tama memilih untuk pergi kedalam bathroom untuk membersihkan diri.
Setelah beberapa saat Tama keluar dari dalam bathroom dengan keadaan tubuh yang segar, hanya menggunakan handuk sebatas pinggang saja tubuh bagus dan menggoda itu terlihat dengan begitu jelas. Perut kotak-kotak itu terlihat begitu menggoda iman dan takwa (wkwkwk)
Tama menatap ranjang yang biasanya hanya ada dirinya saja sekarang ada sosok cantik yang berbaring disana. Rasanya suasana kamar ini berubah menjadi lebih indah saat ada gadis cantik yang juga tinggal didalamnya.
Dia mendekati ranjang, mengusap pipi putih Elza dengan lembut.
cuuup..
Satu kecupan hangat mampir dipipi Elza, saat melihat Elza hanya menggeliat saja Tama terkikik geli "dia seperti kucing, menggemaskan sekali" gumamnya, lalu ia memilih untuk segera berpakaian. Dia tak mau mengganggu tidur nyenyak istrinya itu.
__ADS_1