
Elza berjalan menuju halte bus kampus karena tadi pagi mobilnya tiba tiba saja mogok alhasil dia harus mengenakan transportasi umum, dia duduk menunggu bus dengan sibuk mempermainkan ponselnya, dia hendak pergi menju kediaman Lisa untuk menjenguk gadis itu.
Dengan mengenakan headseat Elza menikmati suasana kota yang panas dengan tenang, dia mendengarkan lagu jazz yang sangat dia sukai.
ckiiittt
Mobil mewah keluaran terbaru tampak berhenti tepat dihadapan Elza, membuat gadis itu mendongak dan menyernyit heran.
Matanya terbelalak saat mengenali siapa orang yang baru saja turun dari dalam mobil, dia menundukan wajahnya untuk menghindar, Elza segera berdiri dan segera lari.
Tapi sayang tangannya terlebih dahulu dicekal oleh pria itu.
"lepas!" ucap Elza, dia pada akhirnya memberanikan diri menoleh dan menatap pria itu.
"hay nona El" ucap pria tampan itu. untuk sesaat Elza tertegun menatap wajah tampan itu, wajah tampan yang tampak begitu hangat dengan senyum manis disudut bibirnya.
Pria yang tak lain adalah Tama Aditya menjentikan jarinya untuk menyadarkan Elza.
tak
"ah--" Elza tersadar dari lamunannya.
__ADS_1
"oh jadi seperti ini penampilan kamu yang sesungguhnya?" tanya Tama sembari memperhatikan tubuh Elza dari atas sampai bawah, Elza saat ini tidak mengenakan make up tebal dan hanya menggunakan celana jeans serta hodie, tampak berbeda saat bertemu dengan Tama kemarin tapi menurut Tama jauh lebih cantik sekarang.
"a apa maksudmu?" Elza menepis tangan Tama dan menatap tajam pria itu "maaf anda salah orang"
duk
"ahh shiit!" Tama menjerit karena Dengan tidak berperasaan Elza menendang kakinya.
Elza segera melarikan diri, dia lari terbirit birit menuju kampusnya lagi.
Tama tersenyum menatap Elza yang sudah kabur, dia lalu memasuki mobil nya lagi dengan sedikit nyeri dikakinya, Tama yang tadi akan pergi meeting kesalah satu restoran terhenti saat melihat gadis yang beberapa hari mengusik ketentraman hatinya tengah duduk sendiri dihalte, dan pada akhirnya Tama memutuskan untuk menghampirinya.
"dasar wanita bar bar" Senyum bahagia terpancar jelas sekali di wajah tampan Tama saat mengingat kejadian tadi, dia melajukan mobilnya menuju tempat meeting.
"sial !" umpatnya dalam hati, Elza masih saja lari seperti tengah dikejar oleh dept collector karena menunggak membayar hutang.
dug
Karena tidak memperhatikan jalan gadis itu menabrak sesuatu "aahh" hampir saja dia terjengkang kebelakang kalau saja tidak ada tangan yang menangkap pinggangnya.
"fiuuh" Elza menghela nafas lega karena terhindar dari insiden jatuh ke atas aspal yang keras, lalu wajahnya dia dongakkan, dia sedikit terkejut saat melihat pria dengan aura yang sangat kuat serta tatapan tajamnya tengah menatap wajahnya.
__ADS_1
"elo" pekiknya karena dia teringat akan pria yang tadi pagi tidak sengaja dia tabrak juga, dia adalah Davin.
"lo selalu saja nabrak gue, apa lo sengaja ingin mencari perhatian?"
"cih. percaya diri sekali !!" Elza segera berdiri dengan tegap dan mendorong lengan kokoh itu.
Davin menatap tidak suka gadis itu "banyak sekali gadis yang menggunakan trik murahan seperti itu" ucapnya datar, tapi matanya tidak mau lepas dari manik cantik gadis itu.
Elza memutar bola matanya malas "jangan ke pede an deh! gue emang nggak sengaja kok"
Davin mendekati Elza sehingga membuat jarak diantaranya terkikis "kalau lo memang mau menarik perhataian gue, selamat karena elo berhasil" bisiknya didekat telinga Elza lalu pria itu berjalan pergi dengan seringaian dibibirnya.
Elza masih tertegun dan menatap punggung Davin "apa maksudnya?" dia masih belum mengerti akan perkataan Davin barusan.
Elza angkat bahu tidak peduli lalu dia berjalan keluar lagi, dia menilik kearah halte "ahh aman, dia sudah pergi" mengelus dadanya lalu berjalan ke arah halte lagi dengan sedikit was was.
"apa tadi dia beneran mengenaliku?" gumam Elza sembari menunggu bus.
"kalau iya, gawat" ucapnya sembari mengacak rambutnya bahkan dia menjambak rambutnya sendiri.
"gue harus memikirkan cara agar si brengsek itu tidak tahu kalau gue mau membalas dendam" batin Elza, dia jadi teringat akan kakaknya yang sudah pergi, wajahnya berubah sendu.
__ADS_1
"yang tenang disana kak zara, aku akan membalaskan dendammu pada pria bej*t itu, sampai membuatnya gila karena ditinggalkan oleh wanita yang sangat dia cintai" batinnya lagi, tanpa diduga air matanya turun membasahi wajah cantiknya, dengan kasar Elza menghapusnya.
"fighting el, jangan lemah! "